Belajar IPA Berakhir Menjadi Hobi

Oleh : Dra. Endang Suhartatik

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pandemi Covid-19 yang telah berlangsung di Indonesia menyebabkan terjadi keterbatasan aktifitas gerak masyarakat untuk keluar kota atau wisata (karena diberlakukan lockdown dan PPKM). Namun di sisi lain pandemi berdampak ke masyarakat yang memiliki banyak waktu saat berada di rumah, sehingga memunculkan hobi baru dengan melakukan aktifitas salah satunya berkebun.

Hal ini yang menjadikan inspirasi penulis untuk mengajak peserta didik belajar dengan kondisi dan situasi pandemi agar tidak terjadi kejenuhan yang dapat berakibat fatal dalam proses belajar.

Dalam pembelajaran pada Kompetensi Dasar 3.2 Perkembangbiakan pada tumbuhan dan hewan yang di belajarkan melalui mata pelajaran IPA dan Biologi di kelas IX semester ganjil pada jenjang Sekolah Menengah Pertama. Kebiasaan guru-guru untuk mengeksplorasi pembelajaran pada kompetensi dasar ini masih sering menggunakan text book oriented. Apalagi dengan pembelajaran daring seperti ini keterbatasan tempat dan waktu sangat mempengaruhi proses belajar, sehingga dibutuhkan waktu seefektif mungkin untuk pemahaman ilmu dengan tepat ke peserta didik. Pemilihan metode mengajar sangat diperlukan untuk pencapaian tujuan pembelajaran.
Penulis yang bertugas di SMP Negeri 5 Ungaran dan mendapat mandat mengajar IPA di kelas 9 berpikir bagaimana cara untuk menerapkan pembelajaran dengan tepat sehingga tujuan belajar tercapai walau dengan keterbatasan tempat dan waktu pada kompetensi dasar tersebut di atas, dengan materi Perkembangbiakan Vegetatif buatan pada tanaman.

Baca juga:   Penerapan Disiplin Positif untuk Mengurangi Angka Keterlambatan pada Siswa

Langkah awal yang penulis lakukan adalah memberi materi secara daring melalui WA grup dengan media power point tentang cara cara perkembangbiakan vegetatif buatan pada tumbuh-tumbuhan yang di lanjutkan dengan diskusi lewat grup. Selanjutnya peserta didik di beri tugas untuk mempraktikkan di rumah masing-masing minimal satu anak membuat 2 cara perkembangbiakan tanaman bebas memilih cara yang mereka pahami dari pembelajaran tersebut, mulai dengan cara mencangkok, menempel (okulasi), menyambung (kokulasi), merunduk (mengenten), stek dan juga penggunaan medium hidroponik untuk dimanfaatkan sebagai medium perkembangbiakan tanaman yang mereka kembangbiakan secara buatan. Tanaman yang mereka pilih juga sederhana saja dapat diperoleh dari tanaman yang ada di sekitar rumah peserta didik.
Di luar dugaan peserta didik mengerjakan tugas tersebut dengan semangat dan antusias yang luar biasa. Hal ini terlihat dari pertanyaan pertanyaan yang aktif waktu mengerjakan tugas tersebut melalui WA grup mata pelajaran IPA. Setelah 3-4 minggu tugas yang peserta didik kerjakan membuahkan hasil mereka membuat laporan, mulai dari jenis tanaman yang mereka pilih, cara mengembangbiakan, proses pengembangbiakan, pengamatan dari awal sampai muncul akar atau tanaman baru dan hasil akhirnya.

Baca juga:   Belajar AKM dengan E-LKPD Berbasis Live Worksheet

Ternyata tidak sampai hanya mengerjakan tugas saja, peserta didik melakukan pengembangbiakan tanaman ini. Mereka melanjutkan mengembangkan tanaman hias dengan stek, yang bisa ditaruh di dalam rumah untuk menghias ruangan, memperbanyak variasi warna bunga dalam satu pohon dengan menempel. Memperbanyak buah dengan mencangkok, dan lain-lainnya. Ternyata belajar itu menyenangkan dan lebih dari itu, bisa menjadi hobi di masa pandemi ini. (ips1/lis)

Guru SMPN 5 Ungaran

Author

Populer

Lainnya