Meningkatkan Hasil Belajar Pengukuran Volume dan Waktu dengan Metode Jigsaw

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Matematika adalah mata pelajaran penting di Sekolah Dasar (SD). Pada masa lalu sampai sekarang, orang beranggapan matematika dapat digunakan untuk memprediksi keberhasilan seseorang. Jika siswa berhasil mempelajari matematika dengan baik, ia diprediksi akan berhasil juga mempelajari mata pelajaran lain.

Selain itu teori dan perilaku pada matematika dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Seperti jual beli di pasar, toko atau supermarket, juga dapat memprediksi waktu yang dibutuhkan dalam melalui suatu jarak tertentu. Matematika diberikan terutama di bangku SD untuk membekali siswa berpikir logis, analitis, sistematis, kritis dan kreatif. Kemampuan bernalar siswa melalui proses belajar matematika akan meningkatkan kesiapannya untuk menjadi lifetime learner.

Peran guru sebagai pendidik di SD terutama pelajaran matematika sangat vital. Di tingkat ini siswa mulai mengerti mengenai hal yang baik dan tidak baik. Mereka mulai kritis apabila menemukan hal baru. Kevalidan materi ajar yang disampaikan guru, metode pembelajaran yang dipakai sangat penting dan berpengaruh dalam kegiatan belajar mengajar. Setiap metode memiliki karakteristik masing-masing.

Metode yang sesuai akan meningkatkan mutu belajar siswa dengan optimal. Guru dalam kegiatan belajar mengajar menggunakan metode ceramah dan latihan soal, terkesan monoton sehingga anak kurang bersemangat dan kurang bergairah dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar. Oleh karena itu dibutuhkan metode pembelajaran yang baru yang membuat siswa kembali bersemangat dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar matematika.

Baca juga:   Kenalkan PUEBI pada Anak Sejak Dini

Metode jigsaw dapat membuat siswa lebih aktif dalam kegiatan belajar mengajar dan mengembangkan hubungan interpersonal yang positif antar siswa. Dengan keaktifan dari siwa menandakan bahwa antusiasme siswa meningkat sehingga keinginan dari diri sendiri muncul tanpa perlu dipaksa oleh guru atau pendidik. Dengan berpindah-pindah kelompok seperti aturan pada metode jigsaw, siswa menjadi saling mengerti kemampuan dan kekurangan antar siswa. Dalam kegiatan diskusi yang terjalin timbul ikatan atau komunikasi yang positif sehingga menimbulkan rasa percaya diri siswa.

Metode adalah suatu model atau cara yang dapat dilakukan untuk menggelar aktivitas belajar mengajar agar berjalan dengan baik (Heri Rahyubi, Teori-Teori Belajar dan Aplikasi Pembelajaran Motorik, 2012: 236).

Berdasarkan etimologinya, kata “jigsaw” merupakan kata yang berasal dari bahasa Inggris yang berarti “gergaji ukir”. Pola pembelajaran jigsaw menyerupai pola cara penggunaan sebuah gergaji. Yaitu siswa melakukan aktivitas belajar dengan melakukan kerja sama dengan siswa lain dalam rangka mewujudkan tercapainya tujuan bersama.

Sudrajat mengartikan jigsaw sebagai sebuah tipe pembelajaran yang dilakukan secara berkelompok. Dalam kelompok tersebut terdiri dari beberapa siswa yang bertanggung jawab untuk menguasai bagian dari materi ajar dan selanjutnya harus mengajarkan materi yan gtelah dikuasai tersebut kepada teman satu kelompoknya (Akhmad Sudrajat, Pengertian Pendekatan, Strategi, Metode, Teknik dan Model Pembelajaran, 2008).

Baca juga:   Model Jigsaw Tingkatkan Minat Siswa Belajar PPKn

Metode jigsaw sangat efektif apabila diterapkan dalam pengajaran terhadap materi ajar yang dapat dibagi menjadi beberapa bagian dan materi ajar tersebut tidak harus urut dalam penyampaiannya.

Antusias siswa setelah guru menerapkan metode jigsaw dalam kegiatan pembelajaran menjadi meningkat. Keberanian dan kemampuan bersosialisasi dalam mengemukakan pendapat dan berdiskusi terbangun. Masing-masing siswa anggota kelompoknya mempunyai rasa tanggung jawab terhadap kemajuan proses belajar semua anggotanya. Rasa percaya diri untuk berbicara di depan umum mulai terbangun. Nilai ulangan harian siswa juga meningkat.

Dapat disimpulkan melalui penerapan metode jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar mata pelajaran matematika materi pengukuran volume dan waktu bagi siswa kelas VI. Siswa lebih semangat dalam mengikuti pembelajaran. (pm1/lis)

Guru SDN Kedungsari, Bandongan, Kabupaten Magelang

Author

Populer

Lainnya