Pemanfaatan Google Classroom Solusi Pembelajaran di Masa Pandemi

Oleh : Ari Yuniawan S.Pd.SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PANDEMI Covid-19 telah mempengaruhi seluruh tatanan kehidupan di semua aspek, termasuk pendidikan. Pembelajaran tatap muka yang selama ini dilaksanakan di Indonesia, kini harus beradaptasi terhadap situasi dan kondisi. Penyebaran virus ini menyebabkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Pembelajaran dalam jaringan (daring) menjadi alternatif utama dalam upaya agar proses belajar mengajar tetap berjalan.

Dimyati (2017) menjelaskan, pembelajaran daring atau e-learning merupakan bentuk pemanfaatan teknologi dalam mendukung proses belajar mengajar jarak jauh. Berbagai alternatif pembelajaran daring telah tersedia sejak lama. Sehingga dapat dikatakan pada masa pandemi, internet merupakan salah satu kebutuhan utama. Semua kegiatan masyarakat banyak menggunakan metode daring untuk melaksanakan berbagai aktivitas, baik pribadi maupun kelompok.

Proses belajar mengajar di kelas VI SDN 16 Mulyoharjo menggunakan salah satu alternatif pembelajaran daring yakni google classroom.

Herman dalam Nurfiyanti (2019: 51) mengemukakan, google classroom konsepnya merupakan kelas yang tersedia bagi siapa saja yang mempunyai Google Apps for Education, serangkaian alat produktivitas gratis termasuk gmail, dokumen, maupun drive.

Baca juga:   KKG MI Menuju Guru yang Berkualitas Tinggi

Langkah-langkah penggunaan google classroom sebagai berikut, 1) guru membuat akun di google classroom dan mengajak siswa untuk bergabung di kelas google classroom yang telah dibuat dengan mengirim link akun kepada siswa melalui Group Whatshap (WAG). 2) Siswa bergabung dalam kelas google classroom milik guru. 3) Guru mengisi akun kelas berupa materi, penugasan, dan ulangan harian dengan cara meng-upload di akun google classroomnya. 4) Siswa mempelajari materi, mengerjakan tugas, dan mengerjakan evaluasi akun kelas. 5) Guru memberikan respon, arahan, dan bimbingan melalui akun kelas atau melalui WAG. 6) Guru dapat mengecek siswa yang telah mengerjakan dan mengunggah tugas ataupun yang belum, serta dapat mengetahui siswa yang mengikuti pembelajaran dan yang tidak.

Metode daring menggunakan google classroom memudahkan guru dalam memberikan materi dan evauasi tanpa harus bertemu langsung dengan siswa. Pembelajaran dapat berlangsung dengan baik tanpa harus tatap muka.

Namun banyak kendala yang dialami siswa maupun guru dalam melaksanakan pembelajaran daring atau e-learning. Kendala sinyal, kuota, dan perangkat yang kurang memadai membuat pembelajaran daring ini tersendat, sehingga perlu inovasi dan kreativitas guru agar pembelajaran tetap berlangsung.

Baca juga:   Kurikulum 13 Hebohkan Sekolah

Selain kendala tersebut, pembelajaran daring tidak menjamin proses belajar mengajar berjalan sebagaimana mestinya. Bantuan dari orang lain (baik keluarga maupun orang lain) dimungkinkan terjadi dalam pengerjaan tugas, sehingga hasil pengerjaan tugas dan evaluasi tidak sesuai dengan kemampuan siswa sebenarnya, karena tidak dalam pengawasan dan bimbingan guru.

E-learning dengan menggunakan google classroom merupakan salah satu alternatif terbaik dalam upaya pelaksanaan pembelajaran tetap berjalan dan memberikan kontribusi yang besar pada masa pandemi ini. Walaupun banyak kendala dalam pelaksanaannya, namun semuanya masih dapat diatasi dengan berbagai alternatif penyampaian pembelajaran yang dapat dilakukan sesuai dengan kemampuan dan kemauan dari berbagai pihak. Baik pihak sekolah, pendidik/gurunya, siswa dan keluarga pendukung siswa. Alternatif tersebut dapat berupa pengefektifan WAG, penggunaan channel youtube dan lainnya. (agu2/ida)

Guru SDN 16 Mulyoahrjo, Kecamatan Pemalang, Kabupaten Pemalang

Author

Populer

Lainnya