Tingkatkan Hasil Belajar Virus dengan PBL

Oleh : Slamet Setyanto, S.Pd.,M.M

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pelajaran biologi SMA diajarkan untuk memberikan bekal peserta didik pengetahuan, pemahaman, dan sejumlah kemampuan untuk memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Serta mengembangkan ilmu dan teknologi. Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, maka diterapkan berbagai pendekatan. Di antaranya pendekatan induktif dalam bentuk proses inkuiri ilmiah.

Proses inkuiri ilmiah bertujuan menumbuhkan kemampuan berpikir, bekerja dan bersikap ilmiah, serta berkomunikasi ilmiah. Oleh karena itu, pembelajaran biologi dilakukan dengan menekankan pemberian pengalaman belajar secara langsung melalui penggunaan dan pengembangan keterampilan proses dan sikap ilmiah.

Akan tetapi keadaan di lapangan menunjukkan bahwa pembelajaran biologi yang diaplikasikan lebih banyak pada aspek pengetahuan dan pemahaman konsep. Dampaknya, keterampilan berpikir kritis di kalangan siswa tidak dapat tumbuh sesuai harapan. Banyak siswa yang mengalami kesulitan mempelajari biologi.

Guru juga mengalami kesulitan memusatkan perhatian siswa dalam PBM. Hal ini menyebabkan minat, motivasidan hasil belajar siswa terhadap pelajaran biologi rendah.

Berhubungan dengan hal tersebut, maka perlu dirancang pembelajaran yang dapat meningkatkan keterlibatan siswa dalam PBM biologi. Pembelajaran hendaknya sinergis dengan paradigma baru dalam dunia pendidikan yang berorientasi pada pencapaian kompetensi.

Baca juga:   Praktikum Virtual Gerak Lurus dengan PhET Simulation

Seharusnya tanggung jawab belajar berada pada siswa, meskipun guru tetap bertanggung jawab untuk menciptakan situasi yang pendorong prakarsa, motivasi, dan tanggung jawab siswa untuk bebelajar sepanjang hayat (Depdiknas, 2002). Untuk itu peranan guru lebih bertindak sebagai mediator, fasilitator dan motivator.

PBM yang dirancang harus sesuai situasi dan kondisi sekolah, sehingga pembelajaran menjadi bermakna dan kontekstual.

Salah satu model pembelajaran yang dapat diaplikasikan adalah model pembelajaran berbasis masalah (problem base learning/PBL).

PBL adalah alternatif model pembelajaran inovatif yang dikembangkan berlandaskan paradigma konstruktivistik. Esensi dari model pembelajar tersebut adalah adanya reorientasi pembelajaran yang semula berpusat pada guru menjadi berpusat pada siswa.

Menurut Arends (2012:411) model PBL dilaksanakan dengan lima langkah pembelajaran yaitu : mengarahkan siswa pada masalah, mengorganisasi siswa dalam belajar, membimbing secara individual maupun kelompok melakukan penyelidikan, mengembangkan dan menyajikan hasil karya, dan menganalisis serta mengevaluasi prose pemecahan masalah. Dalam mendukung efektifitas PBL, maka dapat digunakan berbagai macam media dan sumber belajar.

PBL sebagai model pembelajaran mempunyai beberapa kelebihan yaitu menantang kemampuan siswa serta memberikan kepuasan untuk menemukan pengetahuan baru.

Baca juga:   Perlakuan Terhadap Anak Kidal

Meningkatkan motivasi dan aktivitas pembelajaran, membantu siswa dalam mentransfer pengetahuannya untuk memahami masalah dunia nyata, membantu siswa untuk mengembangkan pengetahuan barunya dan bertanggung jawab dalam pembelajara. Mengembangkan kemampuan untuk berpikir kritis dan mengembangkan kemampuan mereka untuk menyesuaikan dengan pengetahuan baru.

Memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengaplikasikan pengetahuan yang mereka miliki dalam dunia nyata, mengembangkan minat siswa untuk secara terus-menerus belajar sekalipun belajar pada pendidikan formal telah berakhir. Memudahkan siswa dalam menguasai konsep-konsep yang dipelajari guna memecahkan masalah dunia nyata (Sanjaya, 2007).

Model PBL pada pembelajaran biologi diterapkan pada pokok bahasan virus, pokok bahasan yang detail dan dianggap sulit, sehingga selama ini hasil belajarnya rendah. Di kelas X SMAN 1 Temanggung, penerapan PBL mendapat respons positif dari siswa. Siswa belajar dengan penuh semangat dan antusias.

Mereka aktif dalam setiap tahapan pembelajaran. Hal ini membuat siswa terlibat langsung untuk memperoleh ilmu yang mereka butuhkan. Sehingga proses belajar semakin bermakna. Hal ini berbanding lurus dengan hasil penilaian harian siswa pokok bahasan virus yang meningkat dan memuaskan. (dd1/lis)

Guru Biologi SMAN 1 Temanggung

Author

Populer

Lainnya