Teknik Mind Mapping untuk Tingkatkan Konsentrasi Belajar

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Konsentrasi memiliki peranan penting pada saat kegiatan dalam belajar. Konsensentrasi merupakan pemusatan perhatihan dan pikiran terhadap suatu objek yang dipelajari. Perhatian siswa terhadap objek bisa dijadikan alasan untuk mengetahui tingkat konsentrasi.

Masih banyak siswa SMA N 1 Dukun, Kabupaten Magelang yang kurang berkonsentrasi dalam belajar. Ada beberapa siswa tidak memperhatikan secara penuh, kurang memusatkan perhatian, mengesampingkan pelajaran, tidak fokus. Cenderung beraktivitas sendiri, enggan mengerjakan tugas sekolah.

Kondisi tersebut dapat dikatakan belum mampu berkonsentrasi dengan baik. Maka, guru dituntut kreatif dan inovatif untuk meningkatkan konsentrasi belajar siswa dengan teknik yang menarik. Usaha untuk meningkatkan konsentrasi belajar dilakukan dengan teknik mind mapping.

Karena dengan teknik mind mapping diharapkan bisa memberikan solusi bagi guru pembimbing untuk menyampaikan materi agar mudah dipahami. Menurut Buzan (2011: 5) dengan peta pikiran atau mind mapping dapat memberikan pandangan menyeluruh pokok masalah atau area yang luas. Serta memungkinkan kita merencanakan rute dan mengetahui ke mana kita akan pergi dan juga dapat mendorong pemecahan masalah dengan membiarkan kita melihat jalan terobosan kreatif baru.

Melalui mind mapping akan berdampak yang positip bagi siswa. Sehingga dalam diri siswa akan meningkat konsentrasinya secara maksimal. Siswa fokus saat belajar dan prestasinya bisa meningkat. Cara termudah untuk menempatkan informasi ke dalam otak dan mengambil informasi ke luar dari otak.

Baca juga:   Metode Sosmik Perwujudan Pembelajaran KIP dalam Memahami Materi Konflik Sosial

Dan cara mencatat yang kreatif, efektif, secara harfiah akan “memetakan” pikiran-pikiran kita. Mind mapping merupakan upaya efektif dalam memberi perlakuan untuk meningkatkan konsentrasi siswa secara bersama-sama memperoleh berbagai bahan dari narasumber terutama dari guru pembimbing.

Dari hasil pengamatan pada siklus I tentang konsentrasi belajar bisa dilihat dari masing-masing indikator. Bahwa setelah dilakukan layanan dengan tindakan satu siswa mengalami peningkatan sedikit. Namun belum ideal dengan apa yang diharapkan. Maka, dari hasil siklus satu dilanjutkan melakukan perencanaan layanan ke siklus berikutnya.

Maka diperlukan refleksi untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan pada siklus I. Berdasarkan dari hasil pelaksanaan kegiatan siklus II diketahui bahwa hasil refleksi sudah mencapai peningkatan yang ideal, maka tidak perlu direvisi terlalu banyak. Untuk memperbaiki kekurangan, tindakan selanjutnya adalah memaksimalkan dan mempertahankan layanan. Pada siklus II konsentrasi belajar siswa meningkat lebih baik daripada siklus I. Peningkatan terjadi pada setiap indikator yang bervariatif.

Dapat disimpulkan, rata-rata konsentrasi belajar siswa sebelum diberi layanan memperoleh hasil rendah. Setelah menggunakan mind mapping pada siklus I, rata-rata konsentrasi belajar siswa meningkat tapi belum ideal. Sehingga masih perlu ditingkatkan. Melalui tindakan siklus kedua mendapatkan hasil analisis deskriptif kuantitatif. Terbukti rata-rata konsentrasi belajar siswa meningkat lebih baik dari siklus I.

Baca juga:   Belajar Membaca Ayat-Ayat Pendek Alquran melalui Index Card Match

Peningkatan terjadi pada setiap indikator adanya pengaruh layanan dengan teknik mind mapping. Karena pemberian layanan sebelum dengan teknik, tingkat konsentrasi belajar masih rendah, kemudian tingkat konsentrasi mendapat peningkatan setelah diberi perlakuan mengunakan teknik mind mapping.

Hal ini menunjukan aspek konsentrasi belajar siswa secara terus-menerus, memperhatikan dan menghormati orang lain ketika berbicara, mengikuti petunjuk, mengatur tugas-tugas dan menjaga barang-barang miliknya. Tidak mudah terusik kegaduhan dan tidak pelupa sebagai indikator konsentrasi belajar siswa telah mencapai peningkatan yang ideal pada tiap indikatornya.

Pemberian layanan dengan mind mapping akan membawa dampak yang bervariatif untuk menggambarkan keadaan yang sebenarnya.

Jadi siswa lebih berkonsentrasi dan akan lebih mudah memahami materi yang dipelajari. Sehingga data memunculkan keunikan-keunikan secara bebas mengalir menyenangkan. Dan secara khusus akan membantu siswa dalam menganalisis serta memperoleh pengertian yang mendalam tentang keseluruhan struktur sebuah topik yang dipelajari.
Berdasarkan hasil dapat ditarik kesimpulan sebelum dilakukan tindakan, konsentrasi belajar siswa masih rendah 59,6%. Setelah dilakukan tindakan I dengan teknik mind mapping data yang diperoleh yaitu rata-rata tingkat konsentrasi belajar siswa adalah 75,8%. Setelah diberi perlakuan siklus II dengan teknik mind mapping dapat meningkatkan konsentrasi belajar siswa sebesar 16,7%. (pm1/lis)

Guru SMAN 1 Dukun, Kabupaten Magelang

Author

Populer

Lainnya