Snowball Throwing Permudah Pahami Perkembangan Teknologi Produksi, Komunikasi, dan Transportasi

Oleh: Siti Rokhmah. S.Pd.I

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Proses pembelajaran pada era revolusi industri 4.0 menuntut guru menampilkan pembelajaran yang menarik dan menyenangkan. Pembelajaran satu arah atau disebut teacher oriented masih banyak digunakan oleh sebagian besar besar guru dalam menyampaikan materinya. Posisi siswa masih diartikan sebagai objek atau korban dalam proses pembelajaran. Guru sebagai pendidik harus mampu memunculkan ide-ide kreatif, bahkan ke arah inovatif dalam mengatur proses pembelajaran. Penggunaan model pembelajaran yang tepat adalah bagian dari kreativitas dan inovasi guru dalam proses pembelajaran.

Agus (2009: 46) menyatakan bahwa model pembelajaran adalah landasan praktik pembelajaran hasil penurunan teori psikologi pendidikan dan teori belajar yang dirancang berdasarkan analisis terhadap implementasi kurikulum dan implikasinya pada tingkat operasional kelas. Pelibatan siswa dalam proses pembelajaran juga sangat dibutuhkan. Siswa dibentuk agar dapat melakukan interaksi sosial dalam kelas.

Interaksi itu dapat diwujudkan dengan pembelajaran kooperatif. Pembelajaran kooperatif akan melibatkan siswa dalam proses pembelajaran secara maksimal, sehingga peran guru hanya sebagai mediator dan fasilitator pembelajaran.

Agus Suprijono (2010:54) mengungkapkan bahwa model pembelajaran kooperatif adalah konsep yang lebih luas meliputi semua jenis kerja kelompok termasuk bentuk-bentuk yang dipimpin oleh guru atau diarahkan oleh guru. Fathurrohman (2015:44) turut menjabarkan bahwa model pembelajaran kooperatif merupakan model yang mengutamakan kerja sama diantara siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran. Dengan kata lain, pembelajaran kooperatif adalah bentuk pembelajaran yang menggunakan pendekatan melalui kelompok kecil siswa untuk bekerja sama dan memaksimalkan kondisi belajar dalam mencapai tujuan belajar.

Baca juga:   Belajar Mengenal Peta dan Komponennya melalui Metode Snowball Drilling

Pembelajaran kooperatif yang sederhana dan praktis yang dapat meningkatkan semangat siswa antara lain adalah Snowball Throwing. Melalui model pembelajaran ini siswa secara aktif dapat bekerjasama dan melatih kerja otak secara cepat. Komalasari (2014: 31) menjelaskan bahwa model pembelajaran Snowball Throwing adalah salah satu metode dalam model pembelajaran kooperatif yang menggali potensi kepemimpinan murid dalam kelompok dan keterampilan membuat-menjawab pertanyaan yang dipadukan melalui permainan imajinatif membentuk dan melempar bola salju.

Widodo juga menjelaskan dalam Agustina (2013) bahwa model pembelajaran Snowball Throwing disebut juga model pembelajaran gelundungan bola salju. Model pembelajaran ini melatih siswa untuk lebih tanggap menerima pesan dari siswa lain dalam bentuk bola salju yang terbuat dari kertas, dan menyampaikan pesan tersebut kepada temannya dalam satu kelompok.

Penulis sebagai guru kelas tiga di MI Islamiyah Kalisalak, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang menerapkan model pembelajaran Snowball Throwing pada kompetensi dasar mencermati isi teks informasi tentang perkembangan teknologi produksi, komunikasi, dan transportasi di lingkungan setempat. Pada pelaksanaan proses pembelajaran tersebut langkah-langkahnya yaitu, guru menyampaikan materi yang akan disajikan. Guru kemudian membentuk kelompok-kelompok dan memanggil masing-masing ketua kelompok untuk memberikan penjelasan tentang materi. Selanjutnya, ketua kelompok kembali ke kelompoknya masing-masing, kemudian menjelaskan materi yang disampaikan oleh guru kepada temannya.

Baca juga:   Penerapan Model Pembelajaran Index Card Match Saat PTM Terbatas

Langkah berikutnya, masing-masing murid diberikan satu lembar kertas kerja, untuk menuliskan satu pertanyaan menyangkut materi yang sudah dijelaskan ketua kelompok. Lalu, kertas yang berisi pertanyaan tersebut dibuat seperti bola dan dilempar dari satu murid ke murid yang lain. Setelah murid dapat satu bola/satu pertanyaan diberikan kesempatan kepada murid untuk menjawab pertanyaan yang tertulis dalam kertas berbentuk bola tersebut secara bergantian. Sebelum penutup diadakan evaluasi terhadap materi pembelajaran dengan membuat kesimpulan. (ipa2/ton)

Guru MI Islamiyah Kalisalak, Limpung, Batang

Author

Populer

Lainnya