Media Flash Card Bikin Senang Siswa Belajar Bumiku

Oleh : Ratna Setiawati, S.Pd.SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Media merupakan bentuk jamak dari medium, yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Secara khusus, kata tersebut dapat diartikan sebagai alat komunikasi yang digunakan untuk membawa informasi dari satu sumber kepada penerima.

Dikaitkan dengan pembelajaran, media dimaknai sebagai alat komunikasi yang digunakan dalam proses pembelajaran untuk membawa informasi berupa materi ajar dari pengajar kepada peserta didik sehingga peserta didik menjadi lebih tertarik untuk mengikuti kegiatan pembelajaran.

Permasalahan yang penulis alami adalah hasil belajar peserta didik kelas VI SDN 02 Harjosari Doro pada materi “Bumiku” telah gagal dalam pembelajaran. Terbukti hasil ulangan peserta didik di bawah kriteria ketuntasan Minimal.

Rasa malas bisa juga muncul karena siswa belajar dengan metode yang kurang sesuai dengan kemampuannya menyerap ilmu. Penting sekali untuk mengedukasi siswa perihal pentingnya mengenal diri masing-masing.

Kalau siswa tahu metode belajar seperti apa yang membuat mereka mudah mencerna pelajaran, tentu segalanya jadi lebih mudah.

Maka penulis menyadari, pembelajaran dengan model apapun jika tanpa media yang akan membantu pembelajaran kurang menyenangkan. Kemudian penulis menambahkan media pembelajaran yaitu dengan media flash card. Adalah media pembelajaran dalam bentuk kartu bergambar yang berukuran 25×30 cm.

Baca juga:   Peningkatan Kedisiplinan Guru dengan Reward and Punishment

Gambar-gambar yang dibuat menggunakan tangan atau foto atau memanfaatkan gambar atau foto yang sudah ada yang ditempelkan pada lembar-lembar flash card. gambar-gambar yang ada pada flash card merupakan rangkaian pesan yang disajikan dengan keterangan setiap gambar yang di cantumkan pada bagian belakang kartu (Susilana, dan Riyana, 2009: 94).

Ada beberapa cara dalam pembuatan media flash card, yakni : Pertama, siapkan kertas yang agak tebal seperti kertas duplek dari bahan kardus. Kertas ini berfungsi untuk menyimpan atau menempelkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran.

Kedua, kertas tersebut diberikan tanda dengan pensil atau spidol dan menggunakan penggaris, untuk menentukan ukuran 25×30 cm. Ketiga, potong-potong kertas duplek tersebut dapat menggunakan gunting atau pisau cutter hingga tepat berukuran 25×30 cm.

Buatlah kartu-kartu tersebut sejumlah gambar yang akan ditempelkan atau sejumlah materi yang akan disampaikan. Keempat, selanjutnya, jika objek gambar akan langsung dibuat dengan tangan, maka kertas alas tadi perlu dilapisi dengan kertas halus untuk menggambarkan, misalnya kertas HVS, kertas concort atau kertas karton.

Baca juga:   Belajar Sejarah Indonesia Lebih Bermakna dengan Sosiodrama

Kelima, mulailah menggambar dengan menggunakan alat gambar seperti kuas, cat air, spidol, pensil warna, atau membuat desain menmggunakan komputer dengan ukuran yang sesuai lalu setelah selesai ditempelkan pada alas tersebut. Keenam, jika gambar yang akan tempel memanfaatkan yang sudah ada. Ketujuh, pada bagian akhir adalah memberikan tulisan pada bagian kartu-kartu tersebut sesuai dengan nama objek yang ada di depannya.

Dengan penerapan metode yang sesuai dan media flash card dalam pembelajaran peserta didik semakin bersemangat untuk belajar karena dengan media visual dapat dapat menggugah emosi dan sikap siswa. Dengan kartu memperlancar pencapaiaan tujuan untuk memahami dan mengingat informasi atau pesan yang terkandung dalam gambar. Terbukti hasil belajar siswa meningkat rata-rata 70% tuntas. (pg1/ton)

Guru Kelas VI SDN 02 Harjosari Kec Doro Kab. Pekalongan

Author

Populer

Lainnya