Pembelajaran Membaca dan Menulis Permulaan Siswa SD dengan Flash Card dan Video Flash Card

Oleh : Muhsan Ngali, S.Pd.SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Masa pandemi Covid-19 tak boleh menyurutkan tekad untuk membentuk generasi tunas bangsa. Guru sebagai ujung tombak berlangsungnya pendidikan harus memiliki inovasi dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya sebagai pengajar maupun pendidik.

Pembelajaran di masa pandemi Covid-19 dilaksanakan di rumah dengan pendampingan orang tua. Pengetahuan orang tua yang terbatas tak menjadi penghalang asalkan diarahkan untuk pendampingan putra putrinya oleh guru. Terutama dalam membaca dan menulis permulaan untuk siswa sekolah dasar (SD).

Pembelajaran membaca menulis permulaan merupakan tahapan proses belajar membaca bagi siswa SD kelas awal. Pembelajaran membaca permulaan diberikan di kelas rendah agar siswa memiliki kemampuan memahami dan menyuarakan tulisan dengan intonasi yang wajar, sebagai dasar untuk dapat membaca lanjut (Akhadiah dalam Heru Subrata, 2009).
Pengajaran membaca permulaan diberikan di kelas 1 dan 2 sesuai perkembangan jiwa anak. Pengajaran membaca permulaan di kelas 1 bertujuan agar terampil membaca. Di kelas 2, di samping agar terampil membaca, anak juga harus mengembangkan pengetahuan bahasa dan keterampilan membaca.

Untuk itu, diperlukan media yang tepat, antara lain flash card dan video flash card yang dapat diterapkan dalam masa pandemi Covid-19 ini. Flash card adalah media pembelajaran dalam bentuk kartu bergambar yang berukuran 25 x 30 cm. Gambar-gambar yang dibuat menggunakan tangan atau foto atau memanfaatkan gambar atau foto yang sudah ada yang ditempelkan pada lembar-lembar flash card. Gambar-gambar yang ada pada flash card merupakan rangkaian pesan yang disajikan dengan keterangan setiap gambar yang dicantumkan pada bagian belakang kartu (Susilana, dan Riyana, 2009: 94).

Baca juga:   Strategi Bimbingan TIK untuk Mendukung PJJ

Menurut Susilana, dan Riyana (2009: 95) kelebihan flash card terbagi menjadi, empat. Yaitu mudah dibawa. Dengan ukuran kecil dapat disimpan di atas bahkan di saku, sehingga tidak membutuhkan ruang luas, dapat digunakan di mana saja.

Kedua, praktis dilihat dari cara pembuatannya dan penggunaannya. Jika akan menggunakan kita tinggal menyusun urutan gambar sesuai keinginan. Ketiga, gampang diingat. Karakteristik flash card adalah menyajikan pesan-pesan pendek pada setiap kartu yang disajikan. Misalnya mengenal huruf, angka, nama binatang dan sebagainya. Keempat, menyenangkan. Flash card bisa digunakan melalui permainan.

Namun kekurangannya antara lain gambar hanya menekankan persepsi indra mata. Gambar benda yang terlalu kompleks kurang efektif untuk kegiatan pembelajaran, Ukurannya sangat terbatas untuk kelompok besar.

Menurut Susilana, dan Riyana (2009: 95 cara membuat kartu ini, pertama siapkan kertas yang agak tebal seperti kertas duplek dari bahan kardus. Kertas ini berfungsi menyimpan atau menempelkan gambar-gambar sesuai tujuan pembelajaran.
Kertas diberi tanda pensil atau spidol dan menggunakan penggaris, untuk menentukan ukuran 25 x 30 cm. Potong-potong kertas duplek tersebut menggunakan gunting atau pisau kater hingga tepat berukuran 25 x 30 cm. Buatlah kartu-kartu tersebut sejumlah gambar yang akan ditempelkan atau materi yang akan disampaikan.

Baca juga:   Video Pembelajaran Solusi Masa Pandemi Covid-19

Selanjutnya, jika objek gambar akan langsung dibuat dengan tangan, kertas alas tadi perlu dilapisi kertas halus untuk menggambarkan. Misalnya kertas HVS, kertas concord atau kertas karton. Mulailah menggambar menggunakan alat gambar seperti kuas, cat air, spidol, pensil warna, atau membuat desain menggunakan komputer dengan ukuran yang sesuai lalu ditempelkan pada alas tersebut.

Jika gambar yang akan tempel memanfaatkan yang sudah ada, misalnya gambar-gambar yang terjual di toko, di pasar, maka gambar-gambar tersebut tinggal dipotong sesuai ukuran. Lalu ditempelkan menggunakan perekat atau lem kertas. Pada bagian akhir memberikan tulisan pada bagian kartu-kartu tersebut sesuai nama objek yang ada di depannya. Nama-nama tersebut biasa ditulis dengan menggunakan beberapa bahasa misalnya bahasa Indonesia, dan bahasa Inggris.
Penggunaan flash card di SDN Banyuadem, Srumbung, Kabupaten Magelang dalam masa pandemi, guru membuat video pembelajaran aplikasi penggunaan flash card ini. Lalu dibagikan kepada orang tua/wali siswa sebagai panduan pembelajaran membaca dan menulis permulaan untuk putra-putri setingkat SD kelas rendah yang dilaksanakan di rumah masing-masing.

Dengan panduan dari guru, orang tua paham cara mengggunakanya. Siswa pun bahagia sambil bermain bisa mendapatkan hasil yang optimal. Dengan berinovasi penggabungan berbagai media, diharapkan bisa meningkatkan hasil belajar siswa. (pm2/lis)

Guru SDN Banyuadem, Kec Srumbung, Kabupaten Magelang

Author

Populer

Lainnya