Efektivitas Pembelajaran melalui Pendekatan Contektual Teaching and Learning

Oleh : Wiwik Mubarikah,S.Pd.SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, KETIKA kita membicarakan tentang pendidikan, kita merasa bahwa kita sedang membicarakan permasalahan yang kompleks dan sangat luas.

Mulai dari masalah peserta didik, guru, menejemen pendidikan, kurikulum fasilitas proses belajar mengajar dan lain sebagainya.

Salah satu masalah yang banyak dihadapi dalam dunia pendidikan kita adalah lemahnya kualitas proses pembelajaran yang dilaksanakan guru disekolah.

Menjadikan siswa aktif, kreatif dan menjadi seorang problem solver yang baik tentunya bukan hal yang mudah, anak harus mempunyai kemampuan berpikir yang baik.

Guru harus bekerja keras mengubah gaya mengajarnya dengan memberi peluang dan kesempatan kepada anak untuk mengeksplorasi pengetahuannya secara lebih mandiri.

Salah satu trend atau arah pembelajaran sekolah saat ini untuk menciptakan pembelajaran menjadi lebih bermakna adalah penggunaan konteks dalam pembelajaran. Inovasi tersebut seperti Contextual Teaching and Learning (CTL).

Menurut Suyanto (2003:1) CTL dapat membuat siswa terlibat dalam kegiatan yang bermakna yang diharapkan dapat membantu mereka mampu menghubungkan pengetahuan yang diperoleh di kelas dengan konteks situasi kehidupan nyata.

Pembelajaran dengan peran serta lingkungan secara alami akan memantapkan pengetahuan yang dimiliki siswa. Belajar akan lebih bermanfaat dan bermakna jika seorang siswa mengalami apa yang dipelajarinya bukan hanya sekedar mengetahui.

Baca juga:   Meningkatkan Keterampilan Menyimak dengan Model Pembelajaran Kooperatif

Belajar tidak hanya sekedar menghafal tetapi siswa harus dapat mengonstruksikan pengetahuan yang dimiliki dengan cara mengaplikasikan pengetahuan yang dimiliki pada realita kehidupan sehari-hari. tidak harus dilakukan didalam ruang kelas, tetapi bisa dilakukan di laboratorium,tempat kerja ,sawah atau tempat-tempat lainnya.

Proses pembelajaran yang dilakukan peserta didik, diawali dan proses bertanya dilakukan denagan tujuan yaitu: Membangun perhatian, minat, sikap dan keingin tahuan.b. Membangun interaksi antar siswa yang satu dengan lainnya.c. Membangun interaksi antara siswa dengan guru.d. Membangun interaksi antara siswa dengan lingkungannya secara kontektual.

Tujuan pembelajaran CTL. Memotivasi siswa untuk memahami materi pelajaran yang dipelajari dengan mengaitkamateri dengan kontrk kehidupan sehari-hari. 2. Agar tidak hanya sekedar menghafal tetapi perlu adanya pemahaman.3.

Menekankan pada pengembangan minat pengalaman siswa. 4. Melatih siswa agar dapat berfikir dan terampil dalam memproses pengetahuan agar dapat menemukan dan menciptakan sesuatu yang bermanfaat.5. Agar pembelajaran lebih produktif dan bermakna.6. Agar sisawa secara individu dapat menemukan dan mentransfer informasi dan dapat menjadikan informasi miliknya sendiri.

Strategi pembelajaran CTL(Contextual Teaching Learning)

Strategi pembelajaran CTL yang perlu dikembangkan oleh guru secara kontekstual antara lain: Pembelajaran berbasis masalah. Menggunakan konteks yang beragam. Mempertimbangkan kebhinekaan siswa. Memberdayakan siswa untuk belajar sendir. Belajar melalui kolaborasi. Menggunakan penilaian autentik. Mengejar standar tinggi.

Baca juga:   Hasil Belajar Matematika Meningkat dengan Pembelajaran Kontekstual

Kelebihan dan Kekurangan Pembelajaran CTL. Kelebihan dari pembelajaran CTL (Contextual Teaching Learning)Adalah: Pembelajaran menjadi lebih bermakna dan riil. Pembelajaran lebih produktif dan mampu menumbuhkan penguatan konsep kepada siswa karena metode belajar melalui mengalami ”bukan” menghafal ”

Kata kontektual berasal dari kata conteks yang berarti “ hubungan “atau pendekatan pembelajaranyang menekankan kepada proses keterlibatan siswa secara penuh untuk menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkannya dengan situasi kehidupan nyata sehingga mendorong siswa untuk menerapkannya dalam kehidupan mereka

Pembelajaran CTL adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya denagan situasi dunia nyata dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan menerapkan kehidupan sehari-hari,dengan melibatkan tujuh komponen utama dalam pembelajaran CTLyaitu Kontruktivisme, inquiri,bertanya,modeling,dll.Pembelajaran kontektual bertujuan membekali siswa dengan pengetahuan yang lebih bermakna, secara fleksibel dapat diterapkan dari suatu permasalahan kepermasalahan lain dan dari satu kontek ke kontek lainnya. (ips1/zal)

Guru SDN Gebangsari 03, Kota Semarang

Author

Populer

Lainnya