Belajar Nilai-Nilai Pancasila Terkait Hak dan Kewajiban Warga Negara melalui LMS

Oleh: Misbarokah,S.Pd.

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk sekolah sangat erat kaitannya dengan dua disiplin ilmu yang erat dengan kenegaraan. Yakni Ilmu Politik dan Hukum yang terintegrasi dengan humaniora dan dimensi keilmuan lainnya yang dikemas secara ilmiah dan pedagogis untuk kepentingan pembelajaran di sekolah. Oleh karena itu, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di tingkat sekolah bertujuan untuk mempersiapkan para peserta didik sebagai warga negara yang cerdas dan baik (to be smart dan good citizen). Warga negara yang dimaksud adalah warga negara yang menguasai pengetahuan (knowledge), keterampilan (skills), sikap dan nilai (attitudes and values) yang dapat dimanfaatkan untuk menumbuhkan rasa kebangsaan dan cinta tanah air.

Materi hak dan kewajiban warga negara diajarkan di kelas XII semester 1. Dalam Silabus PPkn kelas XII SMA/MA kompetensi pengetahuan dasar (KD 3.1) menganalisis nilai-nilai pancasila terkait dengan kasus-kasus pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dan kompetensi dasar ketrampilan serta (KD 4.1) menyaji hasil analisis niali-nilai Pancasila terkait dengan kasus-kasus pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menurut undang-undang Sistem pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003, pembelajaran adalah proses interaksi siswa dengan guru dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Di dalam pembelajaran seorang guru memberikan ilmu dan pengetahuan kepada siswa. Dari proses ini diharapkan siswa dapat memperoleh pengetahuan dan ditunjukkan dengan perubahan dalam diri siswa menjadi lebih baik dari yang sebelumnya. Menurut Sanjaya (2010: 228), sumber belajar adalah segala sesuatu yang ada di sekitar lingkungan kegiatan belajar yang secara fungsional dapat digunakan untuk membantu optimalisasi hasil belajar.

Baca juga:   Ewuh Pakewuh, Ubah Rasa Takut Siswa pada Guru

Media pembelajaran mempunyai peranan penting dalam kegiatan belajar mengajar,yang memiliki tujuan agar proses belajar mengajar lebih efektif dan mudah diterapkan. Media pembelajaran adalah pengantar atau perantara informasi dari sumber kepada penerima (Sanjaya, 2006). Media pembelajaran merupakan salah satu bentuk sumber belajar atau sumber informasi bagi siswa. Sumber belajar adalah segala sesuatu yang dapat dimanfaatkan oleh siswa untuk mendapatkan pengetahuan dan pengalaman belajar sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai (Sanjaya, 2006).

Kegiatan pembelajaran di SMA Negeri 1 Pemalang khususnya mata pelajaran PPkn menggunakan media pembelajaran berupa Learing Management System (LMS). LMS secara umum adalah perangkat lunak yang dirancang untuk membuat, mendistribusikan, dan mengatur penyampaian materi pembelajaran. Dalam masa pendami Covid-19 sekarang ini pemilihan media pembelajaran menggunakan LMS adalah pilihan yang tepat untuk mempermudah penyampaian materi kepada peserta didik. Karena berbasis aplikasi digital, selain memudahkan guru dalam merencanakan proses belajar daring. LMS juga memudahkan siswa untuk mengakses konten pembelajaran dari mana saja dan kapan saja. Melalui LMS ini, Guru dapat memanfaatkan konten-konten dalam bentuk digital, seperti artikel, e-book, animasi, suara, dan video yang menarik. Sebagai sebuah media pembelajaran digital, LMS tentu memiliki fitur kelas maya atau kelas daring, kelas yang menyajikan proses belajar-mengajar tanpa mengharuskan kontak fisik. Kelas daring ini dapat menyajikan beragam materi pembelajaran digital, berupa video atau animasi pembelajaran, rekaman suara guru mengenai materi pembelajaran, dan dokumen materi pembelajaran (artikel atau buku elektronik) untuk dipelajari secara mandiri oleh peserta didik.

Baca juga:   Mutu Pendidikan Meningkat, Kompetensi Peserta Didik Juga Meningkat

Dengan memanfaatkan LMS dalam penyampaian materi hak dan kewajiban warga negara dapat mempermudah penyampaian materi kepada peserta didik, sehingga tujuan dari pembelajaran terutama materi hak dan kewajiban warga negara dapat tercapai baik itu kompetensi dasar pengetahuan maupun kompetensi dasar ketrampilan. (rs1/ton)

Guru PPKN SMA N 1 Pemalang

Author

Populer

Lainnya