CPS Tingkatkan Kompetensi Edar Bumi dan Bulan

Oleh : Larasati, S.Pd.SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan salah satu cabang ilmu yang mempelajari peristiwa-peristiwa alam semesta khususnya dalam kehidupan sehari-hari.

Hampir seluruh peristiwa yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari ada kaitannya dengan IPA.

Salah satu dari banyak peristiwa itu adalah tata surya. Tata surya merupakan cabang IPA yang mempelajari matahari beserta benda-benda langit yang mengelilinginya.

Mulai dari planet, meteor, asteroid, sampai satelit bahkan bintang. Benda-benda langit tersebut memiliki orbit berbentuk sama ketika mengelilingi matahari yaitu berbentuk elips.

Di antara benda-benda langit tersebut ada dua benda yang tak asing bagi kita yaitu bumi, planet yang kita tempati. Dan satelit bumi yaitu bulan. Bumi dan bulan melakukan gerakannya sendiri yaitu gerakan berputar pada porosnya atau yang lebih dikenal dengan rotasi.

Selain itu bumi dan bulan juga melakukan gerakan revolusi yaitu jika bumi mengelilingi matahari dan bulan mengelilingi bumi sekaligus mengelilingi matahari bersama bumi.

Kedua benda langit tersebut setiap hari kita temui, namun kenyataannya tidak semua peserta didik memahami akan gerakan-gerakan tersebut juga peristiwa yang diakibatkan gerakan bumi dan bulan.

Peserta didik kelas VI SD Negeri 01 Tegalsuruh, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan secara nyata belum bisa menangkap bagaimana bumi atau bulan berotasi maupun berevolusi. Karena kedua hal tersebut tidak bisa disaksikan secara langsung dan tidak bisa dirasakan.

Baca juga:   Mengasyikkan, Pembelajaran Pidato Persuasif dengan Twenty Questions

Oleh karena itu kompetensi peserta didik dalam memahami gerak edar bumi dan bulan masih sangat lemah bahkan di bawah KKM sekolah yaitu 65.

Dari permasalahan tersebut maka penulis mencoba mencari alternatif dengan model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) di SD Negeri 01 Tegalsuruh. CPS merupakan representasi dimensi-dimensi proses yang alami, bukan suatu usaha yang dipaksakan.

Menurut Nurcahyo, 2005 (dalam Rosalin, 2008:57) menyatakan model Creative Problem Solving (CPS) adalah suatu model pembelajaran yang berpusat pada keterampilan pemecahan masalah yang diikuti dengan penguatan kreatiftas. Ada banyak kegiatan yang melibatkan kreatiftas dalam pemecahan masalah. Seperti riset dokumen, pengamatan terhadap lingkungan sekitar, kegiatan yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan, dan penulisan yang kreatif.

Langkah-langkah pembelajaran CPS, pertama siswa membentuk kelompok kecil untuk melakukan small discussion. Tiap kelompok terdiri atas 4-5 siswa yang dibentuk oleh guru dan bersifat permanen.

Langkah kedua siswa bersama kelompoknya memutuskan strategi pemecahan masalah dan melaksanakan strategi yang dipilih dalam memecahkan masalah dengan argumen atau pendapat-pendapat yang telah diajukan.

Baca juga:   Pembelajaran Berbasis Masalah Tingkatkan Analisa Siswa

Langkah ketiga peneliti bersama siswa mengklarifkasikan permasalahan dalam proyek tersebut. Sehingga siswa mengetahui solusi yang diharapkan dari proyek tersebut secara individual. Langkah keempat siswa mengerjakan pop quiz yang ditampilkan dengan media pembelajaran dan guru memberikan poin bagi siswa yang mampu memecahkan permasalahan.

Sebelum menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe CPS (Creative Problem Solving) siswa cenderung malas untuk mengikuti pembelajaran di kelas. Padahal peneliti sudah berusaha untuk menyampaikan materi pembelajaran dengan berbagai model agar siswa lebih antusias mengikuti pembelajaran.

Setelah model pembelajaran kooperatif tipe CPS (Creative Problem Solving) diterapkan dalam pembelajaran pada materi edar bumi dan bulan. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan hasil penelitian. Dapat disimpulkan bahwa proses pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe CPS (Creative Problem Solving) dapat meningkatkan kompetensi materi peredaran bumi dan bulan pada siswa yang signifikan. (gb1/lis)

Guru SDN 01 Tegalsuruh, Kec. Sragi, Kabupaten Pekalongan

Author

Populer

Lainnya