Pendekatan Inkuiri Tingkatkan Hasil Belajar IPS

Oleh : Irfandi, S.Pd.SD., M.Pd.

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran IPS diperlukan agar siswa memperoleh pengetahuan, keterampilan sikap dan kepekaan untuk menghadapi hidup dengan tantangan-tantangannya. Hal ini penting, agar mereka dapat bertindak secara rasional dalam memecahkan masalah-masalah sosial yang dihadapinya. IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial) merupakan mata pelajaran yang memadukan konsep dasar dari berbagai ilmu sosial. IPS disusun melalui pendekatan pendidikan, psikologis, dan kelayakan, serta kebermaknaannya bagi siswa dan kehidupannya.

Pembelajaran IPS menjadi bermakna dan menyenangkan bila siswa bukan sekadar mengetahui, tapi juga mengalami langsung. Siswa sekolah dasar masih dalam tahap perkembangan operasional konkret, sehingga memiliki sifat keingintahuan yang tinggi dan belajar dari hal-hal yang bersifat konkret atau nyata. Dalam setiap proses pembelajaran, model pembelajaran yang bervariasi dan inovatif harus menjadi pertimbangan guru, agar suasana belajar tidak bersifat menonton sehingga hasil belajar dapat ditingkatkan secara optimal.

Namun, kenyataan di lapangan memperlihatkan kondisi yang berbeda. Muatan pelajaran IPS masih dipelajari dalam kondisi yang kurang sesuai dengan kebutuhan siswa. Hal ini terjadi di SD Negeri 02 Bulakpelem Kec. Sragi Kab. Pekalongan kelas V pada materi keragaman kenampakan alam dan buatan manusia. Ketika pembelajaran IPS materi tersebut, siswa terlihat kurang tertarik, pasif, dan merasa bosan. Siswa juga terkesan kurang memiliki motivasi dan semangat dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Hasil belajar sebagian besar siswa juga jauh dari kriteria ketuntasan.

Baca juga:   Gerakan Literasi dengan Sabuk

Menyadari hal tersebut, guru mengupayakan strategi sebagai solusi pemecahan masalah dalam kegiatan pembelajaran. Guru menyadari, sesuai tingkat perkembangan belajarnya, siswa memerlukan situasi belajar yang menarik dan mengalami sendiri. Salah satu model pembelajaran yang dirasa efektif menyelesaikan permasalahan ini adalah model pembelajaran inkuiri. Menurut Gulo (dalam Al-Tabani, 2014: 78) strategi inkuiri adalah suatu rangkaian kegatan belajar yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan siswa untuk mencari dan menyelidiki secara sistematis, kritis, logis, analitis, sehingga mereka dapat merumuskan sendiri penemuan penemuannya dengan penuh percaya diri.

Senada dengan hal tersebut, Abdullah (2013 : 144) mengungkapkan pembelajaran Inkuiri adalah suatu pola pembelajaran untuk membantu siswa belajar merumuskan permasalahan dan menguji pendapatnya sendiri serta memiliki kesadaran akan kemampuanya, pembelajaran dimulai dengan pengajuan suatu masalah dan pertanyaan. Dengan demikian, model inkuiri, menekankan aktivitas siswa secara maksimal untuk mencari dan menemukan sendiri dari sesuatu yang dipertanyakan sehingga diharapkan dapat menumbuhkan sikap percaya diri. Jenis inkuiri yang digunakan dalam pembelajaran ini adalah inkuiri terpimpin, yaitu siswa diberi pedoman belajar inkuiri berupa pertanyaan-pertanyaan yang membimbing. Pada kegiatan awal siswa dihadapkan pada kondisi yang harus mereka selesaikan. Siswa kemudian dibimbing guru untuk merumuskan masalah dan merencanakan penyelesaiannya. Siswa kemudian menyusun dan mencatat data sesuai petunjuk dalam pedoman belajar. Dalam proses belajar inkuiri guru berperan sebagai fasilitator dan siswa sebagai objek belajar.

Baca juga:   Belajar Puisi Menggunakan Model Two Stay Two Stray

Penggunaan model inkuiri dalam pembelajaran IPS sangat berpengaruh pada kondisi belajar siswa. Siswa menjadi lebih semangat, aktif, percaya diri, dan antusias dalam belajar mandiri. Selain itu, hasil belajar dari seluruh siswa kelas V meningkat dan mencapai KKM ≥ 70. Dengan demikian, model pembelajaran inkuri sangat sesuai untuk digunakan dalam muatan pelajaran IPS khususnya pada materi keragaman kenampakan alam dan buatan manusia. (gb2/ton)

Guru SD Negeri 02 Bulakpelem Kec. Sragi Kab. Pekalongan

Author

Populer

Lainnya