Pemanfaatan Link untuk Pembelajaran Daring Mapel IPD

Oleh: Hindriyono, S Pi

spot_img

RADARSEMARANG.ID, SISTEM pembelajaran daring adalah pembelajaran dalam jaringan yang merupakan pembelajaran tanpa tatap muka secara langsung antara guru dan siswa, tetapi dilakukam melalui online yang menggunakan jaringan internet. Guru harus memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan, meskipun siswa berada di rumah. Solusinya guru dituntut dapat mendesain media pembelajaran sebagai inovasi dengan memanfaatkan daring atau online. Menurut Dimyati (2017) menjelaskan bahwa pembelajaran daring atau yang dikenal dengan istilah e-learning merupakan bentuk pemanfaatan teknologi dalam mendukung proses belajar mengajar jarak jauh.

Guru SMK Negeri 2 Songgom saat ini sudah semakin kaya dengan berbagai alternatif media atau platform yang bisa digunakan. Baik aplikasi yang sederhana, maupun yang lebih canggih. Misalnya, classroom, what’sapp, office 365, zoom, google meet, messengger, video youtube, dan banyak lagi yang lain. Dalam penyampaian pembelajaran tersebut kita tidak lepas dari berbagai link, seperti link materi pembelajaran, link daftar hadir, link untuk soal ulangan harian, link survey dan kuis, dan masih banyak lagi yang perlu kita sampaikan secara online. Tetapi terkadang kita terlalu meremehkan link tersebut, sehingga link tersebut setelah disampaikan kepada siswa maka hilang begitu saja, yang pada akhirnya apabila kita membutuhkan link tersebut harus membuat link baru, bahkan terkadang membuat lagi dari awal. Untuk itu dibutuhkan cara untuk mengingat dengan memberi nama link tersebut sesuai dengan isi materi dan penggunanya, agar suatu saat dengan mudah dapat dipakai kembali, bahkan bisa digunakan untuk tahun pelajaran berikutnya. Link yang panjang dan terdiri dari huruf yang acak membuat kita kesulitan mengahafal dan tidak punya gambaran isi link tersebut.

Baca juga:   Video Interaktif sebagai Solusi Pembelajaran Daring Siswa SD

Link dalam bahasa inggris artinya koneksi. Namun di Internet, link adalah tautan yang digunakan untuk menghubungkan satu halaman ke halaman yang lainnya. Perpendekan url dan penamaan link akan membuat teks hyperlink kian menarik. Tautan link yang dipersingkat tentu bisa menjadikan siswa lebih mudah menerima dan memahami link yang kita berikan. Di samping itu, perpendekan link url juga memudahkan kita dalam membagikan materi, daftar hadir, soal dan lainnya kepada siswa karena minim kesalahan dalam penyalinan tautan tersebut. Ada banyak situs pemendek link/shortlink yang ada di Indonesia, contohnya bitly, TinyURL, Rebrandly, INK, Yourls, dan lain lain.

Dalam pembelajaran kompetensi keahlian Nautika kapal Penangkap Ikan di SMK Negeri 2 Songgom Kabupaten Brebes untuk mata pelajaran Ilmu Pelayaran Datar (IPD) menggunakan link Bitly. berikut cara membuat tautan dengan Bitly: 1.Masuk ke akun Bitly,2 Klik Create, 3.Jika pengguna memiliki langganan berbayar, pengguna akan memiliki opsi untuk memilih domain khusus untuk mmeberi merek pada tautan. Namun secara default, tautan akan dibuat menggunakan domain bit.ly, 4. Salin dan tempel URL panjang ke kotak Paste Long URL, ini akan secara otomatis menghasilkan tautan singkat, 5. Klik Create, 6. Halaman selanjutnya memungkinkan pengguna untuk mengedit tautan. Pengguna dapat mengubah judul, menambah setengah kustom, menyalin atau berbagi tautan, 7.Berilah judul tautan sesuai dengan isi materi dan penggunaanya, sehingga kita dapat dengan mudah memanggil tautan tersebut. Penamaan judul tautan ini sangat penting agar bila kita membutuhkan link tersebut tidak usah membuka terlebih dahulu. Tautan pembelajaran yang kita buat di simpan dan siap digunakan sewaktu waktu.

Baca juga:   Membangkitkan Minat Menulis dalam Bahasa Inggris

Ditengah pandemic Covid-19 ini, kita sebagai guru harus mampu melakukan transformasi pembelajaran di segala bidang, baik dari segi cara mengajar, media pembelajaran, maupun model administrasi guru secara digital untuk memudahkan dalam pembelajaran. Berdasarkan perkembangan e-learning dari dari masa ke masa yang terus berkembang mengikuti perkembangan teknologi, maka dapat disimpulkan bahwa e-learning akan menjadi sistem pemblajaran masa depan. Efektifitas dan fleksibilitas akan menjadi alasan utama. (Tiyas, 2014). (rs1/zal)

Guru SMKN 2 Songgom, Brebes

Author

Populer

Lainnya