Analisis Dinamika Kependudukan Meningkat dengan PBL

Oleh: Siti Rochanah Noor Hidajati

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Geografi adalah mata pelajaran yang mengkaji muka bumi dan segala sesuatu yang berada di atasnya dan segala interaksinya. Geografi sebenarnya menarik untuk dipelajari karena berkaitan langsung dengan aktifitas manusia sehari-hari. Kenyataannya menurut sebagian siswa, geografi adalah mata pelajaran yang sulit dipahami dengan ruang lingkup luas. Juga banyak menghafal nama tempat dan lokasi maupun istilah-istilah penting pada setiap bahasan tertentu. Untuk itu perlu diupayakan agar stigma negatif yang kurang tepat ini segera sirna. Salah satu inovasinya adalah penggunaan strategi pembelajaran geografi berbasis lingkungan, dengan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL).

PBL merupakan salah satu pendekatan yang bisa mencapainya. Karena dapat mempertajam pemahaman dan daya ingat, serta membuat belajar sebagai proses yang lebih menyenangkan dan bermanfaat.

Model pembelajaran dengan PBL, merupakan pilihan dalam pemahaman materi geografi SMA kelas XI pada kompetensi dasar Menganalisis Dinamika kependudukan di Indonesia untuk perencanaan pembangunan. Pada KD Dinamika Kependudukan, meliputi sumber data kependudukkan, komposisi, pertumbuhan, persebaran dan kepadatan juga mobilitas penduduk. Selain itu dipelajari juga tentang faktor dinamika kependudukan, baik kondisi fisiografis dan sosiografis pada wilayah tertentu.
Menurut Nurhadi (2004: 65), “Problem based learning adalah kegiatan interaksi antara stimulus dan respons, merupakan hubungan antara dua arah belajar dan lingkungan”. Lingkungan memberi masukan kepada siswa berupa bantuan dan masalah. Sedangkan sistem saraf otak berfungsi menafsirkan bantuan itu secara efektif sehingga yang dihadapi dapat diselidiki, dinilai, dianalisis, serta dicari pemecahannya dengan baik.

Baca juga:   Membangkitkan Semangat Belajar dengan Kajian Sejarah Lokal

PBL merupakan model pembelajaran yang menantang siswa belajar, bekerja secara berkelompok untuk mencari solusi dari permasalahan dunia nyata. Masalah ini digunakan untuk mengikat siswa pada rasa ingin tahu pada pembelajaran yang dimaksud. Guru berperan sebagai fasilitator belajar.

Dalam model PBL terdapat dua tahap. Tahap pertama orientasi siswa pada masalah, guru menjelaskan tentang tujuan pembelajaran, perlengkapan penting yang dibutuhkan, memotivasi siswa terlibat pada aktivitas pemecahan masalah yang dipilihnya. Guru mengajukan contoh berbagai masalah yang terjadi dengan adanya dinamika kependudukan. Baik kuantitas maupun kualitas penduduk yang ditemui siswa dalam kehidupan sehari-hari untuk memunculkan masalah.

Tahap dua mengorganisasi siswa untuk belajar. Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut. Dengan langkah-langkah berikut : pertama, identifikasi masalah; Guru membuat kelompok 4-6 siswa dalam satu kelompok, membagikan tugas kepada siswa dalam bentuk lembar kerja. Siswa mengidentifikasi masalah yang akan didiskusikan sesuai tema masing-masing dan mencoba membuat hipotesis atas permasalahan yang diberikan.
Kedua, membimbing pengumpulan data individu atau kelompok sebanyak- banyaknya, membagikan ide dan pengetahuan mereka sendiri dalam memecahkan masalah. Ketiga, mengembangkan dan mendemonstrasikan hasil. Guru membantu proses dalam menganalisis data yang terkumpul.

Baca juga:   Penggunaan RME untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Siswa memberi argumen terhadap permasalahan yang ada dalam lembar kerja dalam bentuk laporan atau produk hasil diskusi. Keempat, evaluasi dan pemecahan masalah. Guru mengarahkan agar siswa merefleksikan dan mengevaluasi terhadap proses yang mereka lakukan yang dipresentasikan setiap kelompok.

Kelima, guru membantu siswa dalam melakukan evaluasi dan pengumpulan hasil. Kemudian untuk mengetahui seberapa banyak materi yang telah diserap oleh siswa melalui penggunaan model pembelajaran PBL, maka guru memberikan umpan balik berupa kuis untuk di kerjakan oleh masing-masing siswa. Ternyata dengan PBL dapat meningkatkan proses pembelajaran karena lebih antusias, aktif dan mandiri juga meningkatkan kualitas hasil belajar siswa. Dengan demikian diharapkan dapat mencetak generasi pembangunan yang berkualitas, dengan life skill tinggi untuk bersaing dalam menghadapi era globalisasi. (agu2/lis)

Guru Geografi SMAN 1 Ulujami, Pemalang

Author

Populer

Lainnya