Dengan Picture and Picture, Belajar PKn Jadi Kreatif di Masa Pandemi

Oleh : Dra Endang Lestarningsih

spot_img

RADARSEMARANG.ID, SELAMA ini pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) dipandang sebagai mata pelajaran yang kurang menyenangkan. Guru telah melakukan berbagai cara dan media pembelajaran, namun siswa masih sulit minim kreativitas. Padahal sudah dibekali sumber belajar berupa buku paket yang kurang dimanfaatkan. Hal ini terjadi juga di kelas VIII SMPN 35 Semarang pada materi Sumpah Pemuda.

Perlu diketahui, guru dalam suatu proses pembelajaran berperan sebagai subjek pembelajar, dan siswa sebagai peserta ajar. Materi pembelajaran merupakan pengait antara keduanya dalam proses belajar. Dalam pelaksanaannya, terjadi hubungan timbal balik antara komponen-komponen pembentuk pembelajaran. Dalam hal ini, guru harus dapat membangkitkan kreativitas siswa untuk belajar. Karena dengan membangkitkan kreativitas, siswa akan giat belajar untuk meraih apa yang dicita-citakan dan meraih hasil belajar yang gemilang di masa depan.

Oleh karena itu, penulis sebagai guru berusaha memiliki pengetahuan yang lengkap sesuai dengan bidang yang diampu dan mengusai strategi pembelajaran, metode, dan media pembelajaran, agar tercapai secara maksimal. Model pembelajaran merupakan suatu desain yang menggambarkan proses rincian dan penciptaan situasi lingkungan yang memungkinkan siswa berinteraksi sehingga terjadi perubahan atau perkembangan pada diri siswa (Didang: 2005).

Baca juga:   Kotak Kubus Acrylic Membantu Penjelasan Gambar Proyeksi

Strategi pembelajaran adalah suatu siasat melakukan kegiatan pembelajaran yang bertujuan mengubah keadaan pembelajaran menjadi pembelajaran yang diharapkan. (Soedjadi, 1999:101).

Untuk itu, guru harus mencari tahu apa yang harus dilakukan untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Salah satunya dengan menerapkan model pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa, terutama pada masa pandemi Covid–19. Dalam hal ini, penulis menggunakan salah satu model yang saat ini populer yaitu model pembelajaran picture and picture. Model ini penulis gunakan, karena sangat cocok dengan kondisi pandemi Covid-19. Model pembelajaran ini merupakan salah satu bentuk model pembelajaran kooperatif.

Pembelajaran kooperatif adalah pembelajaran yang secara sadar dan sistematis mengembangkan interaksi yang saling asah, silih asih, dan silih asuh. Menurut Agus Suprijono (2009:110), model pembelajaran picture and picture adalah metode belajar yang menggunakan gambar yang dipasangkan atau diurutkan menjadi urutan logis. Pembelajaran ini memiliki ciri aktif, inovatif, kreatif, dan menyenangkan.

Model pembelajaran apapun yang digunakan selalu menekankan aktifnya peserta didik dalam setiap proses pembelajaran. Inovatif setiap pembelajaran, berarti harus memberikan sesuatu yang baru, berbeda, dan selalu menarik minat peserta didik. Kreatif artinya pembelajarnya harus menimbulkan minat kepada peserta didik untuk menghasilkan sesuatu atau dapat menyelesaikan suatu masalah dengan menggunakan metoda, teknik, atau cara yang dikuasai oleh siswa itu sendiri yang diperoleh dari proses pembelajaran.

Baca juga:   Modelling Writing Tingkatkan Kemampuan Menulis Teks Recount

Adapun langkah-langkah pelaksanaan model pembelajaran picture and picture sebagai berikut, 1) guru menyampaikan tujuan pembelajaran atau kompetensi yang ingin dicapai. 2) Memberikan materi pengantar sebelum kegiatan. 3) Guru menyediakan gambar-gambar yang akan digunakan (berkaitan dengan materi). 4) Guru menunjuk siswa secara bergilir untuk mengurutkan atau memasangkan gambar-gambar yang ada. 5) Guru memberikan pertanyaan mengenai alasan siswa dalam menentukan urutan gambar. 6) Dari alasan tersebut, guru akan mengembangkan materi dan menanamkan konsep materi yang sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai. 7) Guru menyampaikan kesimpulan.

Metode ini simpel untuk diajarkan, lebih terarah, dan peserta didik lebih cepat menangkap materi, meningkat daya nalar, meningkatkan tanggung jawab peserta didik, dan pembelajaran lebih berkesan. Kelemahannya, baik guru ataupun peserta didik kurang terbiasa, tidak tersedianya dana khusus untuk menemukan atau mengadakan gambar-gambar yang diinginkan. (ipa1/ida)

Guru SMPN 35 Semarang

Author

Populer

Lainnya