Tingkatkan Ketangkasan Berbahasa Krama lewat Metode Drill

Oleh : Mazidah S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, BAHASA krama bagi peserta didik di era generasi digital ini sangatlah jauh dari kemahiran. Jangankan peserta didik, orang tuapun tak menguasai bahasa krama. Hanya segelintir orang tua, seperti nenek dan kakek yang masih bisa ditanyai saat mengalami kesulitan berbahasa krama. Kekurangmahiran bahasa krama dikarenakan tak ada pembiasaan unggah-ungguh di kalangan keluarga baru dengan berbahasa krama.

Kini, sejak kecil anak terbiasa menggunakan bahasa Indonesia yang terlihat lebih keren. Tanpa disadari, orang tua zaman sekarang melupakan bahasa daerahnya. Ini merupakan PR terbesar bagi guru mata pelajaran (mapel) bahasa daerah. Perlu mencari teknik yang mendorong peserta didik suka rela bersemangat belajar bahasa krama. Karena itu, penulis memilih metode pembelajaran drill. Metode ini sesuai dengan tujuan pembelajaran yaitu untuk mendapatkan sebuah ketangkasan/kemahiran/keterampilan dalam berbahasa krama yang dilakukan secara berulang-ulang sesuai dengan instruksi guru. Dalam metode ini peserta didik diwajibkan berbicara atau berdialog baik dengan teman maupun guru menggunakan bahasa krama dalam kurun waktu tertentu.

Tahapan–tahapan yang dilakukan dalam menerapkan metode drill ini antara lain, 1) peserta didik sebelumnya diberikan pengetahuan berupa kosa kata dalam percakapan bahasa krama sesuai materi pelajaran. 2) Contoh diberikan oleh guru mata peajaran sebelum melakukan latihan sesuai mater pembelajaran. 3) Latihan soal–soal yang diberikan oleh guru sesuai dengan materi yang dilanjutkan oleh peserta didik dengan bimbingan guru mata pelajaran. 4) Guru mata pelajaran mengevaluasi latihan yang diberikan kepada peserta didik dengan cara mengoreksi letak kesalahan dan memberikan revisi pembetulan. 5) Peserta didik diwajibkan mengulang-ulang kembali latihan yang diberikan guru mata pelajaran untuk mencapai keterampilan dan kemahiran. 6) Pengulangan yang terakhir, guru mata pelajaran mengadakan evaluasi hasil belajar peserta didik dengan memberikan tes yang dapat dilakukan saat pelaksanaan drill yang terakhir kalinya dengan memberikan lembar tes atau lewat google form.

Baca juga:   Profil Guru BK dalam Layanan Mempesona di Masa Pandemi

Pembelajaran dengan metode drill ini sangat baik diterapkan untuk peserta didik yang mulai menurun motivasi dalam belajarnya. Metode ini memiliki banyak kelebihan, selain dapat meningkatkan daya ingatan peserta didik. Dikarenakan pikiran, perasaan, dan seluruh pikiran, konsentrasi pada mata pelajaran yang sedang dilatih. Dengan di ulang-ulang terus dalam kurun waktu tertentu, peserta didik menjadi lebih teliti dalam mengerjakan setiap latihan yang diberikan. Dengan begitu peserta didik mendapatkan keahlian/ketangkasan/kemahiran baru dalam melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang telah dipelajarinya.

Berkat bimbingan dari guru, mata pelajaran yang melekat dalam menggedrill secara langsung pengawasan dalam setiap latihan dapat terkoreksi saat adanya kesalahan. Keaktifan setiap peserta didik dalam latihan memudahkan guru dalam mengontrol. Bahkan, dengan mudah membedakan antara peserta didik yang rajin, disiplin, dan peserta didik yang perlu mandapat dukungan dan semnagat untuk aktif dalam mengikuti drill. Secara tidak langsung, peserta didik akan terbentuk sebuah pembiasaan yang baik dengan kebiasaan baru yang berimbas pada tanggung jawab terhadap suatu pekerjaan. Walaupun kelemahan metode ini, peserta didik bisa merasa bosan dengan latihan yang diulang-ulang. Oleh karena itu, guru perlu memberikan variasi untuk mengantisipasi kemungkinan muncul kebosanan tersebut. (ips2/ida)

Baca juga:   Crossword Puzzle dalam Pembelajaran Bahasa Inggris

Guru Bahasa Jawa SMPN 31 Semarang

Author

Populer

Lainnya