Mudah Belajar Luas Bangun Datar dengan Metode Jarimatika

Oleh: Ismuanah, S.Pd.SD.

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Guru menempati posisi kunci dalam menciptakan suasana belajar kondusif dan menyenangkan untuk mengarahkan siswa mencapai tujuan secara optimal. Guru harus mampu menempatkan diri secara dinamis dan fleksibel sebagai informan, tranformator, organizer serta evaluator bagi terwujudnya kegiatan belajar siswa yang dinamis dan inovatif. Sementara siswa dalam memperoleh pengetahuan tidak menerima secara pasif, pengetahuan dibangun oleh siswa itu sendiri secara aktif. Sejalan dengan pendapat Piaget bahwa pengetahuan diperoleh siswa dari suatu kegiatan yang dilakukan oleh siswa, bukan sesuatu yang dilakukan terhadap siswa. Siswa tidak menerima pengetahuan oleh guru atau kurikulum secara pasif. Siswa mengaktifkan struktur kognitif dan struktur-struktur baru untuk mengakomodasi masukan-masukan pengetahuan yang baru. Jadi penyususnan pengetahuan yang terus menerus menempatkan siswa sebagai peserta yang aktif.

Untuk mengaktifkan siswa dalam pembelajaran, guru harus mampu menerapkan metode, strategi atau cara yang memunginkan siswa dapat menguasai matematika dengan baik. Penerapan strategi pembelajaran yang tepat akan mempengaruhi hasil pembelajaran yang telah ditetapkan dalam kurikulum. Dalam menerapkan sebuah strategi pembelajaran yang lebih menyenangkan, efisien, dan luwes, penulis mencoba menggunakan metode Jarimatika untuk pembelajaran matematika materi bangun datar di kelas IV SD Negeri 02 Werdi Kecamatan Paninggaran Kabupaten Pekalongan.

Baca juga:   Cinta Nabi dan Rasul melalui Model Pembelajaran CIRC

Metode Jarimatika adalah suatu cara berhitung (operasi kali, bagi, tambah, kurang / ka ta ba ku) matematika dengan menggunakan alat bantu jari. Jarimatika adalah suatu cara berhitung dengan menggunakan jari dan ruas-ruas jari tangan (Septi Wulandari, 2013: 14). Sedangkan menurut Trivia Astuti (2013: 3) mengemukakan bahwa Jarimatika adalah suatu cara berhitung matematika yang mudah dan menyenangkan dengan menggunakan jari kita sendiri.

Jarimatika bisa diterapkan pada anak usia empat tahun karena dikemas dengan cara menyenangkan. Artinya anak tidak harus berkutat dengan buku dan menghitung angka saja, tapi Jarimatika mengajarkan anak berhitung layaknya memecahkan teka-teki. Meski demikian, tentu usia anak turut menyesuaikan level Jarimatika yang dipelajari. Pada tahap perkenalan anak-anak hanya diberi pemahaman fungsi jari tangan kanan dan jari tangan kiri.

Pada tahap awal mengenal metode Jarimatika anak perlu tahu operasi hitung dasar. Itulah mengapa Jarimatika cocok untuk anak yang sudah hafal operasi hitung sederhana di luar kepala. Metode Jarimatika memiliki prinsip telunjuk kanan = 1, telunjuk jari + tengah kanan = 2, telunjuk + jari tengah + jari manis kanan = 3, telunjuk + jari tengah + jari manis + kelingking kanan = 4, jempol kanan = 5, jempol + telunjuk kanan = 6, jempol + telunjuk + jari tengah kanan = 7, jempol + telunjuk + jari tengah + jari manis kanan = 8, semua jari tangan kanan = 9. Sementara untuk tangan kiri, gambarannya adalah telunjuk kiri = 10, telunjuk + jari tengah kiri = 20, telunjuk + jari tengah + jari manis kiri = 30, telunjuk + jari tengah + jari manis + kelingking kiri = 40, jempol kiri = 50, jempol + telunjuk kiri = 60, jempol + telunjuk + jari tengah kiri = 70, jempol + telunjuk + jari tengah + jari manis kiri = 80, semua jari tangan kiri = 90.

Baca juga:   Senangnya Belajar Matematika dengan Depok

Ketika anak sudah terbiasa menggunakan jarinya untuk berhitung, maka prosesnya akan jadi lebih cepat. Tentunya tak perlu lagi kertas coretan untuk menghitung hasil dari perhitungan sederhana, hingga rumit sekalipun cukup mengandalkan 10 jari tangan.

Dari hasil analisis yang telah dilakukan, setelah menggunakan metode Jarimatika di kelas IV SD Negeri 02 Werdi Kecamatan Paninggran Kabupaten Pekalongan pada pembelajaran matematika materi perhitungan luas bangun datar, nilai rata-rata siswa meningkat dari yang semula 60 menjadi 80. Siswa juga lebih bersemangat dan aktif dalam kegiatan pembelajaran, hingga pada akhirmya tujuan pembelajaran yang ditetapkan dapat tercapai dengan maksimal. (rs1/ton)

Guru Kelas SD Negeri 02 Werdi Kec. Paninggaran Kab. Pekalongan

Author

Populer

Lainnya