Collaborative Learning Game Education Efektif untuk Pembelajaran IPA secara Daring

Oleh : Wainingrum, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Covid-19 menjadikan segalanya menjadi berubah. Di sektor pendidikan, sistem pembelajaran menggunakan daring, dilakukan dari rumah. Hal tersebut akan menimbulkan masalah dan kendala tersendiri jika pembelajaran yang dilakukan kurang aktif, dan inovatif.

Untuk meningkatkan pembelajaran dan merangsang keaktifan siswa dalam berpikir kritis (chritical thinking) maka penulis akan membuat variasi pembelajaran menggunakan collaborative learning game education.

Collaborative learning adalah proses belajar kelompok yang setiap anggota menyumbangkan informasi, pengalaman, ide, sikap, pendapat, kemampuan, dan keterampilan yang dimilikinya, untuk secara bersama-sama saling meningkatkan pemahaman seluruh anggota. Collaborative learning itu meliputi kemampuan sosial dan kemampuan pembelajaran. Hal ini menggabungkan 3 konsep, yaitu tanggung jawab individu (individual accountability), keuntungan kelompok (group benefit), dan pencapaian kesuksesan. Tujuan collaborative learning adalah meningkatkan interaksi siswa dalam memahami suatu tugas serta siswa mampu mengeksplorasikan apa-apa saja yang ada dalam pikirannya (Elizabert, dkk, 2014).

Secara rinci model collaborative learning digambarkan sebagai berikut, pada saat kolaboratif dilaksanakan semua siswa akan aktif. Siswa akan saling komunikasi secara alami dalam sebuah kelompok yang terdiri dari 5 sampai 6 siswa.. Contohnya untuk membuat siswa dapat bekerja sama dan berkomunikasi satu sama lain dalam suatu kelompok yang terdiri dari 5 – 6 siswa, guru seharusnya menyiapkan sebuah permainan (dalam hal ini permainan mencari gambar) dengan harapan semua siswa aktif. Dengan komunikasi aktif antara siswa, akan terjalin hubungan yang baik dan saling menghargai, demi kerja individu untuk kelompok.

Baca juga:   Lawatan Sejarah sebagai Model Pembelajaran

Hal tersebut akan merangsang untuk bekerja sama. Dalam kondisi seperti ini guru hanya mengamati, memantau dan memberi masukan jika siswa kurang memahami konsep permainannya. Cara kerja siswa serta cara berkomunikasinya menjadi pembanding saat siswa memerlukan bantuan. Tujuan pembelajaran kolaboratif adalah membangun pribadi yang otonom dan pandai mengaktualisasikan pemikirannya.

Game sebagai suatu hal yang di anggap menyenangkan dapat digunakan untuk memuat konten-konten edukasi yang dapat membantu dalam menyampaikan nilai-nilai positif dalam membangun kecerdasan manusia secara utuh.

Game education yang akan dilakukan dengan cara siswa secara individu mengirimkan beberapa gambar sesuai kesepakatan mengenai materi klasifikasi makhluk hidup dalam sebuah tim kelompok secara berantai, siswa yang lain mengidentifikasi ciri morfologi, persamaan dan perbedaan yang dimiliki tanaman dalam klasifikasi tersebut. Kemudian siswa yang lain dalam kelompoknya akan menilai dan mencari jawaban yang benar, untuk kemudian akan mengirimkan gambar tanaman juga yang akan diidentifikasi dan dinilai siswa berikutnya yang masih dalam satu tim.

Setelah semua siswa saling mengirimkan gambar tentang materi klasifikasi tersebut dan masing-masing kelompok sudah mengidentifikasi hasil anggota tim kelompoknya, maka semua anggota kelompok akan meresumnya dan memaparkannya dalam presentasi tim yang hasilnya dapat di saksikan oleh kelompok lain dalam satu kelas melalui zoom meeting.

Baca juga:   Mengenal Lingkungan Alam Sekitarnya

Permainan mencari gambar menurut Romlah adalah cara belajar yang menyenangkan karena dengan bermain siswa belajar sesuatu tanpa menyadari telah mempelajari suatu materi. Apa yang dipelajarinya disimpan dalam pikirannya dan akan dipadukan menjadi satu kesatuan dengan pengalaman-pengalaman lain yang kadang tanpa disadari (Romlah, 2001).

Bermain aktif juga mendorong pemaknaan akan suatu konsep secara personal. Siswa akan lebih mudah mengingat situasi, ide, dan keterampilan yang dianggap relevan dengan kondisi dan keadaan mereka. Kegiatan belajar berbasis permainan juga memberikan kesempatan pada siswa untuk mempelajari berbagai keterampilan serta mengembangkan perasaan kompeten dan percaya diri, serta mendorong kekreativan siswa dan memotivasi siswa untuk saling berkolaborasi dalam pembelajaran.

Proses pembelajaraan dengan collaborative learning game education ini penulis terapkan di SMP Negeri 7 Semarang dalam masa pandemi. Dengan metode pembelajaran ini mampu meningkatkan hasil pembelajaran yang optimal. Sehingga nila IPA kelas 7 untuk materi klasifikasi tumbuhan menunjukkan peningkatan yang signifikan. (rs1/lis)

Guru SMPN 7 Semarang

Author

Populer

Lainnya