Manfaatkan Aplikasi dalam Inovasi Pembelajaran selama Pandemi

Oleh : Ilham Subur Jatmiko, S.Pd,M.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, MASA Pandemi Covid-19 membuat pola pendidikan berubah. Semula proses belajar mengajar dilakukan dengan tatap muka, kini berubah menjadi daring atau pembelajaran jarak jauh (PJJ). Begitu juga di SMPN 41 Semarang. Pelaksanaan sistem pembelajaran mengalami perubahan bentuk operasional yang digeneralisasi melalui kebijakan pembelajaran yang harus menerapkan protokol kesehatan (prokes) meliputi social distancing (jaga jarak), memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, mengurangi mobilitas dan menghindari kerumunan.

Menurut Donald Olding Hebb kondisi ini dapat membuat setiap individu lebih responsif terhadap aspek tertentu pada lingkungan. Aspek tersebut adalah perubahan yang dilahirkan oleh pembatasan sosial tersebut. Menilik teori generalisasi dan diskriminasi maka respon tersebut terpetakan secara alami. Sehingga guru di SMPN 41 Semarang harus mencari alternative teknik mengajar agar siswa dapat memahami apa yang disampaikan.

Gerakan masif pembatasan sosial terjadi pada komunitas terkecil (keluarga) hingga pada komunitas terbesar (masyarakat). Setiap individu dituntut menyadari eksistensi peran bagi individu lainnya agar tetap berjalan dengan rel mandiri yang berpegang pada jargon “mulai dari diri untuk keselamatan bersama”. Karena itu, proses pendidikan bisa menerapkan beragam aplikasi yang banyak diikuti masyarakat untuk memudahkan transfer knowledge dan belajar tetap menyenangkan.
Pendidikan yang lumrah ada interaksi langsung antarunsur (pendidik dan tenaga kependidikan dan peserta didik) beralih menjadi pembelajaran interaksi tidak langsung. Dengan tiga pendekatan yang diamanatkan oleh Ki Hadjar Dewantara tentang pendidikan, konsep 3N, yakni Niteni, Niroke, dan Nambahi yang berarti mengamati, meniru, dan menambahkan, bisa tetap dilakukan dimanapun.

Baca juga:   Pembelajaran IPS di Era Pandemi Lebih Enjoy dengan Power Point

Oleh karena itu, di era teknologi canggih ini, guru dituntut memiliki kemampuan dalam bidang teknologi pembelajaran. Seperti membuat dan mendesain pembelajaran yang sangat bervariasi, menarik dan diminati peserta didik. Ini menjadi tantangan tersendiri. Misalnya, guru membuat konten video kreatif sebagai bahan pengajaran. Dalam hal ini, guru lebih persuasif dalam mendorong peserta didik semakin tertarik dengan materi yang diberikan oleh guru melalui video kreatif tersebut. Peserta didik tentu akan dapat memahami apa yang dijelaskan oleh guru melalui video kreatif yang dibuat oleh guru tersebut. Dengan adanya penerapan model pembelajaran di rumah ini, membuat siswa tidak merasa bosan dalam mengikuti pembelajaran secara online.

Berikut ini adalah beberapa pilihan model atau metode pembelajaran yang bisa dilakukan agar proses pembelajran dan transfer knowledge tidak terputus antara guru dan peserta didik. Pertama, televisi. Hampir semua wilayah bisa menjangkau siaran televisi, sehingga bisa dijadikan alternatif untuk PJJ. Kedua, whatsapp. Hampir setiap peserta didik menginstal aplikasi ini dalam handphone miliknya, sehingga bisa menjadi salah satu media pembelajaran interaktif di masa pandemi Covid-19. Dengan fitur melampirkan dan merekam, aplikasi ini dapat dibuat media pembelajaran interaktif. Ketiga, TikTok. Sebagian besar orang menganggap TikTok hanya media hiburan semata, namun tidak demikian bagi pendidik yang kreatif dan inovatif. TikTok dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang menarik siswa.

Baca juga:   Blended Learning Metode Tepat Pembelajaran Bahasa Inggris di Masa Pandemi

Pendidikan adalah proses menuju perubahan. Dalam pendidikan ada proses belajar. Dalam pendidikan pula mengenal dua istilah bersamaan, yakni pendidik dan peserta didik. Baik pendidik maupun peserta didik akan selalu ada dalam dunia pendidikan, baik pendidikan formal maupun non formal. Pendidik adalah orang dewasa yang bertanggung jawab memberikan bimbingan atau bantuan kepada anak didik dalam perkembangan jasmani dan rohaninya agar mencapai kedewasaannya, serta mampu melaksanakan tugasnya sebagai khalifah di bumi, baik sebagai makhluk sosial dan sebagai individu yang sanggup berdiri sendiri. (rs1/ida)

Guru IPA SMPN 41 Semarang

Author

Populer

Lainnya