Belajar IPA dengan Dear Tuan Santak Lebih Asyik

Oleh : Mistiana Eni Purwanti S.Pd.Bio M.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, SELAMA pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama pandemi Covid-19, guru harus memiliki ide cara memonitor siswanya tetap mengikuti pembelajaran atau tidak. Mengerjakan tugas yang diberikan atau tidak. Kemudian melakukan home visit ke rumah siswa untuk melihat kendala apa yang dihadapi siswa.

Siswa sendiri merasa jenuh dengan pembelajaran daring dengan alasan kurang jelas, malah banyak tugas. Demikian juga orang tua sudah merasa kesulitan untuk membimbing putra-putrinya dalam belajar. Belum lagi kendala kuota, handphone, plaptop, sinyal atau jaringan yang jelek. Kalau sudah begini, pendidik harus memiliki cara mengajar yang membuat siswa merasa senang dan menikmati pembelajaran dengan perasaan riang gembira tanpa rasa jenuh. Memanfaatkan tehnologi dalam pembelajaran daring diharapkan siswa dapat belajar mandiri sebelum dapat belajar secara tatap muka.

Karena itu, penulis mengatasi kondisi tersebut dengan menerapkan pembelajaran Dear Tuan Santak. Dear singkatan dari pembelajaran Discovery Learning yaitu cara mengajar yang melibatkan siswa dalam proses pembelajaran melalui tukar pendapat atau dengan berdiskusi, seminar, membaca sendiri, dan mencoba sendiri yang bertujuan belajar mandiri, Sylvi Astuti (2015:12). Sedangkan Tuan Santak yaitu singkatan dari berbantuan sandi kotak. Rumus sandi kotak terdiri atas tiga huruf alfabet yang berada di dalam satu kotak vertikal horizontal dan tidak menggunakan titik terkecuali dalam penerapannya. Ada satu kotak yang bentuknya vertikal horizontal. Dalam kotak vertikal horizontal ini dibagi menjadi sembilan kotak. Dalam satu kotak, ada tiga huruf di dalamnya. Adapun cara penerapannya, hanya membentuk huruf yang sesuai dengan posisi dalam kotak. Jika ranah huruf yang akan ditulis termasuk dalam huruf ke-2 dari kotak, maka cukup menambahkan satu titik saja. Bila huruf yang akan ditulis ada pada huruf ketiga dalam sebuah kotak, maka harus menambahkan dua titik. Contoh huruf a, hanya perlu membuat garis siku-siku. Huruf b, garis siku-siku, ditambah dengan satu titik di dalamnya. Sedangkan jika huruf c, maka garis siku-siku tadi diisi dengan dua titik.

Baca juga:   Penerapan Metode Home Visit pada Masa Pandemi Covid 19

Sandi kotak adalah sebuah kata dalam bahasa sansekerta. Artinya rahasia atau menyembunyikan. Sandi kotak sering digunakan dalam kegiatan kepramukaan. Dengan meningkatnya penggunaan IT dalam pembelajaran terutama dalam situasi Pandemi Covid–19, pembelajaran dilakukan secara daring, dengan metode discovery learning berbantuan sandi kotak atau disingkat Dear Tuan Santak. Ini merupakan alternative yang menarik bagi guru dalam penyampaian materi ajar kepada siswanya.

Untuk meningkatkan kemandirian dan hasil belajar siswa perlu dilakukan tindakan berupa pembelajaran dengan model discovery learning berbantuan Sandi Kotak secara Daring. Melalui pembelajaran yang menarik, siswa belajar dengan bermain dan berkompetisi. Siswa akan belajar dengan mengandalkan kemampuan dirinya, penuh percaya diri dan gembira, tidak ada ketakutan dan kecemasan saat diberikan tugas karena dikerjakan dengan senang dan hati. Gembira ini menunjukkan bahwa siswa tertarik pada materi maupun kegiatan belajar yang sedang berlangsung.
Dear Tuan Santak merupakan salah satu contoh upaya guru dalam mengimplementasikan metode pembelajaran yang memungkinkan terjadinya KBM yang kondusif secara daring. Guru harus mampu melakukan kegiatan pembelajaran yang menarik, kreatif, dan inovatif sehingga tercipta kondisi pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa.

Baca juga:   Pembelajaran Audio-Lingual untuk Meningkatkan Keterampilan Berbicara Bahasa Inggris

Proses pembelajaran lebih ditekankan pada student center. Pendekatan apapun yang digunakan harus mendudukkan siswa sebagai pusat perhatian dan peran guru sebagai fasilitator dalam mengupayakan untuk memperkaya pengalaman belajar siswanya. Pengalaman belajar diperoleh melalui keterlibatan siswa secara langsung dalam serangkaian kegiatan untuk mengeksplorasi lingkungan dan interaksi dengan materi pelajaran, teman, narasumber dan sumber belajar lainnya. Selanjutnya siswa mengkonstruksi pengetahuannya sendiri berdasarkan pengalaman belajar yang menyenangkan dan tidak membosankan dalam belajarnya. (ss2/ida)

Guru IPA SMPN 1 Salatiga

Author

Populer

Lainnya