Menumbuhkan Kesadaran Prokes Sejak Usia Dini dengan Metode Berkisah

Oleh : Sri Rahayu

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Anak anak sering luput dari perhatian orang tua terkait anjuran pemerintah mengenai prokes (protokol kesehatan), seperti memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjauhi kerumunan, menjaga jarak, mengurangi mobilitas kegiatan di luar rumah.

Orang dewasa hanya melakukan itu untuk dirinya sendiri. Biasanya hanya bilang, “ayo cuci tangan sebelum makan!”. Kata-kata itu yang sering muncul pada diri orang tua untuk anak-anaknya yang masih balita. Dan anak anak sendiri hanya tahu dari orang tuanya harus pakai masker, tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.

Apalagi kedua orang tua yang sibuk bekerja, ketemu berapa jam dengan anaknya hanya di saat malam. Mereka tidak sempat memberikan penjelasan, anak anak hanya melihat bahwa orang tua mereka memakai masker.

Taman Pengasuhan Anak Pelangi Nusantara 05, adalah lembaga yang memberikan layanan bagi anak anak yang ditinggal bekerja kedua orang tuanya. Pagi saat mereka datang ada yang memakai masker ada yang bilang lupa, ada yang mamanya kelupaan, tertinggal di mobil dan lainnya.

Padahal dari pihak pengelola TPA tersebut ada keharusan memakai masker, lalu dicek suhu dan cuci tangan sebelum masuk, tetapi masih saja ada orang tua yang lalai dengan aturan aturan tersebut. Bahkan seringkali diberikan masker baru untuk anak anak, keesokan harinya sudah lupa.

Baca juga:   Rahasia Mendidik Anak di Rumah

Keadaan yang masih pandemi tentu saja masih membahayakan saat anak anak bermain bersama teman temannya tanpa memakai masker, dan kadang lupa saat asyik bermain mereka saling berdekatan, walaupun bunda-bunda pendamping di TPA selalu memperingatkan mereka.

Kenapa mereka melalukan itu dan cenderung lupa? Karena mereka hanya mengikuti perintah baik itu dari orang tuanya maupun dari bunda-bunda pendamping. Perintah untuk memakai masker, perintah untuk mencuci tangan, perintah untuk menjaga jarak, itu semua perintah yang dikirimkan ke dalam otaknya.

Mereka belum memahami apa arti perintah tersebut. Yang mereka tahu, saat diperintah, mereka melakukan, jika tidak diperintah, mereka tidak melakukan. Karateristik anak usia dini salah satunya adalah rasa ingin tahu yang tinggi (Masitoh dkk, dalam Strategi Pembelajaran 2009:2.13). Jika rasa ingin tahu anak diabaikan maka mereka akan menjadi pribadi yang tidak peduli dengan keadaan sekitarnya.

Dan untuk mengeksplorasi rasa ingin tahunya yang tinggi, maka penulis mencoba membuat staregi bagaimana caranya menumbuhkan kesadaran dan pemahaman tentang apa itu prokes. Penulis mencoba memberikan solusi dengan metode berkisah melalui media gambar. Gambar dengan warna-warna yang mencolo, dan besar membuat anak lebih tertarik untuk memperhatikan apa yang kita sampaikan.

Baca juga:   Antusiasme Guru Mengikuti Pelatihan Sagusabu

Gambar halaman pertama dengan gambar virus corona yang berwarna-warni. Lalu halaman kedua gambar dua orang anak yang berbicara berdekatan tidak menggunakan masker dan dikelilingi oleh virus corona yang banyak. Halaman ketiga gambar anak yang sakit dan bergejala.

Halaman keempat gambar dengan tulisan pencegahan yaitu gambar anak memakai masker saat bermain dengan teman dan menjaga jarak, gambar cuci tangan pakai sabun di air mengalir. Dan halaman terakhir adalah gambar rumah dengan tulisan lebih aman bermain di rumah bersama keluarga. Dengan lima halaman, anak-anak akan sangat mudah mengingat, sederhana dan mudah dipahami.

Dari masalah yang ada dan mencoba mengedukasi anak anak yang ada di TPA Pelangi Nusantara 05, dengan metode yang disukai anak-anak. Diharapkan dapat memberikan solusi yang tepat, tidak hanya untuk anak anak di TPA saja, tetapi bisa dijadikan contoh di berbagai lembaga PAUD. (unw/ton)

Pengelola PAUD Pelangi Nusantara 05 Kab. Semarang

Author

Populer

Lainnya