Belajar Membaca Alquran melalui Video WhatsApp

Oleh : Hikmatul Millah, S.Pd.I

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Alquran adalah kitab suci umat Islam yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantara malaikat Jibril. Alquran menjadi pedoman dan petunjuk utama bagi bagi umat Muslim di seluruh dunia.

Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Baqarah ayat 185, yang artinya : “Bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan Alquran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu, dan pembeda (antara yang haq dan yang bathil)”.

Karena perannya itu, Alquran mengandung isi pokok yang lengkap dan kompleks. Adapun isi kandungan Alquran terdiri dari akidah, ibadah dan muamalah, hukum , sejarah, akhlak, dan ilmu pengetahuan.

Nah, bagaimana kita dapat mempelajari dan mengamalkan Alquran dalam kehidupan sehari-hari? Yang pertama dan paling utama adalah kita harus bisa membaca Alquran dulu, sebab, bagaimana kita dapat mempelajari Alquran kalau kita tidak membacanya? Karena itu, membaca Alquran adalah syarat mutlak yang harus dipenuhi supaya kita dapat mempelajari Alquran secara utuh.
Dalam Kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) SD, materi pembelajaran membaca Alquran terdapat di tiap tingkat kelas. Dengan kata lain, materi membaca Alquran ada dari kelas 1 – 6 baik pada semester 1 maupun pada semester 2.

Baca juga:   TPS Tingkatkan Keaktifan Siswa dalam Pembelajran Tatap Muka Terbatas

Hal ini menandakan betapa pentingnya pembelajaran membaca Alquran tersebut. Dalam praktiknya, membaca Alquran terdapat dalam setiap aspek peribadatan kita sehari-hari. Seperti niat ketika mau salat, wudu, puasa dan juga doa-doa harian. Bahkan salat yang merupakan inti dari peribadatan umai Islam, semuanya menggunakan bahasa Alquran (bahasa Arab).

Pada masa pandemi Covid-19 ini, pemerintah memberi kebijakan dalam dunia pendidikan yaitu pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau lebih dikenal dengan istilah daring atau online. Dalam penerapan pembelajaran jarak jauh sudah tentu menimbulkan banyak permasalahan terutama bagi peserta didik sekolah dasar (SD) yang belum terbiasa dengan sistem akademik berbasis online.
Di sinilah peran guru sekolah dasar (SD) sangat penting, para pendidik harus bisa menentukan media sosial untuk PJJ yang bisa diikuti oleh peserta didiknya tanpa meninggalkan tujuan pembelajaran dan hasil pembelajaran yang akan dicapai.

Penulis adalah guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAIBP) SD Islam Kutosari, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, menerapkan pembelajaran membaca Alquran menggunakan media sosial video WhatsApp. Pertama pendidik memberikan contoh cara membaca Alquran dengan tartil sesuai dengan tajwid dan makhrajnya, lalu divideokan dan dishare di grup WA kelas masing-masing. Kemudian peserta didik menirukan bacaan-bacaan Alquran sebagaimana yang dicontohkan oleh pendidik.

Baca juga:   Belajar Menyenangkan tentang Adaptasi Hewan dengan Metode Resitasi

Selanjutnya peserta didik mempraktikkan membaca Alquran dengan tartil sesuai dengan tajwid dan makhrajnya di depan pendidik. Lalu pendidik memberikan penilaian. Namun karena masih masa pandemi Covid-19 yang belum mrmperbolehkan pembelajaran tatap muka, maka pendidik mengajak peserta didik untuk membuat laporan membaca Alquran berupa video atas dirinya. Pembuatan video ini bisa dikerjakan di rumah, di musala ataupun di masjid.

Atas kerja sama dan dukungan berbagai pihak terutama dari orang tua peserta didik, maka pelaksanaan membaca Alquran berjalan dengan lancar dan sukses. Apalagi video WhatsApp merupakan salah satu media sosial yang tidak asing lagi pada masyarakat pada umumnya dan peserta didik pada khususnya.

Pelaksanaan pembelajaran membaca Alquran melalui video WhatsApp terbukti sangat disukai oleh peserta didik di SD Islam Kutosari selama PJJ, terbukti dengan banyaknya yang mengirim video WhatsApp yang hasilnya rata-rata baik. (ips1/lis)

Guru PAIBP SD Islam Kutosari, Kec Karanganyar, Kabupaten Pekalongan

Author

Populer

Lainnya