Pentingnya Media Konkret dalam Matematika

Oleh : Trisnaningsih, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Matematika merupakan suatu ilmu yang mendasari perkembangan teknologi modern. Sehingga mempunyai pesan penting dalam berbagai disiplin ilmu dan mengembangkan daya pikir manusia.

Penguasaan matematika merupakan hal yang sangat penting diberikan pada siswa, sebagai bekal untuk berpikir logis, analisis, sistematis, kritis, dan kreatif. Namun kenyataannya di SD Negeri 05 Kebondalem menunjukkan bahwa aktivitas siswa untuk belajar matematika masih rendah.

Salah satu materi matematika yang diajarkan di SD Negeri 05 Kebondalem adalah materi pengurangan. Materi ini harus dikuasai dan dipahami oleh siswa, sehingga dapat dijadikan landasan untuk mempelajari materi berikutnya.

Kenyataan di lapangan, hasil belajar yang dicapai siswa kelas I SD Negeri 05 Kebondalem masih rendah. Hal ini menjadi indikasi rendahnya aktivitas siswa dalam pembelajaran, disebabkan kurangnya media yang digunakan guru dalam menyampaikan materi pelajaran.

Media konkret ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Secara harfiah media diartikan sebagai perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan.

Media menurut Briggs (dalam Mulyani Sumantri, 2004:176) adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta perangsang peserta didik untuk belajar contoh: buku, film, kaset, film bingkai dan sebagainya.

Baca juga:   Talking Stick Tingkatkan Hasil Belajar Matematika Bangun Ruang

Sadiman (2002:6) mengatakan kata media berasal dari kata medium yang berarti perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat, serta perhatian siswa agar proses belajar terjadi.

Latuheru (dalam Hamdani, 2005:9) menyatakan media pembelajaran konkret berfungsi untuk menarik minat siswa terhadap materi pembelajaran yang disajikan. Keuntungan penggunaan media konkret dalam pembelajaran antara lain membangkitkan ide-ide atau gagasan-gagasan yang bersifat konseptual, sehingga mengurangi kesalahpahaman siswa dalam mempelajarinya.

Meningkatkan minat siswa untuk materi pelajaran, memberikan pengalaman-pengalaman nyata yang merangsang aktivitas diri sendiri untuk belajar. Nasution dalam Sri Subarinah (2006:1) menyatakan, istilah matematika berasal dari bahasa Yunani, mathein atau manthenin yang berarti mempelajari.

James dan James (dalam Karso, 2001:15) dalam kamus matematikanya mengatakan, “Matematika adalah ilmu tentang logika mengenai bentuk, susunan, besaran dan konsep-konsep yang berhubungan satu dengan yang lainnya. Dengan jumlah yang banyak terbagi kedalam tiga bidang, yaitu aljabar, analisis, dan geometri”.

Menurut Kline (dalam Karso, 2001:17) mengatakan, “Matematika itu bukanlah pengetahuan menyendiri yang dapat sempurna karena dirinya sendiri, tetapi adanya matematika itu terutama untuk membantu manusia dalam memahami dan mengatasi permasalahan social, ekonomi dan alam”.

Baca juga:   Penguasaan Keterampilan Berbicara Offering Help dengan 6M

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan SD (2006:26), matematika bertujuan agar siswa memiliki kemampuan memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antarkonsep dan mengaplikasikan konsep atau logaritma, secara luwes, akurat, efisien dan tepat, dalam pemecahan masalah.

Menggunakan penalaran pada pola dan sifat; melakukan manipulasi matematika dalam membuat generalisasi, menyusun bukti, atau menjelaskan gagasan dan pernyataan matematika.

Dalam sistem pendidikan nasional rumusan tujuan pendidikan, baik tujuan kurikuler maupun tujuan instruksional, menggunakan klasifikasi hasil belajar dari Benyamin Bloom secara garis besar membagi hasil belajar menjadi tiga ranah, yakni ranah kognitif, ranah efektif, dan ranah psikomotoris (Sudjana, 2005:22).

Berdasarkan hasil temuan dan pembahasan tentang penggunaan media konkret pada pembelajaran matematika materi pengurangan pada siswa kelas I SDN 05 Kebondalem, digunakan siswa secara langsung pada proses pembelajaran dan dilaksanakan sesuai langkah-langkah yang telah disusun dalam RPP. Penggunaan media konkret dapat meningkatkan aktivitas siswa pada saat pembelajaran matematika kelas I SD Negeri 05 Kebondalem. (ip2/lis)

Guru SD Negeri 05 Kebondalem

Author

Populer

Lainnya