Tingkatkan Ketrampilan Menulis Berhuruf Jawa melalui Media Kertas Warna

Oleh : Warmi, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Bahasa Jawa merupakan muatan lokal wajib di provinsi Jawa Tengah berdasarkan surat edaran Kadinas Provinsi Jawa Tengah no 424.13242 tanggal 23 Juli 2013, karena Bahasa Jawa memiliki peran sentral dalam perkembangan budi pekerti budaya Jawa, intelektual, sosial dan emosional siswa. Pembelajaran bahasa Jawa ada aspek ketrampilan menulis. Menulis suatu kegiatan yang produktif dan eksprektif. Ketrampilan menulis tidak bisa secara otomatis, melainkan harus melalui latihan praktik yang banyak dan teratur (Tarigan, 1986 : 4). Begitu juga dalam menulis berhuruf Jawa harus praktik berulang – ulang agar hasilnya baik dan benar.

Pembelajaran bahasa Jawa, kurang diminati oleh para siswa. Kenyataan yang terjadi siswa enggan mempelajari huruf Jawa, khususnya pada menulis berhuruf Jawa. Dengan berkurangnya minat belajar menyebabkan hasil evaluasi belajar pasti rendah. Faktor lain yang menyebabkan hasil evaluasi belajar rendah, siswa kurang menguasai huruf Jawa, guru tidak menggunakan media, dan pembelajaran guru monoton atau membosankan. Masalah tersebut dialami siswa kelas VIII A SMP N 20 Semarang dengan dibuktikan mayoritas siswa tidak mengirimkan tugas hasil pekerjaannya.

Baca juga:   Rumahku Laboratoriumku di saat Pandemi Covid-19

Masalah tersebut harus segera dicarikan solusi perbaikan, terutama dimasa pandemi ini melalui media kertas warna. Media adalah alat untuk membantu proses belajar mengajar agar proses komunikasi lebih berhasil baik dan efektif, (pendapat Amir Hamzah dalam Herlina 2005 : 4). Media kertas warna sebagai alat bantu, pembelajaran yang berupa lembaran kertas berwarna sehingga menarik, merangsang kreativitas siswa dalam belajar memperlancar proses kegiatan belajar mengajar.

Adapun langkah-langkah pembelajaran menulis berhuruf Jawa melalui media kertas warna adalah 1) Kertas warna hijau, bertuliskan huruf Jawa lengkap jumlah 20. Huruf Jawa yang masih utuh dinamakan huruf Legena. Masing – masing huruf Jawa dijelaskan nama dan ucapannya, karena huruf Jawa ada yang hampir sama, antara huruf satu dengan lainnya siswa harus benar paham dan teliti. 2) Kertas warna merah, bertuliskan pasangan huruf Jawa yang jumlahnya 20. Pasangan huruf Jawa terdiri beberapa jenis : a) pasangan yang sama huruf asli (ra, ga, ya, nya), b) pasangan jejer huruf asli (ha, sa, pa), c) wujud pasangan lainnya 3) Kertas warna kuning, bertuliskan sandhangan, terdiri dari : a) swara, b) paten c) wyanjana. 4) Praktik atau latihan menulis, diawali dengan menulis huruf – huruf Jawa terlebih dahulu, dilanjutkan menulis huruf Jawa dengan menerapkan sandhangan. Apabila tataran demikian siswa sudah terampil ditingkatkan menulis huruf Jawa berwujud kata – kata, setelah hasil tulisannya baik dan benar baru latihan berwujud kalimat yang berulang – ulang ternyata mayoritas siswa bisa menguasai.

Baca juga:   Belajar Persilangan Dihibrid dengan Baling-baling Genetika

Berdasarkan pembelajaran dikelas VIII A SMP N 20 Semarang, melalui media kertas warna pada materi menulis berhuruf Jawa, siswa antusias tertarik untuk belajar dan setelah diadakan evaluasi mayoritas siswa mendapatkan nilai diatas KKM. Dengan demikian dapat disimpulkan, pembelajaran melalui media kertas warna dapat meningkatkan ketrampilan menulis berhuruf Jawa. (ips1/ton)

Guru Bahasa Jawa SMP Negeri 20 Semarang

Author

Populer

Lainnya