Peningkatan Hasil Belajar Kimia dengan Metode Inquiry Based Learning

Oleh : Dra Sri Sumiyati

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Belajar kimia memerlukan keterampilan dari seorang guru agar anak didik mudah memahami materi yang diberikan guru. Jika guru kurang menguasai stategi mengajar maka siswa akan sulit menerima materi pelajaran dengan sempurna.

Guru dituntut memberikan inovasi dan berkreasi dalam melaksanakan pembelajaran. Sehingga hasil belajar siswa memuaskan. Apalagi di sekolah SMK, pelajaran kimia tersebut termasuk pelajaran umum.

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan di SMK Negeri 3 Semarang ternyata hasil belajar kimia siswa kelas X masih rendah. Yaitu rata-rata untuk materi larutan asam dan basa adalah 75,43 dengan ketuntasan klasikal 40 persen.

Rendahnya hasil belajar kimia di kelas X SMK Negeri 3 Semarang tersebut menunjukan rendahnya pemahaman siswa terhadap konsep kimia. Hal ini disebabkan pembelajaran didominasi dengan metode ceramah yang berpusat pada guru.

Guru lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran sebagai pemberi pengetahuan bagi siswa. Akibatnya siswa memiliki banyak pengetahuan tetapi tidak dilatih untuk menemukan pengetahuan dan konsep. Sehingga siswa cenderung lebih cepat bosan dalam mengikuti pelajaran yang berdampak pada rendahnya hasil belajar.

Hasil wawancara dengan siswa tentang permasalahan dalam mata pembelajaran kimia antara lain, kesulitan dalam memahami dan menghafal konsep kimia yang abstrak. Kesulitan dalam hitungan kimia karena kurangnya latihan. Kesulitan mengaitkan konsep dengan kehidupan sehari-hari yang mereka alami atau dilingkungan sekitar.

Baca juga:   Integrasi Mapel Solusikan PJJ kreatif

Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan melakukan terobosan dalam pembelajaran kimia sehingga tidak menyajikan materi yang bersifat abstrak tetapi juga harus melibatkan siswa secara langsung di dalam pembelajaran. Salah satunya adalah dengan menerapkan metode pembelajaran dengan pendekatan IBL (Inquiry Based Learning).

Pendekatan ini diharapkan dapat menarik minat siswa untuk belajar kimia sehingga diharapkan hasil belajarnya akan meningkat. Karena siswa diajak langsung untuk mencari informasi, melakukan penyelidikan atau percobaan untuk menemukan konsep tentang materi pelajaran.

Kata “inquiry” berasal dari bahasa Inggris yang berarti mengadakan penyelidikan, menanyakan keterangan, melakukan pemeriksaan (Echols dan Hassan Shadily, 2003: 323).

Sedangkan menurut Gulo (2005:84) inkuiri berarti pertanyaan atau pemeriksaan, penyelidikan. Inquiry is defined as aseeking for truth, information or knowledge —seeking information by questioning.

Pendekatan IBL adalah suatu pendekatan yang digunakan dan mengacu pada suatu cara untuk mempertanyakan, mencari pengetahuan (informasi), atau mempelajari suatu gejala. Pembelajaran dengan pendekatan IBL selalu mengusahakan agar siswa selalu aktif secara mental maupun fisik.

Materi yang disajikan guru bukan begitu saja diberitahukan dan diterima oleh siswa, tetapi siswa diusahakan sedemikian rupa sehingga mereka memperoleh berbagai pengalaman dalam rangka “menemukan sendiri” konsep-konsep yang direncanakan oleh guru.

Baca juga:   Kerjakan Soal-Soal Trigonometri dengan Kuis

Sasaran utama kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan pendekatan IBL ini yaitu keterlibatan siswa secara maksimal dalam proses kegiatan belajar mengajar. Dan mengembangkan sikap percaya pada diri sendiri (self-belief) pada diri siswa tentang apa yang ditemukan dalam proses inkuiri.

Pembelajaran dengan pendekatan inkuiri dapat menggunakan berbagai macam metode. Apapun metode yang dipilih hendaknya tetap mencerminkan ciri-ciri pembelajaran dengan pendekatan inkuiri. Ada beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan dengan pendekatan inkuiri, antara lain: tanya jawab, diskusi, demokrasi, eksperimen dan lain-lain.

Bertolak dari pembahasan di atas maka saran-saran yang dapat peneliti ajukan kepada peserta didik perlu memperbanyak latihan berkaitan dengan materi belajar kimia sehingga akan dapat menguatkan kemampuan.

Dan perlunya bertanya pada teman yang lebih pandai dalam mata pelajaran kimia agar berhasil dalam belajarnya. Perlunya kreativitas untuk mempergunakan daya nalar dan daya pikir untuk mempelajari kimia, setiap saat di manapun kita berada bisa mempelajari kimia. (ips1/lis)

Guru SMK Negeri 3 Semarang

Author

Populer

Lainnya