Bermain Role Playing Membangkitkan Minat Belajar Siswa

Oleh : Yeni Yustiani S.Pd.SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, DALAM proses belajar-mengajar, guru harus mampu menyusun strategi pembelajaran yang ampuh untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah direncanakan.

Guru tidak selayaknya masuk ke dalam kelas dan mengajar seadanya tanpa persiapan sama sekali. Karena setiap bahan pembelajaran butuh strategi yang dijabarkan lewat model pembelajaran agar substansi pembelajaran tercapai secara maksimal. Sebagaimana pembelahran di kelas VI SDN 05 Kebondalem, Kota Semarang.

Penerapan metode pembelajaran yang tepat adalah menerapkan metode role playing. Menurut Jill Hadfield (dalam Santoso, 2011), role playing adalah sejenis permainan gerak yang didalamnya ada tujuan, aturan dan sekaligus melibatkan unsur senang. Sehubungan dengan itu.

Santoso (2011) mengatakan bahwa model role playing adalah adalah suatu cara penguasaan bahan-bahan pelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan siswa. Dengan kata lain, model pembelajaran role playing adalah suatu model pembelajaran dengan melakukan permainan peran yang di dalamnya terdapat aturan, tujuan, dan unsur senang dalam melakukan proses belajar-mengajar.

Basri Syamsu (dalam Santoso, 2011) menyatakan bahwa dalam role playing, siswa dikondisikan pada situasi tertentu di luar kelas, meskipun saat itu pembelajaran terjadi di dalam kelas, dengan menggunakan bahasa Inggris. Selain itu, role playing sering kali dimaksudkan sebagai suatu bentuk aktivitas dimana pembelajar membayangkan dirinya seolah-olah berada di luar kelas dan memainkan peran orang lain.

Baca juga:   Peningkatan Minat Belajar Materi Baru Sitar Berbantu Media Google Sketchup

Siswa diperlakukan sebagai subjek pembelajaran, secara aktif melakukan praktik-praktik berbahasa (bertanya dan menjawab dalam bahasa Inggris) bersama teman-temannya pada situasi tertentu. Belajar efektif dimulai dari lingkungan yang berpusat pada diri murid (Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah dalam Santoso, 2011).

Banyak kelebihan dalam pembelajaran role playing, di antaranya, 1) menarik perhatian siswa karena masalah-masalah sosial berguna bagi mereka. 2) Bagi siswa berperan seperti orang lain, ia dapat merasakan perasaan orang lain, mengakui pendapat orang lain itu, saling pengertian, tenggang rasa, dan toleransi. 3) Melatih siswa untuk mendesain penemuan. 4) Berpikir dan bertindak kreatif. 5) Memecahkan masalah yang dihadapi secara realistis karena siswa dapat menghayatinya.

Selain memiliki kelebihan, model pembelajaran role playing juga ada kekurangannya, 1) beberapa pokok bahasan sangat sulit untuk menerapkan metode ini. Misalnya, terbatasnya alat-alat laboratorium menyulitkan siswa untuk melihat dan mengamati serta akhirnya dapat menyimpulkan kejadian atau konsep tersebut. 2) Guru harus memahami betul langkah-langkah pelaksanaannya, jika tidak dapat mengacaukan pembelajaran. 3) Memerlukan alokasi waktu yang lebih lama (Djumingin, 2011: 175-176). 4) Kebanyakan siswa yang ditunjuk sebagai pemeran merasa malu untuk memerlukan suatu adegan tertentu.

Baca juga:   Asyiknya Belajar Bangun Ruang dengan Media Papercraft

Penelitian-penelitian tersebut terbukti meningkatkan kemampuan belajar siswa kelas VI di SDN 05 Kebondalem dengan signifikan. Dengan menggunakan model pembelajaran role playing, siswa-siswa tidak merasakan kebosanan seperti sebelum menggunakan model tersebut. Model pembelejaran tersebut membuat semua siswa aktif dalam pembelajaran sehingga kemampuannya meningkat dari keadaan sebelumnya.

Tentunya, model pembelajaran role playing merupakan model pembelajaran yang baik digunakan dalam rangka meningkatkan kemampuan bahasa dan sastra Indonesia maupun pelajaran lain bagi peserta didik. (ips2/ida)

Guru SDN 05 Kebondalem, Kota Semarang

Author

Populer

Lainnya