Pembelajaran Hitung Cepat Menggunakan Metode Jarimatika

Oleh : Nuroningsih, S.Pd.SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pelajaran matematika di sebagian besar siswa di Indonesia menjadi momok yang menakutkan. Salah satu faktor keberhasilan dalam pembelajaran dipengaruhi oleh metode yang efektif. Metode pembelajaran efektif akan membantu mempermudah siswa dalam memahami materi yang dipelajari. Semua metode pembelajaran sebenarnya bagus, jika tidak tepat penerapannya maka tidak akan membantu keberhasilan pembelajaran. Sebagaimana pendapat Zulkardi (2003: 23) rendahnya prestasi dan negatifnya sikap siswa terhadap matematika penyebabnya adalah media yang kurang efektif, artinya guru masih menggunakan metode tradisional.

Fakta yang terjadi di kelas II SD Negeri 01 Harjosari, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan, menunjukkan nilai mencongak (hitung cepat) terutama perkalian, banyak yang masih di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Sementara salah satu Kompetensi Dasar (KD) di kelas II yang dituntut harus tuntas adalah perkalian bilangan yang hasilnya dua angka. Konsep perkalian adalah penjumlahan berulang, tetapi jika sudah melibatkan bilangan besar, siswa mengalami kesulitan dan cenderung jenuh.

Hitung cepat menjadi hal urgent yang harus dikuasai siswa dalm menyelesaikan permasalahan kehidupannya. Sebenarnya ada media yang telah diberikan Tuhan untuk membantu siswa dalm menyelesaikan hitungan perkalian, yaitu jari tangan.
Metode yang dipergunakan bernama jarimatika, yaitu cara berhitung atau operasi kali-bagi-tambah-kurang dengan menggunakan jari-jari tangan untuk anak usia 4-12 tahun (Wulandari, 2000: 4). Sebagai awalan, guru harus mematangkan perkalian dasar di bawah bilangan 6, misalnya 2 x 3; 4 x 5; 5 x 6, dan lain-lain. Bilangan ini mampu diikuti siswa, karena jika dibuat penjumlahan berulang, deret angkanya belum terlalu panjang.

Baca juga:   Menanamkan Pendidikan Karakter Siswa melalui Perkenalan Diri Berbahasa Jawa Krama Alus

Daya ingat siswa masih mampu untuk menampung hasil penjumahan berulang tersebut. Berikutnya dalam penghitungan perkalian, kita gunakan jari tangan sebagai media. Misalnya, ketika akan melakukan operasi perkalian bilangan (7 x 8) dengan jari, maka bilangan 7 kita gunakan jari pada tangan kiri dan angka 8 di jari tangan kanan. Pada bilangan 7, dua jari tangan kiri ditekuk sambil melisankan angka enam untuk jari pertama, dan berikutnya melisankan tujuh untuk jari kedua. Pada bilangan 8, tiga jari tangan kanan ditekuk dengan melisankan angka enam untuk jari pertama, angka tujuh untuk jari ke dua, dan seterusnya.

Kemudian, masing-masing jari ke dua tangan yang ditekuk adalah lima, jari tersebut bernilai puluhan, sehingga menjadi 50 (lima puluh). Sementara jari yang tersisa atau yang tidak ditekuk tangan kanan dua dan tangan kiri tiga, ini dikalikan sehingga menghasilkan atau bernilai satuan yaitu 6, maka hasil akhir dari 7 x 8 adalah 50 + 6 = 56.
Pembelajaran menggunakan metode jarimatika ini sangat menyenangkan bagi siswa, sehingga mencongak atau hitung cepat hasilnya pasti tepat dan membantu siswa dalam berpikir cepat. Walaupun awalnya siswa agak terasa sulit dan bingung, sebab ketika siswa mengoperasikan jari yang ditekuk dengan yang masih sisa, sering tertukar. (ips2/lis)

Baca juga:   LSQ Memicu Hasil Positif dalam Pembelajaran Matematika

Guru Kelas II SDN 01 Harjosari, Kec. Doro, Kabupaten Pekalongan

Author

Populer

Lainnya