Aktifkan Kelas dengan Bermain Peran Ampuh Tingkatkan HB

Oleh : Pratin Sumedi, S.Pd.SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Proses belajar mengajar akan lebih aktif, interaktif, menarik perhatian dan minat siswa apabila guru mengajar menggunakan metode yang tepat,dan mudah dipahami oleh siswa. Guru merupakan sosok figur yang bertugas mengelola pembelajaran di kelas. Usman (2004; 4) bahwa proses belajar mengajar adalah suatu proses yang mengandung serangkaian perbuatan guru dan siswa atas dasar hubungan timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. Sehingga kearifan siswa dalam proses pembelajaran merupakan suatu tanda bahwa pembelajaran akan tercipta suasana yang kondusif.

Pembelajaran IPS merupakan mata pelajaran yang menanamkan kepada siswa untuk memiliki nilai-nilai luhur yang dapat diaplikasikannya kedalam kehidupan sehari-hari, dan rasa cinta tanah air serta mengetahui fator-fatkor lingkungan hidupanya. Pada kelas 5 SD Negeri 01 Sidoharjo, dalam pembelajaran masiih pasif dan hasil belajar siswa sangat rendah, ini terlihat dari nilai yang diperoleh siswa pada mata pelajaran IPS Standar Kompetensi “Menghargai Para Tokoh dalam Mempertahankan Kemerdekaan”, ketuntasan klasikal mencapai 37 persen. Dengan hasil belajar yang rendah tersebut, akhirnya guru menerapkan metode bermain peran (role playing) untuk membuat proses belajar mengajar menjadi aktif, interaktif, dan menyenangkan. Diharapkan dengan metode bermain peran hasil belajar siswa dapat meningkat.

Baca juga:   Menentukan FPB dan KPK Lebih Mudah dengan Menempelkan Gambar

Menurut Syaiful Bahri dan Zain (2006), role playing adalah pengembangan imajinasi dilakukan dilakukan siswa dengan memerankan sebagian tokoh hidup atau benda mati terkait dengan materi pelajaran yang dibahasnya. Jadi role playing merupakan cara belajar yang dilakukan dengan membagi kelas menjadi beberapa kelompok, dan setiap kelompok memerankan karekter tokoh sesuai dengan naskah yang telah dibuat sesuai dengan materi yang telah ditentukan oleh guru. Sehingga siswa lebih mudah untuk memahami dan mengingat materi yang telah diperankannya. Adapun rujuan dari bermain peran supaya siswa dapat menghayati dan mengahargai perasan orang lain, siswa dapat belajar bagaimana membagi tanggung jawab, dan merangsang kelas untuk berpikir dan memecahkan masalah.

Adapun langkah dalam bermain peran adalah sebagai berikut berikut, dalam kegiatan awal, guru menyiapkan materi pembelajaran, alat peraga dan mengabsen kehadiran siswa. Dilanjutkan dengan apersepsi menanyakan meteri minggu lalu. Pada kegiatan inti, kemudian membagi kelas menjadi beberapa kelompok, guru membagikan lembar tugas yang akan diperankan setiap kelompok. Setiap kelompok bertangungjawab atas peran yang diberikannya. Guru memberikan kesempatan setiap kelompok untuk praktek bermain peran dan kelompok yang lain diberi kesempatan untuk menanggapinya. Pada kegiatan akhir guru bersama siswa menyimpulkan materi dan membuat rangkuman kegiatan pembelajaran pada hari ini. Guru memberikan evaluasi, menilai dan menganalissi, guru memberikan penguatan dan menegaskan jawaban yang benar, serta mengapresiasi terhadap siswa yang dapat menghayati karaker tokoh yang diperankan. Guru menutup pembelajaran dengan berdoa bersama.

Baca juga:   Efektivitas Model Make A Match Tingkatkan Membaca Permulaan

Jadi dengan metode bermain peran/role playing dapat mengaktifkan siswa dalam proses belajar mengajar, kelas menjadi aktif, interatif dan menyenangkan sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS di kelas 5 SDN 01 Sidoharjo Kecamatan Doro Kabupaten Pekalongan. (*/ton)

Guru SDN 01 Sidoharjo, Doro, Kab Pekalongan

Author

Populer

Lainnya