Tingkatkan Keterampilan Sains dengan Pembelajaran Berbasis STEM melalui Media PAS

Oleh : Atiningsih, M.Si

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PENGAJARAN oleh guru semestinya dapat menghantarkan siswa yang mampu mengembangkan kompetensi dan membentuk watak yang juga relevan dengan tantangan zaman. Oleh karena itu, agar siswa mampu bersaing secara global, maka proses pendidikan di sekolah harus berorientasi pada pemberdayaan kemampuan siswa untuk dapat berkomunikasi (Communication), berkolaborasi (Collaboration), berpikir kritis (Critical Thinking), dan meningkatkan kreativitas (Creativity). Dalam konteks tersebut, pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) memegang peranan penting, khususnya dalam proses pengembangan kemampuan cara mencari tahu tentang gejala alam secara sistematis.

Salah satu teori pembelajaran yang berkembang dewasa ini adalah teori konstruktivisme. Konsep utama dalam teori tersebut adalah bahwa guru berposisi tidak sebagai satu satunya sumber belajar siswa. Berbagai jenis metode dan model pembelajaran mutakhir banyak terinspirasi oleh teori konstruktivisme, salah satunya adalah pembelajaran dengan pendekatan berbasis STEM. STEM merupakan singkatan dari kata Science, Technology, Engineering dan Matemathic. Menurut Moore dkk (2014) dalam Anggraini dan Huzaifah, (2017), STEM merupakan suatu pendekatan dalam pembelajaran yang mengupayakan untuk menggabungkan beberapa atau semua subjek dalam STEM ke dalam satu pelajaran dengan melihat pada hubungan antar subjek di dunia nyata.

Ada banyak materi dalam mata pelajaran IPA yang dapat dibelajarkan ke siswa melalui pendekatan STEM. Salah satunya adalah materi “Teknologi Ramah Lingkungan“. Materi tersebut relevan dengan masalah yang berkaitan dengan pencemaran lingkungan yang masih menjadi isu global saat ini. Pendekatan Embedded/tertanam dalam konsep STEM, dapat diterapkan oleh guru dalam pembelajaran untuk dapat merangsang peserta didik memiliki teknik pemecahan masalah yang dihadapi di kehidupan sehari hari. Salah satu masalah yang harus dipecahkan oleh siswa dalam pembelajaran materi ini adalah bagaimana mengupayakan berkurangnya limbah plastik dan melakukan penghematan terhadap sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui. Selain itu, upaya menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang perlunya air bersih harus terus dilaksanakan agar tercipta lingkungan yang sehat, bersih dan layak huni.

Baca juga:   WAG Akomodir Pembelajaran Permainan Bola Besar saat Pandemi

Materi teknologi ramah lingkungan yang mengangkat isu pencemaran dan pemanfaatan teknologi sederhana tepat guna dan ditemui langsung sehari-hari oleh siswa bisa diajarkan dengan pendekatan STEM model PjBL. Inilah inti dari proses pendidikan STEM, betapa konsep, prinsip dan teknik dalam sains, teknologi, rekayasa dan matematika dapat digunakan secara terintegrasi dalam mengembangkan produk, proses dan sistem yang dapat dirasakan manfaatnya dalam menyelesaikan masalah di kehidupan sehari-hari (Rustaman, 2016).

Setelah memetakan pembelajaran STEM yang akan dilaksanakan, langkah selanjutnya adalah guru harus mencoba membuat prototype model media PAS yang akan dikerjakan oleh siswa melalui model PjBL STEM. Pembuatan prototype dalam pembelajaran berbasis proyek ini penting dilakukan dan dibuat oleh guru agar proses pembuatan media PAS yang dilakukan oleh siswa bisa benar-benar diterapkan dan dapat diketahui kekurangan maupun kelebihan alat yang akan diciptakan oleh kelompok siswa. Berdasarkan sintaks kegiatan PjBL, proses kegiatan pembelajaran memerlukan kesabaran guru dalam membantu siswanya untuk menyelesaikan proyek mandiri mereka. Selama pembelajaran tersebut, guru dapat melihat antusias mereka untuk menyelesaikan proyek dan bisa mencatat kejadian-kejadian penting saat siswa berproses dan berkreasi dalam menghasilkan media PAS yang benar-benar bisa diterapkan dan digunakan.

Baca juga:   PJJ Lewat Google Form Tingkatkan Prestasi Belajar IPS di Masa Pandemi

Meskipun penggunaan model PjBL dalam penelitian tersebut berbeda-beda karena disesuaikan dengan materi yang diberikan oleh guru, secara umum proses pembelajaran proyek berbasis STEM yang dilaksanakan di SMP N 29 Semarang memiliki dampak yang baik dalam peningkatan ketrampilan dan hasil belajar di kelas IPA. Pembelajaran STEM berbasis proyek terbukti menciptakan siswa yang mampu berpikir tingkat tinggi dan solutif. Hal ini dikarenakan selama proses perancangan media sampai menjadi prototype alat membutuhkan analisis dan pengujian berulang kali agar prototype yang dihasilkan dapat diterapkan di masyarakat dengan baik. Pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan STEM memerlukan ketrampilan guru dalam menciptakan prototype yang akan dihasilkan oleh siswa, sehingga tujuan pembelajaran yang diharapkan akan dapat tercapai. Pembelajaran STEM dengan media PAS di tingkat SMP dapat diterapkan dalam materi Teknologi Ramah Lingkungan dengan baik melalui tahapan proses pembelajaran berbasis proyek sebagai salah satu upaya mempersiapkan sumber daya siswa yang kompeten dalam menghadapi tantangan di abad 21. (ipa1/zal)

Guru SMPN 29 Semarang

Author

Populer

Lainnya