Meningkatkan Kelincahan dengan Permainan Gobak Sodor

Oleh : Nidhomudin, S.Pd, M.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Permendikbud Nomor : 024 Tahun 2016 tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan untuk Sekolah Dasar atau sederajat mengatur rambu-rambu penyampaian materi pembelajaran pada peserta didik.

Hal ini berfungsi sebagai haluan dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran.

Di peraturan menteri juga dicamtumkan 4 kompetensi atau standar ketuntasan. Yaitu kompetensi sikap spiritual/keagamaan, kompetensi sikap sosial; kompetensi pengetahuan/kognitif dan kompetensi keterampilan/psikomotor.

Keempat hal tersebut dapat dicapai melalui tiga kegiatan utama yaitu intrakurikuler, kokurikuler dan ekstrakurikuler.

Pembelajaran di kelas IV semester 2 tahun 2019-2020 SD Negeri Sudipayung Kecamatan Ngampel Kabupaten Kendal, ompetensi yang harus dilaksanakan untuk mencapai tujuan pendidikan adalah sebagai berikut : untuk pengetahuan/kognitif (3.5) adalah memahami berbagai bentuk aktivitas kebugaran jasmani melalui berbagai latihan; daya tahan, kekuatan, kecepatan, dan kelincahan untuk mencapai berat badan ideal.

Sedang pada kompetensi keterampilan/psikomotor (4.5) adalah mempraktikkan berbagai aktivitas kebugaran jasmani melalui berbagai bentuk latihan; daya tahan, kekuatan, kecepatan, dan kelincahan untuk mencapai berat badan ideal.

Guna mencapai target ketuntasan pada kompetensi dasar ini menggunakan pendekatan permainan tradisional yaitu gobak sodor. Gobak sodor adalah permainan tradisional yang dilaksanakan secara beregu atau berkelompok, tidak menggunakan alat. Permainan ini menggunakan lapangan berbentuk persegi panjang dengan 6 atau 8 kotak di dalamnya (sesuai kebutuhan dan dibandingkan dengan jumlah murid yang mengikuti kegiatan pembelajaran) dan dilakukan di tanah lapang.

Baca juga:   Belajar dari Rumah dengan Google Classroom dan WhatsApp

Permainan ini mengandung berbagai sifat atau karakter untuk mendukung perkembangan fisik dan psikologis peserta didik seperti pada aspek psikologis. Yaitu kejujuran, ketepatan mengambil keputusan, kerja sama tim, saling menghargai, ketaatan atau kepatuhan. Sedang dari aspek fisik, yaitu kecepatan dan kelincahan.

Hartati, dkk (2012: 3) menyampaikan melalui kegiatan bermain, anak dapat memetik berbagai manfaat perkembangan aspek fisik-motorik, kecerdasan dan sosio emosional. Ahli lain menyampaikan permainan tradisional adalah aktivitas budaya yang terdiri dari unsur-unsur gerak, seni, nilai lokal dan budaya yang tersebar di dalam masyarakat (Madetaro dalam Darminiasih, dkk. 2014:4).

Serta menurut Christiyati, dkk (dalam Saputro, 2013:17) bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam permainan tradisional yaitu nilai demokrasi, pendidikan, kepribadian, kesehatan dan persatuan. Dari ketiga pendapat tersebut diketahui bahwa dengan permainan tradisional gobak sodor sebagai sarana pembelajaran peserta didik bisa lebih mudah untuk memaksimalkan kegiatan pembelajaran yang dilakukan dengan bimbingan dan arahan guru untuk memperoleh ketuntasan yang diharapkan pada tiap-tiap kompetensi dasar yang dilaksanakan.

Baca juga:   Pendekatan BBM Kebhinnekaan Cegah Intoleransi dan Radikalisme

Tahapan dalam permainan gobak sodor adalah sebagai berikut : membagi peserta didik menjadi 4 kelompak. Hompimpah untuk menentukan urutan dan menentukan regu pemain dan regu penjaga.

Permainan dibatasi waktu (kesepakatan). Nilai dihitung untuk regu pemain apabila dapat menuju daerah seberang tanpa tersentuh. Apabila waktu habis regu pemain semua tersentuh maka terjadi pergantian permainan dan waktu pergantian dicatat oleh juri. Pemenang ditentikan oleh banyaknya nilai/paling cepat menyentuh regu pemain saat permainan.

Peserta didik dapat bermain dengan baik apabila mampu menyumbangkan nilai/poin kepada regunya. Berarti yang bersangkutan mempunyai kemampuan dalam menghindari sentuhan regu penjaga, yang menandakan bahwa tingkat kelincahan peserta didik baik. Dari kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan dengan 24 peserta didik terdapat 19 anak yang memperoleh nilai berkategori baik dengan rentang nilai 80 sampai 90 atau berkisaran pada 79,2 % dan 5 peserta didik atau 20,8 % anak yang mendapat nilai dengan rentang 71-80 dan berkategorikan cukup. (pg2/lis)

Guru SDN Sudipayung, Kec. Ngampel, Kabupaten Kendal

Author

Populer

Lainnya