Pembelajaran Berbasis Proyek Tingkatkan Kemampuan Menulis Teks Ulasan

Oleh: Enik Bekti Purwanti, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pada Kurikulum 2013, pembelajaran tidak lagi fokus pada guru, melainkan pada peserta didik. Guru hanya sebagai fasilitator, semua kegiatan selama pembelajaran berlangsung, menuntut keaktifan dan keterlibatan peserta didik. Meskipun tidak menutup kemungkinan, ceramah masih diperlukan untuk menambah informasi peserta didik dalam menguasai materi.

Berdasarkan Permen Diknas No.22 tahun 2006 tentang standar isi dijelaskan bahwa ruang lingkup mata pelajaran bahasa dan sastra Indonesia mencakup empat aspek keterampilan berbahasa. Meliputi mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis. Satu di antara keterampilan yang sangat berperan penting dalam pembelajaran bahasa Indonesia adalah keterampilan menulis.

Menulis merupakan keterampilan berbahasa yang paling sulit jika dibandingkan dengan keterampilan berbahasa yang lainnya. Keterampilan menulis bukanlah suatu proses yang instan.

Artinya proses menulis harus dilakukan terus-menerus dan berkelanjutan. Dalam kegiatan menulis, dibutuhkan keterampilan membaca. Membaca merupakan aktivitas penting sebagai suatu cara untuk memperoleh informasi kemudian dapat dituangkan dalam bentuk tulisan (Ermawati dan Widowati, 2020:1).

Pada pelajaran bahasa Indonesia dalam setiap teksnya, peserta didik diharapkan mampu mengidentifikasi informasi pada teks, menelaah struktur dan kebahasaan teks, meringkas dan menyimpulkan, serta menyajikan secara lisan dan tulis.

Kegiatan menulis teks merupakan kegiatan yang sangat sukar untuk dilakukan. Karena membutuhkan pengetahuan dan keterampilan dalam menuangkan gagasan-gagasannya dalam bentuk tulisan.

Baca juga:   Metode Menghafal Perkalian Dasar dengan Jarbel

Oleh karena itu membutuhkan model pembelajaran yang lebih mengutamakan praktik daripada hanya mendengarkan. Salah satu model pembelajaran yang dapat dimanfaatkan dalam implementasi Kurikulum 2013 adalah pembelajaran berbasis proyek (project based learning).

Pembelajaran berbasis proyek atau disebut dengan project based learning (PBL) merupakan salah satu upaya untuk mengubah pembelajaran yang selama ini berpusat pada guru menjadi pembelajaran berpusat kepada peserta didik.

Model pembelajaran berbasis proses termasuk dalam salah satu pendekatan saintifik. Pendekatan saintifik (scientific approach) adalah pendekatan pembelajaran yang menekankan agar peserta didik memperoleh pengetahuan berdasarkan cara kerja ilmiah. Melalui pendekatan saintifik, peserta didik didorong tidak hanya mendapatkan ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki sikap dan perilaku sebagai modal di masa depan.

Menurut Priansa (2019: 206) pembelajaran berbasis proyek mampu melatih nalar induktif (inductive reasoning) peserta didik. Pembelajaran berbasis proyek sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 81 A Tahun 2013 Lampiran IV mengenai proses pembelajaran, harus memuat 5M, yaitu mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, dan mengomunikasikan.

PBL diterapkan di SMPN 1 Tretep pada kelas VIII tentang teks ulasan, terdapat pada KD 4.12 yaitu Menyajikan tanggapan tentang kualitas karya (film, cerpen, puisi, novel, karya seni daerah, dll) dalam bentuk teks ulasan secara lisan dan tulis dengan memperhatikan struktur, unsur kebahasaan, atau aspek lisan. Peserta didik mengikuti pembelajaran dengan perasaan senang dan penuh semangat.

Baca juga:   TIK vs BTIK dalam Kurikulum Pendidikan

Selain bekerja secara mandiri, peserta didik dalam pembelajaran berbasis proyek dilibatkan dalam kegiatan kelompok. Kemudian aktivitas individu dalam pembelajaran berbasis proyek dikelompokkan menjadi tiga kategori, yaitu aktivitas individu, kelompok, dan antarkelompok.

Langkah-langkah pembelajaran berbasis proyek adalah sebagai berikut: Pertama, dimulai dengan pertanyaan esensial (start with the essential question). Kedua, mendesain rencana proyek (design a plan for the project). Ketiga, membuat jadwal (create a schedule). Keempat, memonitor peserta didik dan memantau perkembangan proyek (monitor the students and the progress of the project). Kelima, menilai hasil (assass the outcome). Keenam, mengevaluasi pengalaman (evaluasi the experience).

PBL mampu meningkatkan keaktifan dan antusias peserta didik dalam mengikuti pembelajaran. Selain itu, dalam mengerjakan tugas, peserta didik semakin tanggung jawab, disiplin, dan tepat waktu dengan hasil yang optimal dan memuaskan. (ss2/lis)

Guru SMPN 1 Tretep, Kabupaten Temanggung

Author

Populer

Lainnya