Belajar Pencemaran Makin Asyik dengan PBL Berbantu Google Meet

Oleh : Dwi Sulistiani, S.Pd.

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pada masa pandemi Covid-19 sekarang ini tidak semua model pembelajaran cocok digunakan untuk sistem pembelajaran jarak jauh. Dalam kondisi seperti ini kita harus mencari metode agar pembelajaran efektif dan tidak membosankan. Karena proses pembelajaran yang diinginkan oleh guru adalah pembelajaran yang dilaksanakan dengan menyenangkan dan lebih berpusat pada peserta didik.

Yang guru hadapi sekarang khususnya kelas VII SMP Negeri 33 Semarang seringkali peserta didik kurang semangat dalam kegiatan pembelajaran mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang hanya menggunakan media WhastApp. Peserta didik rindu akan pembelajaran secara langsung sehingga dapat bertatapmuka dengan guru dan teman-temannya.

Model pembelajaran project based learning (PBL) dianggap tepat untuk mengefektifkan kegiatan pembelajaran IPA pada materi Pencemaran Lingkungan. Model pembelajaran ini memungkinkan pembelajaran tetap berjalan efektif tanpa harus bertatap muka langsung dengan peserta didik. PBL diartikan sebagai pembelajaran berbasis masalah yaitu jenis model pembelajaran yang melibatkan peserta didik dalam suatu kegiatan (proyek) untuk menghasilkan suatu produk. Keterlibatan siswa dimulai dari kegiatan merencanakan, membuat rancangan, melaksanakan, dan melaporkan hasil kegiatan berupa produk dan laporan pelaksanaanya.

Baca juga:   Hasil Belajar Bersinar dengan Strategi Example non Example

Model pembelajaran ini bertujuan mendorong siswa untuk belajar melalui berbagai permasalahan nyata dalam kehidupan sehari-hari yang dikaitkan dengan pengetahuan yang telah atau akan dipelajarinya. Permasalahan yang diajukan pada model PBL, bukanlah permasalahan “biasa” atau bukan sekadar “latihan”. Permasalahan dalam PBL menuntut penjelasan atas sebuah fenomena. Fokusnya adalah bagaimana siswa mengidentifikasi isu pembelajaran dan selanjutnya mencarikan alternatif-alternatif penyelesaian.

Setiap model pembelajaran memiliki kelebihan dan kelemahan, demikian dengan model PBL pun memiliki kelebihan dan kelemahan. Di antara kelebihan PBL ; a) Mengembangkan keterampilan pemecahan masalah; b) Mendorong peserta didik mempelajari materi dan konsep baru ketika memecahkan masalah; c) Mengembangkan kemampuan sosial dan keterampilan berkomunikasi yang memungkinkan mereka belajar dan bekerja dalam tim; d) Mengembangakan keterampilan berpikir ilmiah tingkat tinggi/kritis (Istiqomah (2018, 211).

Berikut langkah kegiatan pembelajaran pencemaran di SMP N 33 Semarang. Langkah pertama, melalui google meet guru dan peserta didik berdiskusi tentang pencemaran. Guru mengutarakan permasalahan tentang pencemaran dan memberi tugas kapada peserta didik untuk menyelidiki berbagai zat yang dapat menyebabkan pencemaran. Langkah kedua, peserta didik membuat perencanaan percobaan untuk menyelidiki terjadinya pencemaran berbantu ikan. Langkah ketiga, peserta didik dengan bimbingan guru melakukan percobaan uji pencemaran dengan berbantu ikan, di mana peserta didik menyediakan tiga gelas aqua masing-masing diberi label A, B dan C. Untuk gelas A diisi dengan air mineral, gelas B diisi dengan satu sendok zat yang akan diuji, gelas C diisi dengan 2 sendok zat yang akan diuji. Kemudian di ketiga gelas dimasukkan ikan kecil dan diamati apa yang terjadi pada ikan setelah 10 menit. Jika di gelas B dan C ikan mati berarti zat tersebut dapat menyebabkan pencemaran. Langkah keempat, melalui google meet peserta didik mempresentasikan hasil percobaannya dan didiskusikan bersama dengan guru dan peserta didik yang lain.

Baca juga:   Pendidikan di Era Pandemi Covid-19: Efektivitas Pembelajaran PPKn Berbasis Daring

Pembelajaran seperti ini ternyata membuat siswa sangat termotivasi untuk mengikuti pembelajaran. Selain mengurangi kebosanan siswa saat pandemi juga dapat meningkatkan kreatifitas terbukti dengan berbagai macam zat yang telah diuji oleh peserta didik. Dengan cara ini peserta didik juga menjadi lebih hati-hati dalam melestarikan lingkungan dari pencemaran. (ipa2/ton)

Guru IPA SMP Negeri 33 Semarang

Author

Populer

Lainnya