Bimbingan Konseling di Masa Pandemi Covid-19

Oleh : Nur Hidhayah, S.Psi

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, dihimbau seluruh warga negara Indonesia melaksanakan seluruh kegiatannya dari rumah. Dinas Pendidikan membuat kebijakan dalam pencegahan dan penanganan Corona Virus Disease (Covid-19), dengan pembelajaran secara daring atau online di rumah. Kegiatan pembelajaran secara daring ini dapat dilaksanakan melalui google classroom, zoom, tv edukasi, belajar interaktif di portal rumah belajar, ruang guru dan aplikasi belajar online lainnya yang telah direkomendasi oleh Kemendikbud maupun melalui media sosial seperti whatsapp.

Dalam pembelajaran daring, peserta didik harus memiliki tanggung jawab personal dalam belajar. Dapat mengontrol sikapnya dalam belajar, menyelesaikan tugas-tugas melalui daring dan mengoptimalkan gadget yag dimiliki sebagai sumber belajar. Hal inilah yang disebut sebagai self regulated learning.

Self regulated learning dapat diartikan sebagai dorongan bagi individu untuk mengelola pembelajarannya sendiri. Bagaimana ia dapat memenajemen waktu di rumah, mengatasi hambatan belajar daringnya dan menyelesaikan tugasnya tepat waktu. Namun tidak semua peserta didik memiliki self regulated learning yang baik. Beberapa di antaranya mengalami hambatan dalam pembelajaran daring.

Lalu bagaimana peranan guru BK dalam pembelajaran daring? BK menyajikan layanan dalam pembelajaran daring melalui format yang bermakna bagi peserta didik. Layanan BK yang bermakna tidak terfokus pada capaian akademik atau kognitif. Tapi bagaimana membantu peserta didik untuk mencapai capaian akademik dengan optimal, mengatasi hambatan belajar, pengembangan karakter baik di rumah dan bagaimana membantu peserta didik dalam pengembangan life skill atau keterampilan hidup sehari-hari.
Permasalahan-permasalahan yang timbul dalam pembelajaran daring, antara lain sarana daring yang tidak memadai. Beberapa peserta didik tugasnya tidak selesai tepat waktu, merasa bosan di rumah, tekanan untuk segera menyelesaikan tugas, problema di rumah dengan orangtua dan saudara dll. Peranan guru BK dalam membantu peserta didik mengatasi masalah tersebut adalah memberikan pendampingan dan memotivasi peserta didik adalah melalui konseling di media sosial. Tindakan konseling yang seharusnya dilaksanakan secara face to face (tatap muka), selama masa physical distancing ini dapat diganti melalui media sosial seperti zoom ataupun whatsapp tanpa mengurangi esensi penting dari layanan konseling yaitu kerahasiaan.

Baca juga:   Pembelajaran Teks Prosedur Berbasis Modul

Guru BK dalam membentuk karakter peserta didik tentu saja bekerja sama dengan orangtua dalam menumbuhkan karakter anak di rumah. Antara lain karakter religius misalnya anak beribadah atau mengaji bagi yang muslim. Karakter mandiri anak mengerjakan tugasnya sendiri secara mandiri, mencuci bajunya sendiri. Karakter gotong royong misalnya anak membantu orangtuanya memasak atau membersihkan rumah bersama dengan anggota keluarga lain. Guru BK memberikan semacam angket melaui googleform dan anak-anak mengupload kegiatannya tersebut dalam bentuk narasi dan foto sebagai laporan. Sederhana, simple, tapi mengena sasaran, pembentukan karakter.

Dalam pengembangan life skill atau keterampilan hidup sehari-hari, guru BK menjadikan aktifitas memahami kejadian aktual di masyarakat seperti pendemi Covid-19 ini sebagai materi layanan BK. Mulai dari penjelasan tentang virusnya dan langkah-langkah pencegahannya, seperti cara mencuci tangan yang baik, mempraktikkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) dalam kehidupan sehari-hari. Semuanya diupload dalam format sederhana dan tidak membebani peserta didik melalui google classroom.

Peserta didik yang memiliki self regulated learning yang kokoh akan dapat menyelesaikan pembelajaran daringnya dengan baik. Sesuai peranan fundamental pendidikan yaitu mewujudkan kemandirian dalam menghadapi tantangan global masa depan.

Baca juga:   Asyiknya Belajar Perbandingan dengan Picture and Picture

Dengan pandemi korona, dunia pendidikan menjalankan strategi baru dalam pembelajaran. Di sinilah hakikat Merdeka Belajar yang menjadi program Mendikbud, telah kita laksanakan. Yaitu membentuk pembelajar mandiri yang bertanggung jawab. Peran BK dalam Merdeka Belajar telah terlaksana dengan mendampingi, memotivasi dan melatih peserta didik agar dapat belajar mandiri. (ag2/lis)

Guru BK SMAN 1 Bergas

Author

Populer

Lainnya