Belajar Peluang Usaha Asyik dari PKL di Sekitar Kita

Oleh: Amin Prajogo

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Kewirausahaan sebuah keniscayaan bagi siswa SMK untuk membuka sebuah usaha. Ini menjadi tantangan bagi guru yang mengajar Produk Kreatif dan Kewirausahaan di SMK dan SMA karena sudah dibekali dengan ilmu kewirausahaan.

Guru dituntut memberikan bekal yang cukup dan menarik untuk siswa mau berwirausaha, dan jangan hanya jadi pegawai atau karyawan sebuah perusahaan.

Walaupun sudah mencapai jabatan manager paling tertinggi tetaplah sebagai karyawan sebuah perusahaan, kecuali manager merangkap sebagai pemilik usaha. Mapel Kewirausahaan harus bisa membekali siswa untuk mengenal usaha mandiri, memahami pentingnya berwirausaha, dan mau membuka sebuah usaha untuk menjadi seorang wirausaha.

Salah satu materi dalam mapel Produk Kreatif dan Kewirausaha ini adalah “Hakekat Wirausaha dan Kewirausahaan” yang di dalamnya ada materi tentang peluang usaha.

Dalam mendifinisikan peluang usaha, peserta didik kerap mengalami kesulitan, dan belum bisa mengerti sesuai yang diharapkan dalam tuntutan kurikulum.

Hal ini dilihat dalam mempresentasikan di muka kelas, siswa gagal focus, dan belum memahami secara benar tentang pengertian, karakteristik, syarat-syarat menjadi wirausaha, serta kebaikan dan kerugian menjadi wirausaha.

Demikian juga siswa yang penulis ajar di kelas XI OTKP 1 dan XI OTKP 2 SMK Negeri 1 Purwodadi dalam mendefinisikan tentang peluang usaha. Kali pertama, kita harus memperkenalkan beberapa pengertian peluang usaha dengan berbagai referensi yang ada, baik secara digital maupun non digital, seperti buku-buku pelajaran yang relevan dengan materi SMK.

Baca juga:   Permainan Dadu dalam Pembelajaran Matematika

Pemahaman tersebut perlu melihat dari pendapat pakar atau ahli ekonomi yang dapat memberikan pencerahan secara benar dan mudah dipahami oleh siswa SMK.

Arif F Hadiparanata menyebutkan, peluang usaha adalah sebuah risiko yang harus diambil dan dihadapi untuk mengelola dan mengatur segala urusan yang ada hubungan dengan finansial. Sedangkan pendapat Thomas W Zimmerer, peluang usaha adalah sebuah terapan yang terdiri atas kreativitas dan inovasi untuk memecahkan masalah dan melihat kesempatan yang dihadapi setiap hari.

Adapun pendapat Robbin and Coulter, peluang usaha adalah sebuah proses yang melibatkan individu atau kelompok yang menggunakan usaha dan sarana tertentu untuk menciptakan suatu nilai tumbuh guna memenuhi sebuah kebutuhan tanpa memperhatikan sumber daya yang digunakan.

Dari tiga pendapat ahli di atas, maka peluang usaha harus bisa dimengerti oleh pelaku usaha yang akan membuka usaha, dan harus tahu mana yang dikatakan peluang usaha dan bisa diambil untuk membuka usaha. Kesulitan siswa dalam mendefinisikan peluang usaha sangat perlu kita perhatikan.

Perlu dilakukan pemecahan masalah yang sangat mendasar, serta tindakan nyata dalam memperkenalkan dan memahami arti dan makna sesungguhnya tentang peluang usaha yang ada di sekitar kita. Langkah-langkah solusi yang tepat penulis lakukan untuk memperkenalkan peluang usaha kepada peserta didik.

Pertama, menugaskan peserta didik untuk browsing di dunia maya tentang pengertian definisi peluang usaha, dan perlu membaca referensi buku tentang peluang usaha yang dipinjam di perpustakaan agar tahu berbagai pendapat tentang peluang usaha. Kedua, menugaskan peserta didik untuk melakukan pengamatan secara langsung tentang peluang usaha yang ada di sekitar rumah masing-masing, dan di lingkungan sekolah. Siswa melakukan pengamatan objek yang ada, melakukan wawancara, pencatatan, dan diskusi tentang peluang usaha dari para pedagang kaki lima (PKL).

Baca juga:   Tumbuhkan Jiwa Enterplenuer dengan Pembelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan

Ketiga, menugaskan siswa untuk mengomunikasikan pendapatnya di muka kelas. Sedangkan di masa pandemi dengan mengirimkan tugasnya melalui email dan membuat video pengamatan yang di-uploud di Youtube tentang apa yang dilakukan, baik secara berkelompok maupun sendirian sebagai tugas mandiri. Tidak lanjut atau umpan balik terhadap tugas siswa ini dilakukan lewat WhatsApp Group atau Google Class Room agar siswa bisa memahami di mana letak kesalahan dalam membuat penugasan praktik, dan perlu mengulang lagi tugas praktik sesuai SOP dalam jobsheep yang telah diberikan.

Hasil dari penugasan itu secara signifikan telah mengubah perilaku siswa dalam belajar untuk memahami definisi tentang peluang usaha yang ada di sekitar rumah dan sekolah. Perubahan karakteristik ini bisa membuat siswa lebih percaya diri untuk menjadi seorang wirausaha. Ini bisa menjadi bekal siswa untuk mau menjadi wirausaha mengingat sulitnya mencari pekerjaan saat ini. Di sisi lain mereka dapat membuka peluang usaha yang dapat menghidupi diri sendiri dan orang lain di sekitarnya. (unw1/aro)

Guru SMK Negeri 1 Purwodadi, Kabupaten Grobogan

Author

Populer

Lainnya