Belajar Prakarya dengan Membuat Media Peta Konsep Mandiri

Oleh: Darmayani, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, KURIKULUM yang di pergunakan semua jenjang sekolah saat ini adalah kurikulum 2013.. Salah satu mata pelajaran yang diperkenalkanpada kurikulum 2013 adalah mata pelajaran Prakarya. Mata pelajaran ini lebih banyak menekankan pada aspek psikomotor.

Pandemi Covid -19 mewabah di Indonesia sejak tahun 2020 silam. Hal ini banyak membawa perubahan pada kehdupan manusia, termasuk di Indonesia.Sekolah berubah polanya dari pembelajaran tatap muka ke pola daring.

Pembelajaran Prakarya secara daring sudah di lakukan oleh penulis untuk siswa kelas VIII SMP Negeri 6 Salatiga tentang materi limbah lunak. Penulis memilih materi Limbah Lunak karena limbah lunak bisa ditemukan di sekitar rumah para peserta didik, tanpa mencari di areal yang jauh.

Peserta didik dapat menggunakan berbagai limbah lunak seperti kardus, kertas koran, botol botol plastik bekas yang mereka temukan di sekitar mereka untuk membuat Media Peta Konsep tentang materi limbah lunak.

Peta konsep adalah bagian skematis yang mewakili hubungan yang bermakna antara satu konsep dengan konsep yang lain sehingga menjelaskan suatu pengertian konseptual seseorang. Penulis memakai peta konsep sebagai suatu media yang dibuat mandiri oleh peserta didik sehingga pembelajaran menjadi bermakna untuk pribadinya.

Baca juga:   Penerapan Kontrak Membaca Jurus Jitu Penguatan Literasi Siswa

Haryono, 2013:55, mengungkapkan bahwa media pembelajaran (alat peraga) dapat membantu proses belajar yang pada gilirannya dapat mempertinggi hasil belajar yang sangat diharapkan.

Pembuatan peta konsep untuk pembelajaran mandiri bisa membuat peserta didik lebih paham karena mereka membaca, kemudian membuat peraganya sendiri sesuai dengan kapasitas masing masing.

Peserta didik tidak dilepas begitu saja,guru juga menjelaskan alur membuat peta konsep yang benar. Dengan alur peta konsep yang benar diharapkan peserta didik dapat memahami materi tentang limbah lunak dengan benar pula. Mulai dari pengertian, penggolongan, contoh, bahkan sampai pembuatan karya berbahan dasar limbah lunak.

Setelah itu guru menugasi peserta didik untuk membuat peta konsep dengan berbahan dasar limbah lunak. Peserta didik dapat memilih bahan dasar limbah lunak yang ada di sekitar mereka. Peta konsep ini akan menjadi media yang menarik karena yang dituangkan peserta didik tidak hanya tulisan saja tetapi berbagai macam limbah lunak dapat digunakan dan tertempel disitu.

Dengan menggunakan peta konsepnya masing masing peserta didik dapat memahami materi tentang limbah lunak. Tentu saja karena merupakan tugas mandiri pilihan peserta didik akan berbeda beda sesuai dengan limbah yang terdapat dilingkungan mereka. Peserta didik akan bekerja dengan kreativitas masing masing.

Baca juga:   Strategi Crossword Puzzle Meningkatkan Kemampuan Belajar Siswa

Setelah pekerjaan mereka selesai peserta didik diminta mengirimkan tugas mereka ke kelas online.Tugas dinilai berdasarkan ketepatan waktu mengirim tugas serta kretivitas.

Menurut Slavin, 2011:177, pembelajaran didefinisikan sebagai perubahan diri dalam seseorang yang disebabkan oleh pengalaman.

Mapel prakarya adalah mapel yang memiliki kareakteristik yang berbeda yang berbeda dari mapel yang lain karena mapel ini menuntut peserta didik menghasilkan karya karya pendahuluan yang penuh dengan kraetivitas.

Oleh karena itu membuat media peta konsep yang digunakan untuk pembelajaran mandiri masing masing peserta didik merupakan suatu pengalaman awal dalam pembelajaran. Pengalaman ini merupakan modal awal yang akan digunakan untuk melahirkan karya karya yang penuh dengan kreatifitas.

Dari karakteristik mapel prakarya yang berbeda itu penulis menganggap peta konsep yang dibuat peserta didik adalah merupakan suatu media yang efektif. Melalui pembuatan Media Peta Konsep untuk pembelajaran secara mandiri ini, peserta didik lebih nyaman dalam belajar karena mereka membuat sendiri medianya, dengan bahan pilihan sendiri sehingga mereka punya pengalaman belajar berkreatifitas. (dd1/zal))

Guru SMPN 6 Salatiga

Author

Populer

Lainnya