Strategi Pembelajaran IPS di Era Covid-19

Oleh : Eni Sri Hariyati

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Covid-19 sangat berdampak pada dunia ekonomi. Dari aspek ekonomi menimbulkan efek yang mengkhawatirkan pada saat itu, dan merambat ke aspek pendidikan. Perubahan pola pembelajaran saat ini terlihat masih dilakukan disemua jenjang pendidikan akibat pandemi Covid-19.

Terlebih lagi pada mata pelajran IPS terpadu yang mana mata pelajaran tersebut sudah dikenal sebagai mata pelajaran yang banyak mengandung teori dan cerita. Untuk menjadikan proses belajar mengajar menjadi efektif dan tidak membosankan, guru diharuskan menggunakan strategi yang tepat.

Ada banyak kendala yang dihadapi pada saat pembelajaran daring tersebut. Mulai dari masalah teknis hingga pada saat proses pembelajaran, seperti jaringan, biaya kuota yang cukup mahal, mengoperasionalkan aplikasi google meet, google calassroom dan e-learning dengan prosedur yang benar.

Pada saat pendemi sekarang tenaga pengajar seperti guru harus lebih kreatif agar peserta didiknya tetap belajar di masa libur sekolah gara-gara pandemi seperti ini. Guru juga mengajar harus sesuai Kurikulum 2013, agar semua sesuai kurikulum.

Kegiatan belajar mengajar dapat tercipta dengan baik apabila komponen-komponen dalam pengajaran yang meliputi tujuan pengajaran, materi pelajaran, metode dan media pengajaran, siswa dan guru, memiliki keterkaitan yang baik. Sebagai contoh guru menguasai materi yang akan disampaikan kepada siswa, ia menggunakan metode mengajar yang tepat.

Baca juga:   PjBL Solusi Pembelajaran Memerankan Fabel di Era Pandemi

Meski demikian, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan termasuk di dalamnya ketersedian layanan internet dan biaya tambahan yang harus dikeluarkan oleh siswa.

Ada berbagai strategi yang dapat digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran online meliputi pengguna metode reseptif (perputaran video, membaca teks IPS dan lain sebaginya), penggunaan metode inkuiri, jigsaw, think pair share dan lainnya.

Strategi guru lainnya dalam meningkatkan efektifitas proses pembelajaran online pada mata pelaran IPS Terpadu dilakukan melalui dua tahap. Tahap perencanaan dan tahap pelaksanaan.

Tahap perencanaan yaitu guru membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Pada bagian pendahuluuan guru melakukan pengabsenan dan memberikan apersepsi kepada siswa. Pada bagian inti guru menggunakan metode video based learning dan inkuiri.

Pada bagian penutup guru memberikan penugasan melalui media kuis dan evaluasi serta menyimpulkan materi yang dipelajari
Adapun kelebihan dalam kegiatan online salah satunya adalah meningkatkan interaksi antara peserta didik dengan pengajar. Pembelajaran dapat dilakukan di mana saja yang kita mau dan kapan saja.

Baca juga:   Mengatasi Learning Loss Siswa Masa PTM Terbatas dengan Metode Talking Stick

Pembelajaran online adalah pembelajaran tersebut bersifat mandiri, dan memberikan lebih banyak pengalaman belajar, dengan teks, audio, video dan animasi yang semuanya digunakan untuk menyampaikan suatu pelajaran atau informasi tentang sebuah pelajaran tersebut. Pada pembelajaran daring tersebut para peserta didik lebih banyak mengirim tugas menggunakan email kepada peserta didik.

Pembelajaran online memiliki beberapa kelemahan yaitu harus menggunakan jaringan internet, membutuhkan banyak biaya, komunikasi melalui internet terdapat berbagai kendala yaitu lambat.

Pemerintah mengambil tindakan dengan membatasi pergerakan di luar rumah agar memutus rantai penyebaran Covid-19. Kegiatan pendidikan diliburkan sementara, sebagai pengganti kegiatan pembelajaran tatap muka dialihkan dengan kegiatan pembelajaran secara online.

Motivasi sebagai daya penggerak individu untuk menimbulkan kelangsungan pembelajaran ke arah yang lebih baik. Dengan demikian, peserta didik yang memiliki motivasi akan memiliki tingkat belajar yang tinggi pula, sehingga mempercepat hasil yang ingin dicapai, seperti pembelajaran yang dilaksanakan secara online. (ss2/lis)

Guru SMP Negeri 1 Salatiga

Author

Populer

Lainnya