Pembelajaran Daring dan Karakter Peserta Didik

Oleh: Eri Kuntarto, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, DI masa pandemi covid-19 8ini, pembelajaran tetap dilaksanakan di sekolah, tidak dengan tatap muka, tetapi dengan cara daring dan luring. Kalau pembelajaran yang di lakukan secara online menggunakan aplikasi disebut daing, sebaliknya pembelajaran secara langsung tidak secara online di sebut luring. Namun pembelajaran ini ada segi positif dan ada seni negatifnya.Kalau di lihat dari segi positifnya adalah siswa belajar tidak tatap muka di sekolah tetapi belajar di rumah dengan menggunakan Hp atau leptop, hal ini hal ini adalah untuk menghindari dari Covid-19. Sedangkan segi negatifnya adalah siswa mempergunakan Hp atau laptop kebanyakan salah kegunaannya, ini merupakan masalah dalam pembelajaran.

Permasalahnnya adalah ketidaksesuain antara harapan dan kenyataan, menurut Sutisna (2001) mengemukakan bahwa masalah adalah sesuatu yang tidak di sukai, menimbulkan kesulitan bagi diri sendiri atau orang lain dan ingin atau perlu dihilangkan. Menurut Sutisna karakter itu adalah sifat pribadi yang relatif stabil pada diri individu yang menjadi landasan bagi penampilan prilaku dalam standar nilai dan norma yang tinggi. Pada hakikatnya karakter itu diperlukan untuk membangun kehidupan yang lebih baik dan beradab, bukan pribadi yang tidak baik.

Siswa merupakan kunci utama keberhasilan belajar, selama melakukan proses pembelajaran sikap siswa akan menentukan hasil dari pembelajaran yang akan mempengaruhi dalam belajar. Sikap yang salah akan membuat siswa tidak peduli dengan belajar, akibatnya tidak akan terjadi belajar yang kondusif. Dengan pembelajaran daring kebanyakan siswa mempergunakan Hp nya bukan untuk belajar, tetapi untuk bermain game, tik tok, free fire, dan lainnya. Dengan demikian upaya yang di lakukan dalam pembelajaran daring tentu tidak akan berjalan dan menjadi sia-sia saja.

Baca juga:   Asyik Menulis Surat Resmi dengan Project Based Learning

Ada juga dampak positif penggunaan internet bagi remaja, mendapatkan informasi lebih maju, pasti, akurat dan cepat. Memungkinkan kita berkomunikasi jarak jauh, tanpa harus mendatangi orangnya. Bagi siswa dan mahasiswa bisa mengerjalan tugas di sekolah dengan mudah dan cepat. Dengan mengakses internet kita bisa lebih tahu tentang dunia, memudahkankan mencari informasi dan lebih mudah untuk memasarkan produk yang ingin dijual.

Selain dampak positif dari penggunaan internet tenyata ada juga dampak negatif yang merupakan salah satu perilaku menyimpang yang dilakukan oleh siswa seperti kejahatan yang dilakukan kepada seseorang dengan sarana internet di dunia maya yang bersifat buruk dan menyimpang seperti pornografi. Dengan cepat dan mudahnya mengakses informasi melalui internet, pornografi pun merajalela. Di internet terdapat konten berbau pornografi dan kekerasan yang bisa mengakibatkan dorongan kepada seseorang untuk bertindak kriminal. Apalagi para remaja di masa sekolah yang masih awam yang keingintahuannya sangat tinggi. Untuk meredamkan hal ini, sangat dibutuhkan bimbingan dari orang dewasa mengontrol setiap kegiatan yang dilakukan oleh anak-anak khususnya pengawasan

Baca juga:   Pembelajaran Daring IPA dengan Media Paper Merge Cube Augmented Reality

Jika dilihat dari hasil prestasi siswa, para orangtua juga meragukan akan nilai siswa yang diberikan guru karena para orangtua merasakan bahwa dari sedemikian banyak tugas yang diberikan oleh para guru sebagian besar para orang tualah yang mengerjakan bahkan para orangtua menanyakan kepada koleganya untuk mencari jawaban tugas anaknya. Hal ini menimbulkan ketidakadilan bagi siswa yang memang benar-benar mengerjakan dengan kemampuannya sementara jerih payahnya tak dihargai sepadan oleh guru yang hanya melihat kebenaran jawaban yang dia terima

Dalam hal ini yang paling utama untuk mengatasinya adalah pengawasan dan nasehat orangtua juga ditambah dengan pantauan wali kelas, guru bidang studi atau pun bimbingan konseling. Mudah-mudahan pembelajaran daring dalam masa pandemi ini bisa berjalan lancar dan tercapai apa tujuan yang di inginkan. Seperti di SMPN 3 Ampelgading. (ag2/zal)

Guru SMPN 3 Ampelgading

Author

Populer

Lainnya