Asyiknya Belajar IPA dengan Pembelajaran Inkuiri

Oleh : Nurlaelah,S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PEMBELAJARAN IPA di Sekolah Dasar diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta atau prinsip-prinsip saja melainkan juga merupakan proses penemuan (Sri Sulistyarini,2007:39).

Dalam kurikulum 2013 disebutkan tujuan pembelajaran IPA di Sekolah Dasar adalah menuntut peserta didik agar mampu menemukan dan melakukan sesuatu. Supaya dapat mencapai tujuan tersebut Guru harus menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna. Peserta didik harus mengamati secara langsung tidak hanya mendengarkan materi-materi yang disampaikan dalam kegiatan pembelajaran saja. Karena pada dasarnya anak Sekolah Dasar berada pada tahap perkembangan operasional konkret. Dimana peserta didik dapat memahami konsep dengan mudah berdasarkan pada contoh nyata yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Untuk menciptakan pembelajaran yang bermakna guru harus menerapkan model pembelajaran inovatif sehingga pembelajaran tidak monoton dan hasil belajar yang dicapai dapat meningkat.

Akan tetapi kondisi di SD Negeri 02 Blacanan pada saat pembelajaran IPA Kompetensi Dasar 3.1 yaitu menjelaskan alat gerak dan fungsinya pada hewan dan manusia serta memelihara kesehatan alat gerak manusia, capaian hasil belajar peserta didik masih relatif rendah hal ini ditandai dengan capaian nilai peserta didik yang tuntas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) kurang dari 50% dari jumlah keseluruhan peserta didik. Selain itu Pembelajaran berjalan satu arah Peserta didik cenderung pasif, bosan, dan kurang termotivasi dalam mengikuti proses pembelajaran.

Baca juga:   Keterampilan Membaca dapat Meningkatkan Penguasaan Kosakata Siswa

Untuk memecahkan permasalahan tersebut guru menerapkan model pembelajaran yang sesuai dengan tingkat perkembangan anak Sekolah Dasar yaitu model pembelajaran inkuiri. Menurut Sudjana (2004:154) model pembelajaran inkuiri adalah metode pengajaran yang akan menciptakan kondisi belajar secara efektif dan kondusif serta mempermudah dan memperlancar kegiatan belajar mengajar. Sedangkan menurut Mulyasa (2008:108) model pembelajaran inkuiri adalah metode yang merencanakan peserta didik dalam situasi melaksanakan eksperimen sendiri secara luas supaya melihat apa yang akan terjadi, keinginan melakukan sesuatu, memberikan pertanyaan, mencari jawaban dengan sendiri menghubungkan penemuan ke penemuan yang lainnya, serta membandingkan apa yang di temukannya dengan peserta didik lainnya. Dari pengertian inkuiri dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran inkuiri menekankan aktivitas siswa secara maksimal untuk mencari dan menemukan sesuatu yang dipertanyakan.

Model pembelajaran inkuiri diterapkan dalam tiga tahapan. Pertama guru mengelompokkan peserta didik dalam beberpa kelompok. Kedua setiap kelompok diberi permasalahan atau pertanyaan yang berkaitan dengan materi pembelajaran. Ketiga peserta didik diberi kesempatan untuk berfikir dan menganalisis permasalahan tersebut serta membandingkan dengan apa yang ditemukan dengan peserta didik lainnya. Terakhir guru memberikan penekanan pada konsep yang dipelajari sehingga anak menemukan pemahaman konsep yang sama dengan cara dan kemampuan masing-masing yang berbeda.

Baca juga:   Meningkatkan Hasil Belajar Pecahan dengan Pendekatan Joyful Learning

Dengan demikian model pembelajaran inkuiri sesuai diterapkan dalam pembelajaran IPA hal ini ditandai dengan adanya peningkatan hasil belajar peserta didik. Capaian nilai peserta didik yang tuntas KKM yaitu 70% dari jumlah peserta didik secara keseluruhan. Proses kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan guru lebih inovatif sehingga peserta didik lebih antusias dalam mengikuti proses pembelajaran dan tujuan pembelajaran IPA dapat tercapai dengan maksimal. (*/zal)

Guru SDN 02 Blacanan, Pekalongan

Author

Populer

Lainnya