Aplikasi Google Form Sebagai Mediaalternatif Belajar Dari Rumah

Oleh : Mujirin, S.Pd.,M.Pd.

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pandemi Covid-19 hingga hari ini belum berakhir. Sudah lebih dari setahun anak sekolah dari TK sampai dengan perguruan tinggi belajar dari rumah (BDR) dengan model pembelajaran jarak jauh (PJJ). Kemendikbud menerbitkan SE No 15 Tahun 2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Belajar dari Rumah (BDR) Dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19. Menurut Staf Ahli Mendikbud Bidang Regulasi Chatarina Mulia Girsang SE ini untuk memperkuat SE Mendikbud No 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pendidikan Dalam Masa Darurat Coronavirus Disease (Covid-19).

Dalam SE ini disebutkan bahwa tujuan dari pelaksanaan Belajar dari Rumah (BDR) adalah memastikan pemenuhan hak peserta didik untuk mendapatkan layanan pendidikan selama darurat Covid-19, melindungi warga satuan pendidikan dari dampak buruk virus, mencegah penyebaran dan penularan virus di satuan pendidikan, dan memastikan pemenuhan dukungan psikososial bagi pendidik, peserta didik, dan orang tua.

BDR dimaknai sebagai suatu metode pembelajaran yang menggunakan korespondensi sebagai alat komunikasi antara tenaga pengajar dan siswa ditambah adanya interaksi antar siswa di dalam proses pembelajaran (Suparjo, 2018). Sedangkan Lukmanto (2017) mengemukakan BDR merupakan sistem pendidikan yang tidak mempersyaratkan adanya tenaga pengajar di tempat seseorang belajar, namun memungkinkan adanya pertemuan-pertemuan antara tenaga pengajar dan peserta didik pada waktu-waktu tertentu.

Baca juga:   Memanfaatkan Media Sosial YouTube dalam Pembelajaran Prakarya

Pendapat senada diungkapkan Michael Moore (2013), BDR sebagai bagian dari metode pembelajaran dimana perilaku mengajar dieksekusi terpisah dari perilaku belajar, termasuk yang dilakukan di hadapan peserta didik. Sehingga komunikasi antara guru dan peserta didik harus difasilitasi dengan alat cetak, elektronik, mekanik atau lainnya.

Untuk menunjang BDR di SMP Negeri 3 Pengadegan, sebagai guru IPS menggunakan aplikasi google form. Aplikasi google form adalah layanan dari google yang memungkinkan pendidik untuk membuat survei, tanya jawab dengan fitur formulir online yang bisa dikustomisasi sesuai dengan kebutuhan. Jadi kita bisa mendapatkan jawaban secara langsung dari peserta didik yang mengikuti pelajaran IPS. Berdasarkan pengalaman penulis, aplikasi google form ini memiliki keunggulan-keunggulan.

Pertama, tampilan formnya menarik. Aplikasi ini menyediakan fasilitas kepada penggunanya untuk memasukan dan menggunakan foto, gambar dan dokumen di dalam pelajaran IPS. Aplikasi ini juga memiliki template untuk membuat kuis atau kuesioner online tersebut semakin menarik dan hidup. Misalnya soal latihan untuk ulangan harian, soal kuis dan penilaian pada topik-topik tertentu. Kalau kita mau mengajarkan tentang wilayah Indonesia kita bisa men-share materi yang berupa gambar peta, slide powerpoint ataupun berupa video.

Baca juga:   Membangun Kepercayaan Diri melalui Aplikasi TikTok dalam Pembelajaran Matematika

Kedua, memiliki berbagai jenis tes yang bebas dipilih, dalam aplikasi ini menyediakan fasilitas pilihan tes yang bebas digunakan sesuai dengan keperluan pengguna. Misalnya pilihan jawaban singkat, panjang, pilihan ganda, ceklist, tarik turun, dan skala linier. Semua pertanyaan tersebut dapat dijelaskan dan langsung dipraktekkan secara klasikal maupun individual sehingga semua peserta didik merasa puas dari aktivitas pembelajaran dalam google form.

Ketiga, bisa untuk membuat kuis online, karena aplikasi ini memiliki tampilan sederhana dan sangat bermanfaat untuk memberikan penugasan kepada peserta didik.

Keempat, ketika peserta didik sudah mengikuti belajar dari rumah IPS, guru bisa mengecek tugas yang sudah diselesaikan dan respon pembelajaran yang sudah peserta didik kerjakan. Presensi peserta didik bisa kita lihat, dan hasil kerja peserta didik juga bisa diunduh dalam spreadsheet sehingga bisa dicetak hasilnya.

Dengan penggunaan aplikasi google form ini pendidik sangat terbantu karena aplikasi ini sangat mudah dan gampang untuk digunakan. (dd2/ton)

Guru IPS SMP Negeri 3 Pengadegan Purbalingga.

Author

Populer

Lainnya