Tujuan Sekolah Optimal dengan Sehati

Oleh : Masjhur Tjahjanto, S.Pd., M.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Kepala sekolah memiliki tugas dan fungsi yang cukup banyak dalam mengemban tugas dan jabatannya. Menurut Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 28 Tahun 2010 terdapat lima tugas dan fungsi kepala. Yaitu sebagai perencana program, sebagai pelaksana rencana kerja, supervisor dan evaluator, bidang kepeminpinan, dan manajerial.
Di antara ke lima tugas dan fungsi kepala sekolah ada satu tugas yang di dalamnya memuat rancangan sekolah yang terimplementasi dalam visi, misi dan tujuan sekolah. Tugas tersebut adalah kepala sekolah sebagai perencana program.

Kepala sekolah sebagai perencana program harus merumuskan visi, misi, tujuan sekolah serta RKS dan RKAS, serta program induksi. Menurut Levin dan Lippit dalam Ino Sutisno Rawita (2012: 32) bahwa sasaran kepemimpinan adalah pencapaian tujuan sekolah. Secara khusus untuk tujuan sekolah agar dapat tercapai secara optimal sesuai dengan apa yang ada dalam perencanaan maka memerlukan beberapa strategi.

Banyak strategi yang digunakan untuk pencapaian tujuan sekolah. SMA Negeri 2 Grabag merumuskan dan memiliki tujuan sekolah yaitu meningkatkan keunggulan potensi dan prestasi siswa agar menjadi manusia yang religius, nasionalis, cerdas, mandiri dan kompetitif. Agar pencapaian tujuan sekolah bisa optimal SEHATI dipilih sebagai strategi yang dipandang mampu mewujudkanya. Dengan SEHATI harapannya tujuan sekolah tercapai secara optimal.

Baca juga:   Era Digitalisasi Tingkatkan Motivasi Belajar Bahasa Indonesia

SEHATI merupakan akronim dari Smart, Empathy, Humanism, Awesome, Trusted, Inovatif. Smart: meliputi cerdas intelektual (IQ), cerdas emosionl (EQ), dan cerdas spritual. Empathy di dalamnya meliputi peduli, memiliki kepedulian terhadap sesama dan lingkungan, Humanism: manusiawi/kemanusiaan, mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, semangat gotongroyong, berbagi, mengapresiasi, mandiri. Awesome: hebat/luarbiasa menghasilkan karya yang luar biasa. Trusted: terpercaya, dapat dipertanggungjawabkan. Inovatif, pembaharu, memiliki ide-ide kreatif:
Berdasar kata yang pertama yaitu smart, sebagai manifestasi tujuan sekolah yaitu meningkatnya prestasi siswa, cerdas dan kompettitf. Kata ke dua empathy dapat menjadi manifestasi tujuan sekolah yaitu keunggulan potensi dan nasionalisme. Humanism merupakan perwujudan tujuan sekolah yaitu menjadi manusia yang religius. Awesome merupakan manifestasi tujuan sekolah yaitu manusia yang kompetitif. Trusted sebagai manifestasi tujuan sekolah yaitu keunggulan potensi siswa serta Inovatif merupakan perwujudan tujuan sekolah kompetitif dan mandiri. Sekalipun masing-masing huruf pada kata SEHATI memiliki makna yang berbeda akan tetapi dalam pelaksanaanya merupakan satu kesatuan proses yang saling mendukung dalam pencapaian tujuan sekolah.
SEHATI sebagai strategi untuk mewujudkan optimalnya pencapaian tujuan sekolah tidak cukup hanya sebagai slogan akan tetapi dijadikan branding sekolah. Branding sekolah sebagai proses untuk menciptakan persepsi unik dan menarik di benak masyarakat yang menjadi nilai pembeda (diferensiasi) dengan sekolah lain. Ketika SEHATI dijadikan branding sekolah semua warga sekolah akan merasa memiliki meyakini dan mewujudkan sebagai bagian yang menjadi ciri khusus sekolahnya. SEHATI akan membudaya dalam diri warga sekolah jika tersosialisasi dengan baik, termonitor melalui supervisi.

Baca juga:   Cinta Nabi dan Rasul melalui Model Pembelajaran CIRC

Supervisi di sini dalam bentuk supervisi lembaga yaitu menyebarkan objek pengamatan supervisor pada aspek-aspek yang berada di sekolah dimaksudkan untuk meningkatkan nama baik sekolah (Daryanto & Tutik, 2015:6) serta terevaluasi secara insidental. Jika ketiga langkah itu dilakukan maka segala perilaku dan kinerja warga sekolah dalam melayani publik dalan hal ini siswa selalu berorientasi pada SEHATI tersebut. Mengapa perlu disosialisasikan, supaya semua warga sekolah mengetahui, ketika mengetahui maka akan jelas dan paham dalam melaksanakannya.
Monitoring kepala sekolah secara rutin terhadap proses pelaksanaan branding sekolah oleh warga sekolah. sangat diperlukan untuk memastikan bahwa semua warga sekolah ikut berproses. Selain itu evaluasi secara insidental juga perlu dilakukan untuk merefleksi seberapa jauh branding SEHATI bisa mendukung tercapainya tujuan sekolah secara optimal. Berdasarkan pembahasan tersebut dapat disimpulkan bahwa tujuan sekolah optimal dengan SEHATI. (pm1/lis)

Kepala SMA Negeri 2 Grabag, Kabupaten Magelang

Author

Populer

Lainnya