Blended Learning Cocok untuk Materi Metabolisme

Oleh: Evi Nurhayati, S. Pd. M.Si

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Kesulitan belajar merupakan masalah yang nyaris dialami oleh semua siswa. Kesulitan belajar dapat diartikan sebagai suatu kondisi dalam proses belajar yang ditandai dengan ketidakmampuan peserta didik dalam mencapai kriteria ketuntasan minimal.

Metabolisme merupakan salah satu materi ajar di kelas XII MIPA dalam mata pelajaran biologi yang sulit dipahami oleh para peserta didik. Sebab peristiwa yang dibicarakan dalam pokok bahasan ini cenderung abstrak (tidak dapat dilihat dalam proses nyata).

Selain itu, pada pokok bahasan metabolisme terdapat reaksir-reaksi kimia rumit yang berlangsung di dalamnya, melibatkan berbagai macam enzim-enzim yang nama-nama dari enzim tersebut mungkin sulit untuk dihafalkan. Pada pokok bahasan metabolisme juga terdapat anabolisme dan katabolisme yang menggunakan jalur metabolik dengan banyak langkah dan hasil (produk) yang berbeda-beda di setiap tahapannya.

Hal tersebut jelas merupakan salah satu faktor penyebab kesulitan belajar yang dialami oleh peserta didik. Selain itu tingkat intelegensi peserta didik berbeda-beda. Metode blended learning adalah metode yang menggunakan dua pendekatan sekaligus. Dalam artian, metode ini menggunakan sistem daring sekaligus tatap muka melalui video conference. Jadi, meskipun peserta didik dan guru melakukan pembelajaran dari jarak jauh, keduanya masih bisa berinteraksi satu sama lain. Hal ini telah penulis lakukan di pembelajaran materi metabolisme pada kelas XII semester genap tahun pelajaran 2020-2021di SMA Negeri 6 Semarang.

Baca juga:   Kabataku Tingkatkan Pemahaman Siswa Bilangan Bulat Campuran

Dikutip https://sibatik.kemdikbud.go.id/inovatif/assets/file_upload/pengantar/pdf/pengantar_3 Yane Henadrita mengungkapkan blended learning adalah salah satu metode yang dinilai efektif untuk meningkatkan kemampuan kognitif para pelajar.

Ada 3 sintak blended learning yaitu seeking of information (pencarian informasi dari berbagai sumber secara online maupun online), acquisition of information (menemukan, memahami dan mengkonfrontasikan idea tau gagasan kemudian menginterpretasikan informasi), synthesizing of knowledge (mengonstruksi/merekonstruksi pengetahuan melalui proses asimilasi dan akomodasi bertolak dari hasil analisis, diskusi dan perumusan kesimpulan dari informasi yang diperoleh).

Metode ini sudah mulai dirancang dan diterapkan awal abad ke-21. Namun, seiring dengan merebaknya wabah Covid-19, metode ini dikaji lebih dalam lagi karena dinilai bisa menjadi salah satu metode pembelajaran yang cocok untuk para peserta didik di Indonesia.

Penerapan metode blended learning dalam materi metabolisme yaitu pada materi awal pembahasan pengertian metabolisme dan materi enzim dapat dilakukan secara mandiri dari berbagai sumber informasi. Untuk mengarahkan kegiatan, bahan ajar, lembar kerja peserta didik (LKPD),tugas mandiri, serta uji kompetensi yang dilakukan di SMA Negeri 6 Semarang menggunakan bantuan Schoology dan Whatsapp Group.

Sedangkan untuk sub materi katabolisme dan anabolisme karena terdapat berbagai reaksi kimia yang rumit dapat dijelaskan melalui video conference yaitu zoom atau google meeting. Selain itu video conference ini juga digunakan untuk unjuk kerja dan diskusi hasil percobaan katabolisme dan anabolisme. Mengingat pada percobaan ini guru melatih peserta didik untuk membuat berbagai macam variasi variabel bebasnya. Untuk meminimalisasi kesalahan dalam percobaan, rancangan percobaan perlu dikonsultasikan dengan guru melalui video conference. Dengan blended learning yang telah dilakukan pada materi metabolisme di kelas XII MIPA SMA Negeri 6 Semarang dapat meningkatkan hasil belajar siswa yang ditunjukkan dari peningkatan hasil belajar dari rata-rata nilai peserta didik 74,3 kemudian meningkat menjadi 81,2.

Baca juga:   Seni Mengajar dengan Mengenali Konteks Siswa

Jadi tujuan utama pembelajaran blended adalah memberikan kesempatan bagi berbagai karakteristik pebelajar agar terjadi belajar mandiri, berkelanjutan, dan berkembang sepanjang hayat.
Sehingga belajar akan menjadi lebih efektif, efisien, dan menarik peserta didik dapat mengakses di manapun dan kapanpun untuk mempelajari materi secara mandiri yang tersedia pada media online. Dalam pembelajaran tatap muka yang dilakukan dengan video conference diharapkan dapat menumbuhkan keaktifan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran serta dapat menumbuhkan inovasi dalam materi pembelajatan tersebut. (ips1/lis)

Guru Biologi SMA Negeri 6 Semarang

Author

Populer

Lainnya