Metode Flipped Clasroom untuk Belajar Kimia di Masa Pandemi

Oleh : Ninik Sariniyati, S.Pd, M.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Inovasi pembelajaran diperlukan untuk melaksanakan pembelajaran jarak jauh di masa pandemi dengan memanfaatkan teknologi yang saat ini berkembang pesat. Revolusi industri 4.0 merupakan momen berkembangnya ilmu pengetahuan. Perkembangan ini tidak sekadar mengatasi berbagai masalah yang sudah ada, namun juga memberikan tantangan baru dalam setiap aspek kehidupan.

Setiap aspek didorong untuk mengikuti perkembangan, tak terkecuali aspek pendidikan. Perubahan drastis dalam pendidikan saat ini harus memanfaatkan teknologi pendidikan. Memanfaat teknologi dalam pembelajaran bukan sebuah tantangan baru yang keduanya tidak bisa dihindari melainkan menjadi keharusan. Hendaknya pendidik mempersiapkan peserta didik dalam mengembangkan teknologi iptek dan inovasi.

Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di SMA Negeri 6 Semarang saat pembelajaran jarak jauh (PJJ) ini juga telah menggunakan Samnsix Learning System sebagai platform resmi sekolah yang dikombinasi dengan flatform pembelajaran yang lain sebagai pelengkap untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajarnya.

Tak terkecuali di kelas XII saat ini para siswa sudah hampir dua tahun belajar secara daring, untuk menghindari kebosanan saat KBM daring dan mempersiapkan siswa belajar di perguruan tinggi yang lebih mandiri sekaligus meningkatkan hasil belajarnya penulis mencoba menggunakan metode Flipped Clasroom.

Baca juga:   Teknik Mind Mapping untuk Tingkatkan Konsentrasi Belajar

Flipped classroom adalah model pembelajaran di mana siswa sebelum belajar di kelas mempelajari materi lebih dahulu dirumah sesuai dengan tugas yang diberikan oleh guru.

Model belajar Flipped Classroom pertama kali dikenalkan oleh J.Wesley Baker pada tahun 2000. Flipped classroom memiliki beberapa keunggulan, di antaranya: meningkatkan kemandirian siswa dalam belajar, meningkatkan prestasi belajar siswa, dan memberikan kesempatan kepada seluruh siswa untuk mempelajari materi tanpa batas ruang dan waktu (Choiroh dkk, 2018).

Kemudian meningkatkan self-regulated learning untuk mendorong perilaku metakognitif dan memiliki motivasi dalam belajar melalui proses aktif konstruktif untuk mengatur tujuan belajar secara mandiri, mengontrol kognisi, motivasi, dan perilaku (Sinaga, 2017).

Penggunaan waktu di kelas menjadi lebih efektif pada pembelajaran aktif, mampu mengakomodasi keberagaman peserta didik, meningkatkan keterlibatan dan interaksi pembelajaran, menumbuhkan rasa tanggungjawab, meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan keterampilan memecahkan masalah (Arnold & Garza, 2014).

Pendekatan Flipped Classroom, dibagi menjadi tiga aktivitas yaitu, sebelum kelas dimulai (preclass), saat kelas dimulai (in class) dan setelah kelas berakhir (out of class). Sebelum kelas dimulai, peserta didik sudah mempelajari materi yang akan dibahas.

Baca juga:   Asyiknya Belajar Bahasa Inggris dengan Missing Lyrics

Dalam tahap ini kemampuan yang diharapkan dimiliki oleh peserta didik adalah mengingat (remembering) dan mengerti (understanding) materi. Dengan demikian pada saat kelas dimulai peserta didik dapat mengaplikasikan (applying) dan mengsanalisis (analyzing) materi melalui berbagai kegiatan interaktif di dalam kelas melalui vidio conferens, yang kemudian dilanjutkan dengan mengevaluasi (evaluating) dan mengerjakan tugas berbasis projek tertentu sebagai kegiatan setelah kelas berakhir (creating) (Hastuti, 2020).

Mengawali tahun ajaran 2021/2022 penulis menerapkan metode ini di kelas XII dengan materi Sifat Koligatif Larutan dan ternyata siswa antusias dalam belajar. Menunjukkan hasil belajar yang lebih baik dibanding sebelumnya. Proses KBM bisa berjalan dua arah karena siswa sebelumnya telah membaca materi melalui PPT yang telah diunggah dan guru menyiapkan rambu-rambu hal-hal apa yang harus dipahami siswa berdasarkan pertanyaan yang ada dalam PPT mengenai materi tersebut.

Bahkan untuk siswa yang kreatif sudah mencoba latihan soal-soal yang ada sehingga siswa semakin semangat untuk mengikuti pembelajaran. Gurupun memberi apresiasi pada siswa yang kreatif berupa nilai atau reward yang lainya. (ips1/lis)

Guru Kimia SMA Negeri 6 Semarang

Author

Populer

Lainnya