Pentingnya Konsep Dasar dalam Matematika di SD

Oleh : Muslichah Eni Kurniawati, S.Pd.SD.

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran melalui daring sudah hampir satu tahun. Siswa dan guru, sudah sangat akrap meskipun hanya bertatap muka satu minggu sekali atau dua kali yang terpaksa penulis lakukan karena mengingat dan menimbang situasi dan kondisi siswa yang sangat berbeda.

Saat mengoreksi hasil evaluasi, sulit ditemukan kekurangan siswa. Apalagi di mata pelajaran matematika. Rata-rata siswa mendapat nilai seratus. Sudah bisa dipahami bersama, tugas yang dilakukan di rumah pasti orang tua berperan penting. Hanya yang menjadi perhatian penulis, bagaimana proses pendampingan belajar siswa dalam membantu mengerjakan tugas di rumah. Kesempatan tatap muka walau hanya satu sampai dua jam penulis gunakan untuk mengetahui tingkat pemahaman dan kemampuan siswa dalam mapel Matematika, KD.3.4 Menjelaskan dan melakukan penjumlahan dan pengurangan bilangan yang melibatkan bilangan cacah sampai dengan 99 dalam kehidupan sehari-hari serta mengaitkan penjumlahan dan pengurangan. KD tersebut sudah dipelajari melalui daring dan hasil evaluasinya semua seratus.

Untuk mengetahui kemampuan dan pemahaman siswa, penulis memberikan pre test. Jumlah soalnya hanya dua. Hasilnya sangat mengejutkan, hampir 90 % siswa belum benar menjawabnya, padahal soal sama dengan yang mereka kerjakan sebelumnya. Saat melakukan penilaian evaluasi, penulis mengadakan tanya jawab kepada siswa. Hampir semua siswa menuturkan kalau saat mengerjakan tugas di rumah, pendamping belajar jarang atau bahkan tidak pernah menerangkan proses hasil dari jawaban dari soal evaluasi, langsung ditunjukkan jawabannya. Untuk menjelaskan materi perlu penjelasan khusus, sehingga siswa tahu konsep dasarnya tidak hanya tahu hasil akhirnya saja.

Baca juga:   Pembelajaran Bermakna dengan Breakout Room dan Jamboard pada Meet

Menurut Bruner belajar matematika adalah belajar mengenai konsep-konsep dan struktur-struktur matematika yang terdapat di dalam materi yang dipelajari serta mencari hubungan antara konsep-konsep dan struktur-struktur matematika itu (dalam Hudoyo, 1990:48). Dalam setiap kesempatan, pembelajaran matematika hendaknya dimulai dengan pengenalan masalah yang sesuai dengan situasi (contextual problem). Dengan mengajukan masalah kontekstual, peserta didik secara bertahap dibimbing untuk menguasai konsep matematika. Untuk dapat meningkatkan keefektifan pembelajaran, sekolah diharapkan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi seperti komputer, alat peraga atau media lainnya. Bruner melalui teorinya mengungkapkan bahwa dalam proses belajar anak baiknya diberi kesempatan memanipulasi benda-benda atau alat peraga yang dirancang secara khusus dan dapat diotak atik oleh siswa dalam memahami suatu konsep matematika. Melalui alat peraga yang ditelitinya anak akan melihat langsung bagaimana keteraturan dan pola struktur yang terdapat dalam benda yang diperhatikannya.

Penulis memahami, tidak semua pendampung belajar sempat dan paham dalam menjelaskan dan menerangkan suatu materi seperti guru di sekolah. Karena tuntutan agar putra -putrinya bisa menyelesaikan tugas sesuai jadwal maka pendamping belajar kadang hanya memberikan jawaban akhir tanpa menerangkan proses. Bisa jadi kurang sabar dan kurang cukup waktu untuk menjelaskan proses dari jawaban akhir dari satu soal yang menjadi tugas siswa dirumah selama daring.

Baca juga:   Cara Ampuh Pencegahan Covid-19 dengan Pendidikan Karakter Matematika Metode TMTT

Setelah mengetahui jawaban dari siswa, dan hasil pre test yang belum memuaskan, akhirnya penulis menjelaskan materi KD.3.4 Menjelaskan dan melakukan penjumlahan dan pengurangan bilangan yang melibatkan bilangan cacah sampai dengan 99 dalam kehidupan sehari-hari serta mengaitkan penjumlahan dan pengurangan. Dengan menggunakan alat peraga dan melibatkan siswa untuk mencoba berlatih beberapa soal untuk dikerjakan secara bergantian di papan tulis. Siswa belajar berani dan mandiri. Sebelum pembelajaran selesai penulis mengadakan evaluasi akhir. Dari evaluasi, siswa mendapatkan nilai yang bagus dan bisa memahami materi yang disampaikan guru. (ipa2/ton)

Guru SDN 01 Wiroditan Kec. Bojong Kab. Pekalongan

Author

Populer

Lainnya