Mengembangkan Literasi Meski di Masa Pandemi

Oleh : Kresharyanti, S. Pd.

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Di dalam dunia pendidikan, saat ini sedang digalakkan program literasi yang sering dikenal dengan istilah GLS (Gerkan Literasi Sekolah). Literasi berasal dari bahasa latin “literatus” yang artinya Orang yang belajar. Pengertian literasi menurut Elizabeth Sulzby (1986) adalah kemampuan berbahasa yang dimiliki oleh seseorang dalam berkomunikasi, membaca, berbicara, menyimak, dan menulis, dengan cara yang berbeda sesuai dengan tujuannya. Sementara, UNESCO berpendapat bahwa pengertian literasi adalah seperangkat keterampilan nyata, terutama keterampilan dalam membeaca dan menulis yang terlepas dari konteks yang mana keterampilan itu diperoleh serta siapa yang memperolehnya.

Berbagai macam teknis pelaksanaan kegiatan literasi di sekolah bermacam – macam. Ada yang dilaksanakan di lapangan apel, di pojok-pojok tertentu, dan ada yang dilaksanakan di ruang kelas masing-masing. Namun kini teknik dalam menggelar kegiatan literasi berubah 360 derajat sejak mewabahnya pandemi Covid 19 ini. Dimana, pembelajaran tidak lagi dilaksanakan secara efektif melalui pembelajaran tatap muka di sekolah atau yang sering disebut dengan pembelajaran luring, namun karena pandemi ini, pemerintah melalui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mencanangkan pembelajaran daring (dalam jaringan) atau non tatap muka.

Berbeda saat lierasi dilakukan di sekolah, kegiatan literasi di rumah masing-masing bisa jadi akan menjadi hal yang memberatkan peserta didik. Bagi peserta didik yang memang memiliki hobi membaca, kegiatan itu sangat menyenangkan. Selama pandemi, program gerakan literasi sekolah banyak yang tidak berjalan dikarenakan siswa belajar dari rumah.

Baca juga:   Metode Belajar Pasar Tumpah pada Materi Kebudayaan

Di SMP Negeri 1 Paninggaran walaupun merupakan sekolah pinggiran tetapi dalam pembelajaran daring tetap mengusahakan atau menyisipkan kegiatan literasi. Program literasi tersebut, adalah siswa membaca buku cerita selama 15 menit sebelum memulai pembelajaran jarak jauh. Buku yang dibaca adalah buku cerita, bukan buku pelajaran. Lewat program literasi selama pandemi tersebut, siswa diwajibkan membaca buku. Dengan demikian akan terbangun anak gemar membaca.

Dengan siswa belajar dari rumah, bukan berarti program literasi tidak berjalan. Program literasi tetap berjalan dengan cara siswa membaca buku bacaan di rumah. Apapun kondisinya, bagaimanapun situasinya hendaknya kegiatan literasi tetap mesti dilaksanakan agar menciptakan kebiasaan minat baca yang tinggi bisa dimiliki sedari anak-anak berada di bangku sekolah.

Pertama mengadakan literasi pada pembelajaran jarak jauh atau daring memang sempat mendapatkan kendala, anak belum paham memulainya. Banyak anak yang tidak mempunyai buku selain buku pelajaran. Pada akhirnya dengan penjelasan pada grup whatshap kegiatan literasi berjalan sesuai yang diharapkan. Kegiatan literasi selama daring tidak dikhususkan membaca buku cerita, tetapi membaca bacaan dari berbagai sumber. Bisa dari media masa atau koran, buku cerita, majalah dan lain-lain.

Baca juga:   Profil Guru BK dalam Layanan Mempesona di Masa Pandemi

Kegiatan literasi perlu mendapatkan dukungan dari berbagai pihak pada masa pandemi ini, karena semua aktifitas pembelajaran dilakukan di rumah. Dukungan tersebut terutama dari orang tua. Orang tua dituntut untuk memantau dan mendampingi anak melakukan literasi. Orang tua bisa menyediakan bahan literasi untuk anak. Setelah dukungan dari orang tua sudah terpenuhi secara otomatis anak akan dengan ikhlas melakukan kegiatan berliterasi. Anak tidak bisa bermalas – malasan dalam berliterasi karena dari bahan dan dukungan orang tua sudah ada. Kalau semua sudah berjalan dengan baik minat baca akan sangat signifikan kenaikannya. Seseorang yang terbiasa berliterasi akan sangat senang dengan kegiatan membaca dan juga menulis sesuatu. Semakin banyak membaca, akan sangat besar manfaatnya bagi upaya menambah pengetahuan, wawasan, dan pengalaman. Siswa yang memiliki minat baca yang tinggi akan berpengaruh terhadap motivasi belajar. (ips1/ton)

Guru Bahasa Indonesia SMP N 1 Paninggaran Kabupaten Pekalongan

Author

Populer

Lainnya