Belajar Sumber Sejarah Asyik dengan Podcast

Oleh : Dra. Erna Haryani, M.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran sejarah pada dasarnya mempunyai tujuan sesuai Undang Undang Pendidikan Nasional yang dapat memberikan arah bagi pembangunan bangsa. Pada ranah kognitif yang diterima peserta didik dalam pembelajaran sejarah memiliki peran yang penting untuk membangun karakter. Hal ini sejalan yang ditulis Sardiman (2012: 201), yang menyatakan pembelajaran sejarah sebenarnya memiliki peran yang sangat penting dalam pembangunan karakter bangsa.
Pembelajaran sejarah akan mengembangkan aktifitas peserta didik untuk melakukan telaah berbagai peristiwa, untuk kemudian dipahami dan diinternalisasikan berbagai nilai yang ada di balik peristiwa itu. Sehingga melahirkan contoh untuk bersikap dan kemudian bertindak.

Dalam konteks yang sederhana, pembelajaran sejarah merupakan kegiatan belajar yang menunjuk pada pengaturan dan pengorganisasian lingkungan belajar sehingga mendorong serta menumbuhkan motivasi peserta didik untuk belajar dan mengembangkan diri. Ke dua hal tersebut harus ada dalam pembelajaran sejarah.

Hakikat pembelajaran sejarah adalah perubahan perilaku peserta didik baik perubahan perilaku dalam ranah kognitif, afektif maupun psikomotorik. Pengembangan perilaku dalam bidang kognitif adalah kemampuan pengetahuan peserta didik, perilaku dalam ranah afektif adalah pengembangan sikap peserta didik sedang pengembangan perilaku psikomotorik adalah pengembangan kemampuan motorik peserta didik (Leo Agung dan Sri Wahyuni, 2013: 5).

Pada kenyataan di lapangan dari tiga ranah tujuan pembelajaran masih didominasi ranah kognitif. Untuk mencapai tujuan tiga ranah dalam pembelajaran tersebut guru perlu memilih strategi, metode yang tepat sehingga terjadi keseimbangan pencapaian tujuan baik ranah kognitif, afektif maupun psikomotorik.

Baca juga:   Tingkatkan Konsentrasi Belajar Peserta Didik dengan Lari yang Efektif

Terlebih pada masa pandemi ini, SMA Negeri 2 Grabag menerapkan pembelajaran daring total, maka penulis berusaha mencari media pembelajaran yang ketiga ranah itu bisa tercapai, peserta didik menikmati dan juga tidak melanggar aturan protokol kesehatan. Salah satu pilihan yang digunakan adalah pembelajaran sejarah dengan podcast.

Penerapan podcast dalam pembelajaran sejarah yang membuat peserta didik asyik, terlibat, dan melibatkan tiga ranah kognitif, afektif dan pesikomotorik adalah sebagai berikut: pertama, guru meminta dua peserta didik melalui WhatsApp untuk mempelajari materi sumber sejarah dan menjalin komunikasi intensif dengan ke dua peserta didik tersebut. Langkah ini memungkinkan peserta didik menguasai pengetahuannya tentang sumber sejarah serta memiliki sikap berani menyatakan pendapat karena adanya komunikasi yang intensif antara peserta didik dan guru. Kedua, guru memastikan dua peserta didik tersebut sudah menguasai materi. Ketiga, guru menginformasikan rencana pembuatan podcast, dengan peserta didik sebagai narasumber dan guru sebagai host. Keempat, guru meminta orang tua peserta didik, agar diberi izin hadir di sekolah di ruang multi media pada hari yang sudah ditentukan dengan menerapkan protokol kesehatan; Kelima, pelaksanaan podcast terjadi tanya jawab antara guru dan ke dua peserta didik dengan petanyaan yang lengkap sesuai materi yang diajarkan dalam suasana santai.

Baca juga:   Mendalami Peluang Kejadian Majemuk melalui Media Microsoft TEAMS

Keenam, sebelum podcast ditutup, guru sebagai host meminta peserta didik di rumah untuk mempresentasikan materi seperti yang dijadikan podcast dalam bentuk video dan dikirim melalui siesandra (Sistem Informasi Edukasi SMA Negeri 2 Grabag) juga boleh melalui WhatsApp. Hasil podcast dijadikan sebagai konten Youtube. Tujuh, guru membagikan link Youtube melalui WhatsApp grup dengan mengingatkan bahwa pada pertemuan berikutnya meminta peserta didik di rumah untuk presentasi materi yang dijadikan podcast.

Pada langkah ini diharapkan peserta didik di rumah juga akan memiliki pengetahuan tentang materi, keberanian dan keterampilan mengomunikasikan hasil pemahamannya melalui video presentasi; Delapan, guru membagikan kriteria penilaian presentasi melalui grup WhatsApp sehingga peserta didik bisa mempersiapkan diri dalam presentasi sesuai kriteria yang ditentukan; Sembilan, guru menilai ke tiga ranah kognitif, afektif dan psikomotorik berdasarkan presentasi peserta didik; Sepuluh, guru membagikan hasil nilai presentasi dengan di-share melalui grup WhatsApp agar menjadi motivasi bagi peserta didik. Melalui ke sepuluh langkah penerapan podcast pada pembelajaran sejarah di SMA Negeri 2 Grabag proses pembelajaran akan mengasyikkan. Tiga ranah kognitif, afektif dan psikomotorik akan seimbang sehingga tujuan pembelajaran sejarah ke tiga ranahpun tercapai. Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa belajar sumber sejarah asyik dengan podcast. (pm1/lis)

Guru SMA Negeri 2 Grabag, Kabupaten Magelang

Author

Populer

Lainnya