Pembelajaran HOTS Model Discovery Learning dengan Praktikum Listrik Statis

Oleh: Drs. Koko Supratiyoko, M.Pd.

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Guru sebagai fasilitator harus dapat mengondisikan siswa agar lebih banyak belajar dan menemukan sendiri, mengembangkan kreativitas, dan memecahkan masalah yang dihadapi. Dengan kata lain mampu mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi atau dikenal dengan Higher Order Thinking Skill (HOTS). Berdasarkan observasi pembelajaran yang dilakukan di SMP Negeri 7 Semarang, terdapat beberapa permasalahan. Yaitu: siswa kesulitan dalam memahami konsep listrik statis, guru masih menggunakan metode ceramah, kurang mengembangkan pembelajaran interaktif berorientasi HOTS dengan model Discovery Learning.

Lewis (Sani, 2019) menyatakan bahwa berpikir tingkat tinggi akan terjadi jika seseorang memiliki informasi yang disimpan dalam ingatan dan memperoleh informasi baru, kemudian menghubungkan, menyusun dan dapat mengembangkan informasi tersebut untuk memperoleh jawaban dan solusi dalam suatu situasi yang akan membingungkan. Keterampilan berpikir tingkat tinggi berkaitkan dengan kemampuan dalam menyelesaikan permasalahan, berpikir kritis, dan kreatif.

Pembelajaran IPA sebaiknya dilaksanakan secara scientific inquiry untuk menumbuhkan kemampuan berpikir, bekerja dan bersikap ilmiah serta mengkomunikasikannya sebagai aspek penting kecakapan hidup. Oleh karena itu pembelajaran IPA menekankan pada pemberian pengalaman belajar secara langsung melalui penggunaan keterampilan proses dan sikap ilmiah.

Baca juga:   PPKn Penangkal Ketidaksopanan Anak

Metode praktikum adalah metode pembelajaran dengan mempraktikkan secara langsung untuk membuktikan konsep yang sedang dipelajari. Pembelajaran praktikum melatih siswa dalam menemukan kebenaran atau fakta dalam suatu konsep pembelajaran, di mana dalam proses penemuan tersebut siswa akan menjalani proses pencarian, proses tersebutlah yang akan melatih siswa memunculkan keterampilan-keterampilan lainnya seperti diskusi dan memecahkan masalah (Zulfiani dkk, 2009).

Guru menggunakan metode praktikum untuk mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi pada siswa dengan cara membuktikan konsep yang dipelajari. Salah satu materi pelajaran IPA yang membutuhkan pembuktian konsep, pemahaman konsep dan pengalaman langsung adalah listrik statis.

Dalam pelaksanaan pembelajaran, guru menyusun RPP berorientasi HOTS yang mengandung 5M dan kecakapan abad 21 yang meliputi 4C (Communication, Collaboration, Critical Thinking and Problem Solving, Creativity and Innovatif) diterapkan dalam kegiatan praktikum yang dilaksanakan secara berkelompok dengan LKPD yang sudah disiapkan. Siswa diharapkan dapat menyusun laporan praktikum, mempresentasikan hasil kegiatan secara kelompok, memberikan masukan dan solusi pemecahan masalah, menghargai hasil kelompok lain, dan membuat kesimpulan.

Baca juga:   Memahami Kegiatan Ekonomi dengan Memanfaatkan Lingkungan Sekolah

Listrik statis adalah listrik yang tidak mengalir dan dihasilkan bila beberapa benda digosokkan satu sama lain. Untuk mengetahuinya kita bisa melakukan praktikum/ percobaan dengan menggunakan penggaris plastik dan sobekan kertas kecil. Gosokkan penggaris plastik pada rambut kering, kemudian letakkan pada sobekan kertas kecil maka secara otomatis kertas akan terangkat atau tertarik oleh penggaris plastik. Hal ini dapat terjadi karena penggaris plastik yang digosok-gosokkan pada rambut kering menjadi bermuatan listrik negatif, muatan listrik itulah yang menyebabkan sobekan kertas kecil dapat tertarik oleh penggaris.

Kegiatan praktikum listrik statis memberikan pengalaman belajar secara langsung kepada siswa melalui penggunaan dan pengembangan keterampilan proses dan sikap ilmiah sehingga konsep lebih mudah dipahami siswa dan diharapkan mampu mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi. Pembelajaran dengan menerapkan model Discovery Learning meningkatkan kemampuan siswa dalam melakukan transfer knowledge. Guru menerapkan inovasi pembelajaran berorientasi HOTS sesuai dengan latar belakang siswa, situasi dan kondisi sekolahnya sehingga membuat pembelajaran lebih menyenangkan, menantang dan bermakna. (rs1/ton)

Guru IPA SMP Negeri 7 Semarang

Author

Populer

Lainnya