Pembelajaran Recount Text melalui Media Komik

Oleh : Murni Untari SPd.

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Komik pembelajaran merupakan contoh dari penerapan Teknologi Pendidikan. Inti penerapan dari teknologi pendidikan yaitu untuk memecahkan permasalahan dalam proses belajar, sehingga proses pembelajaran dapat berjalan efektif, efisien, dan menarik. Adanya media komik sebagai sumber untuk belajar akan mempermudah pebelajar dalam proses pembelajaran, khususnya dalam merealisasi konsep-konsep pelajaran yang bersifat abstrak apabila disajikan dalam bentuk teori saja dan perlu adanya penyajian konkrit. Dalam hal inilah komik pembelajaran berperan besar dalam menyajikan konsep-konsep abstrak tersebut ke dalam contoh yang konkrit dalam ke hidupan sehari-hari.

Menurut Yang (2003), komik mempunyai lima kelebihan yang digunakan dalam pendidikan. Kelebihan tersebut meliputi: 1) motivasi, komik dapat meningkatkan motivasi siswa selama proses pembelajaran dan meningkatkan partisipasi siswa; 2) Visual quality, cerita yang disajikan didalam komik terdiri dari gambar dan bacaan dimana sangat membantu siswa agar tidak jenuh dalam proses pembelajaran keterampilan membaca. Selanjutnya, komik sangat membantu siswa dengan low and middle intellegence levels; 3) Permanent, artinya komik dapat digunakan berulang kali apabila siswa masih mengalami kesulitan dan ingin mengingat kembali pelajaran terdahulu; 4) perantara, khususnya bagi siswa yang tidak senang dalam membaca komik dapat mengatasi permasalahan siswa yang enggan membaca menjadi gemar membaca; 5) populer, komik adalah bagian kebudayaan yang populer. Menurut Timothy dan kawan-kawan (2002) menyatakan bahwa dengan menggabungkan antara kebudayaan yang populer kedalam kurikulum, guru dapat menjembatani perasaan siswa dalam kehidupannya sendiri dan di luar sekolah.

Baca juga:   Pembelajaran IPS Masa Kondisi Darurat Covid-19 dengan GCR

Komik dapat diartikan sebuah panel-panel yang berurutan yang menampilkan cerita, biasanya melalui dialog, narasi, dan simbol visual (Espada, 2003:59). Komik dapat membantu siswa dalam pemahaman bacaan, hal ini dikarenakan media komik mengandung isi cerita yang telah diurutkan dan didukung dengan gambar sesuai kejadian untuk memudahkan siswa dalam memahami isi cerita. Gambar-gambar ini membantu pembaca meningkatkan kosakata mereka melalui hubungan antara kata-kata dan gambar (Haines, 2012). Lebih lanjut Ravelo (2013:2) menyatakan “when we read comics, the words and the images are interrelated and complement each other in such a way that we can even read texts through images” (ketika kita membaca komik, kata-kata dan gambar yang saling berhubungan dan melengkapi satu sama lain dengan cara tersendiri dimana kita bahkan bisa membaca melalui gambar-gambar). Melalui pengembangan media komik dalam pembelajaran keterampilan membaca teks recount yang di aplikasikan dengan metode dan teknik mengajar yang tepat, guru dapat membantu siswa dalam meningkatkan pemahaman mereka dalam membaca teks recount (Fivina Sari, 2013).

Baca juga:   Asyiknya Belajar IPA di Hutan Sekolah

Langkah-langkah pengembangan media komik dalam pembelajaran membaca Recount text melalui beberapa tahapan yaitu 1) Studi pendahuluan dengan melakukan analisis kebutuhan, studi pustaka, studi literatur, dan penelitian skala kecil untuk memperoleh informasi awal; 2) Mengembangkan desain pembelajaran dengan mengidentifikasi standar kompetensi, menetapkan kompetensi dasar, merumuskan indikator keberhasilan, menyusun strategi pembelajaran dan mengembangkan tes acuan patokan; 3) Mengembangkan produk media komik dengan tahapan mempersiapkan materi dan bahan, storyboard, dan proses pemograman pembelajaran; 4) Melakukan validasi ahli materi dan ahli media terhadap media pembelajaran hasil pengembangan oleh pihak yang berkompeten; 5) Melakukan perevisian terhadap media komik hasil pengembangan atas saran para ahli materi. Melalui pengembangan media komik diharapkan dapat membantu siswa kelas VIII untuk meningkatkan pemerolehan keterampilan membaca text recount khususnya di SMPN 28 Semarang. (ipa2/ton)

Guru Bahasa Inggris di SMPN 28 Semarang

Author

Populer

Lainnya