Role Playing Meningkatkan Materi Congratulating Others

Oleh : Setyaningsih S.Pd.Ing

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PROSES pembelajaran merupakan salah satu langkah penting dari berlangsungnya beberapa kegiatan pembelajaran termasuk pembelajaran bahasa Inggris. Pada proses pembelajaran bahasa Inggris terkandung inti dari penyampaian pengetahuan dari guru kepada siswanya. Keberhasilan siswa terhadap pencapaian pemahaman materi pembelajaran terletak pada proses pembelajaran. Oleh karena itu, guru harus dapat menyajikan proses pembelajaran bahasa Inggris yang efektif.

Pembelajaran yang efektif apabila kegiatan belajar mengajar dapat mencapai tujuannya. Yaitu peserta didik dapat meraih target sesuai dengan kriteria pada perencanaan awal. Salah satu upaya untuk mewujudkan pembelajaran yang efektif adalah guru dapat menerapkan strategi pembelajaran yang bervariasi agar pembelajaran tidak terkesan monoton.

Rusmadjadi (2010:35) menerangkan bahwa pembelajaran bahasa Inggris dengan cara yang monoton kurang memberikan kesempatan kepada siswa berinteraksi dengan siswa yang lain. Pembelajaran berbicara bahasa Inggris bukan sebatas pemberian pengetahuan yang bersifat hafalan (grammatically); akan lebih baik lagi apabila dalam pembelajaran berbicara bahasa Inggris ada interaksi antara satu siswa dengan siswa lainnya.

Penggunaan variasi model pembelajaran akan mempengaruhi pembelajaran bahasa Inggris menjadi lebih efektif. Meskipun penggunaan variasi model pembelajaran tidak dapat menjamin hasil belajar, akan tetapi minimal akan dapat memotivasi siswa dan meningkatkan minat peserta didik terhadap proses pembelajaran bahasa Inggris. Upaya untuk mewujudkan pembelajaran efektif adalah dengan menyajikan model pembelajaran kooperatif dimana siswa dapat belajar secara aktif dalam kelompok agar siswa dapat belajar secara maksimal. Model pembelajaran role playing adalah salah satu contoh model pembelajaran yang menerapkan prinsip pembelajaran kooperatif. Model pembelajaran ini meminta siswa memainkan peran sesuai skenario yang disediakan.
Fatmawati (2015: 22) mengungkapkan bahwa role playing atau bermain peran merupakan suatu model pembelajaran yang meminta siswa untuk melaksanakan suatu peran sesuai dengan skenario yang telah disusun. Tujuannya untuk mencapai kompetensi yang dibutuhkan dalam pembelajaran.

Baca juga:   PBL Mudahkan Menulis Teks Diskusi

Tangdilintin (2008:52) menyatakan bahwa model role playing dapat juga disebut sebagai sosiodrama. Dia menyatakan bahwa model ini dapat menunjukkan dampak dari tekanan yang kita berikan ke orang lain, mampu menunjukkan suatu kondisi kehidupan yang nyata, dan menghentikan sementara suatu drama secara tepat untuk mencari tahu dan merefleksikan perasaan yang ditunjukkan oleh peran tersebut.

Penulis sebagai guru kelas sembilan di SMPN 1 Kesesi, Kabupaten Pekalongan, memanfaatkan salah satu model pembelajaran kooperatif dengan teknik role playing pada materi Congratulating Others. Materi ini merupakan jenis teks transaksional yang menuntut siswa lebih aktif berinteraksi dengan siswa yang lain. Siswa bermain peran untuk berlatih mengucapkan selamat atas keberhasilan atau kesuksesan orang lain dan meresponnya sesuai situasi percakapan.

Tahapan pelaksanaan proses pembelajaran model role playing yaitu guru menyiapkan skenario pembelajaran. Kemudian guru menunjukkan beberapa murid untuk mempelajari skenario tersebut, disusul dengan pembentukan kelompok murid. Langkah selanjutnya adalah guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai, dilanjutkan menunjukkan murid untuk melakonkan skenario yang telah dipelajarinya. Presentasi hasil kelompok dengan menampilkan drama di depan kelas. Guru memberikan bimbingan dan penyimpulan terhadap penampilan serta melakukan refleksi serta penguatan terhadap materi yang telah disampaikan. Pada akhir pembelajaran, guru meyampaikan evaluasi ringan sebagai pengingat bagi siswa dan ditutup dengan doa bersama. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa metode role playing meningkatkan motivasi dan hasil pembelajaran materi transaksional Congratulating Others. (gb2/ida)

Baca juga:   Tingkatkan Kemampuan Siswa Menulis Teks Recount dengan Google Slide

Guru SMPN 1 Kesesi, Kabupaten Pekalongan

Author

Populer

Lainnya