MSG Tingkatkan Prestasi di Masa Pandemi

Oleh : Siti Fatonah, S.Pd.SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pandemi Covid-19 sampai saat ini belum hilang dari bumi Indonesia. Hal ini juga berdampak pada pembelajaran di sekolah. Pembelajaran dilaksanakan secara daring. Pembelajaran tatap muka secara langsung belum dapat dilaksanakan.

SD Negeri Paremono 4, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang juga salah satu sekolah yang terdampak dari pandemi Covid-19. Tetapi adanya pandemi Covid-19 tidak menyurutkan semangat siswa untuk tetap berprestasi. Ternyata prestasi yang diperoleh siswa dapat terwujud berkat motivasi siswa dan guru (MSG) yang dilakukan oleh kepala sekolah.

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 19 Tahun 2007 menyatakan salah satu tugas pokok kepala sekolah dalam bidang kepemimpinan adalah menjaga dan meningkatkan motivasi kerja pendidik dan tenaga kependidikan dengan menggunakan sistem pemberian penghargaan atas prestasi dan sanksi pelanggaran peraturan dan kode etik.

Motivasi sering dikaitkan dengan keinginan seseorang untuk melakukan sesuatu dalam hal ini adalah keinginan untuk berprestasi. Seperti yang diungkapkan oleh Imron (1998: 87) yang menyatakan motivasi berarti mendorong, menyebabkan, dan merangsang seseorang untuk berbuat.

Berdasarkan definisi tersebut bisa dikatakan bahwa motivasilah yang menggerakkan seseorang untuk berbuat dan bertindak sampai meraih apa yang diinginkan.

Baca juga:   Solusi Pembelajaran di Masa Pandemi dengan Online Learning

Begitu juga dengan pendapat Uno (2014: 23) bahwa motivasi merupakan kekuatan yang terdapat dalam diri individu tersebut untuk bertindak dan berbuat. Jadi, Uno berpendapat bahwa setiap individu dapat menumbuhkan motivasinya sendiri karena setiap individu memiliki kekuatan yang terdapat dalam individu masing-masing.

Kegiatan yang dilakukan dalam pemeberian motivasi siswa adalah, pertama menggunakan metode dan kegiatan yang beragam. Kedua, melibatkan diri untuk membantu siswa mencapai hasil yang maksimal. Ketiga, menghargai kesuksesan dan keteladanan.

Penggunaan metode pembelajaran yang monoton akan membuat siswa bosan dan menurunkan semangat belajar anak. Oleh karena itu dalam pembelajaran secara daring guru menggunakan metode yang bervariasi yaitu salah satu contohnya dengan Zoom dan Google Meet.

Selama pembelajaran daring kepala sekolah masuk menjadi anggota grup masing-masing kelas dari kelas 1-6. Melalui grup kelas ini kepala sekolah dapat memantau dan melakukan pembimbingan kepada siswa dan guru baik dalam hal pembelajaran maupun hal-hal yang lain.

Menghargai kesuksesan dan keteladanan merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan prestasi. Sebagai contoh kepala sekolah selalu hadir lebih dulu dibanding guru dan pulang sesuai jam kerja.

Baca juga:   Penjumlahan Bilangan Bulat dengan Alat Peraga Sewa Kupu

Selain motivasi diberikan pada siswa, motivasi juga diberikan kepada guru. Motivasi yang diberikan kepada guru adalah kemampuan mengatur lingkungan kerja, mengatur sarana prasarana. Kemudian kemampuan menetapkan prinsip penghargaan dan dokumen.

Kemampuan mengatur lingkungan kerja yang dilakukan adalah dengan mengatur ruang kepala sekolah, ruang guru, ruang kelas, ruang UKS, ruang ibadah dan halaman sekolah. Kepala sekolah harus mampu mengatur lingkungan sekolah yang nyaman dan aman sehingga mendukung proses pembelajaran berlangsung dengan tertib dan disiplin.

Kemampuan mengatur sarana prasarana yang dilakukan adalah dengan cara melengkapi saran prasarana yang belum dimiliki. Pemberian motivasi yang diberikan kepala sekolah kepada guru yang terakhir adalah kemampuan menetapkan prinsip penghargaan dan hukuman kepada guru.

Dengan pemberian motivasi siswa dan guru (MSG) ternyata di masa pandemi Covid-19 SD Negeri Paremono 4 dapat meraih prestasi yaitu juara 2 lomba MC Dwi Bahasa (Inggris dan Jawa) tingkat Kabupaten Magelang. Selain itu juara 1 lomba bercerita dalam bahasa Jawa yang diselenggarakan SMP Kanisius Muntilan, pesertanya ada yang dari DIY. (pm1/lis)

Kepala SDN Paremono 4, Mungkid, Kabupaten Magelang

Author

Populer

Lainnya