Meta Mudahkan Siswa Temukan Objek untuk Menulis Teks Deskripsi

Oleh : Sri Mahmudah S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Dengan adanya pandemi Covid-19, kegiatan belajar di sekolah yang semula dilakukan secara tatap muka, kini harus dilakukan dari rumah. Meskipun belajar dari rumah (BDR), siswa harus tetap mendapatkan layanan pendidikan secara maksimal. Karena itu, guru dituntut lebih kreatif dalam BDR. Kreativitas guru dapat tercermin dalam pemilihan media belajar.

Menurut Muhammad Yaumi (2018:5), media pembelajaran adalah segala sesuatu yang berfungsi untuk membawa dan menyampaikan informasi antara sumber dan penerima informasi dalam upaya yang disengaja untuk mengelola peristiwa atau kejadian belajar dalam memfasiltasi peserta didik sehingga memperoleh tujuan yang dipelajari. Salah satu media pembelajaran yang dapat diterapkan dalam BDR adalah media audio visual atau media tayang (Meta). Pemilihan meta dalam BDR karena mempunyai beberapa kelebihan. Salah satu kelebihan media tayang (meta) adalah lebih menarik dan memperkuat ingatan dalam memahami suatu objek karena ada suara dan gambar yang bergerak.

Teks deskripsi merupakan salah satu materi esensial Bahasa Indonesia yang harus diajarkan kepada siswa di kelas VII. Teks deskripsi adalah teks yang menggambarkan sesuatu benda, tempat, suasana atau keadaan secara detail sehingga pembaca seolah-olah dapat melihat, mendengar, mencium, dan merasakan apa yang dirasakan oleh penulis. Struktur teks deskripsi adalah identifikasi, deskripsi bagian, simpilan/kesan. Salah satu kompetensi dasar materi teks deskripsi dalam kurikulum darurat adalah menyajikan data, gagasan, kesan dalam bentuk teks deskripsi tentang sesuatu (objek budaya atau peristiwa alam/sosial di sekitar siswa) secara tulis dan lisan dengan memperhatikan struktur, kebahasaan baik secara lisan maupun tulis.

Baca juga:   Peningkatan Ketrampilan Speaking dengan Lagu dan Film

Bagi siswa kelas VII SMP Negeri 2 Salatiga materi teks deskripsi merupakan materi yang baru karena belum pernah dipelajari saat di SD. Berdasarkan kenyataan siswa merasa kesulitan untuk menyajikan atau menulis teks deskripsi. Kendala yang dihadapi siswa terutama dalam pemilihan objek yang dapat dijadikan dasar untuk menulis teks deskripsi. Dalam menulis teks deskripsi siswa harus menuliskan secara terperinci objek yang dideskripsikan. Belum lagi kesulitan siswa untuk merangkai kalimat supaya pembaca seolah-olah dapat melihat, mendengar, mencium, dan merasakan apa yang dirasakan oleh penulis seperti tujuan teks deskripsi. Untuk dapat menulis teks deskripsi yang baik siswa dituntut untuk menguasai struktur serta kebahasaan yang ada dalam teks deskripsi.

Untuk mengatasi kendala siswa dalam memilih objek deskripsi media tayang merupakan alternatif yang tepat. Dengan media tayang tentang objek bersejarah, budaya, atau peristiwa alam/sosial siswa mempunyai gambaran tentang objek, budaya, peristiwa secara detail. Diswa dapat mengetahui lokasi, sejarah perkembangan, juga kondisi objek tersebut saat ini dan lain-lain. Meskipun siswa tidak melihat atau mengalami secara langsung, tetapi dengan media tayang tersebut dapat dijadikan bekal oleh siswa dalam menulis. Dengan bekal tersebut siswa dapat dengan mudah menuangkan ide tentang objek, budaya, atau peristiwa yang ada dalam media tayang tersebut ke dalam teks deskripsi. Pemilihan media tayang yang sesuai dengan kondisi siswa juga membantu siswa lebih berimajinasi dan kreatif. Dengan imajinasi dan kreativitas siswa yang baik berdasarkan media tayang, teks deskripsi yang dihasilkan juga lebih baik dan lebih variatif. Pembelajaran menulis teks deskripsi yang semula dirasa siswa membosankan dan sulit menjadi lebih menarik dan berhasil. (dd1/ida)

Baca juga:   Penerapan 5R/5S di SMK Permudah Lulusan Beradaptasi Budaya Kerja Industri

Guru SMPN 2 Salatiga

Author

Populer

Lainnya